May 17, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Saham

10 Anjuran Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Unilever Indonesia UNVR - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Saham yang elok untuk jangka panjang yaitu saham yang memiliki fundamental baik dengan kapitalisasi pasar besar. Jika Anda merencanakan untuk investasi dalam jangka panjang dengan memegang share dari sebuah emiten dalam waktu yang usang, maka tentukan perusahaan pilihan bukanlah merupakan saham spekulasi dengan rasio keuangan buruk.

Saham dengan mendasar  elok itu mencakup berbagai sektor mulai dari barang konsumsi, pertambangan, hingga perbankan. Berbagai perusahaan raksasa masih berada dalam zona merah namun memiliki potensi berkembangdalam jangka panjang.

Apalagi, dilihat dari faktor fundamental, saham tersebut jelas solid, terutama saham komoditas. Tak hanya batu bara, kini harga nikel, timah maupun CPO pun melambung, yang artinya potensial menyebabkan kenaikan harga saham emiten itu.

Dalam jangka panjang, investor dapat menikmati pelemahan harga saham big caps sebagai saat-saat memulai aksi beli. Mengingat, harga saham-saham tadi sebenarnya cukup murah bila dinilai dari price to earing (PE) ratio atau price to book value (PBV) yang kurang dari rata-rata. Kendati dari segi teknikal sejumlah saham itu masih memberikan downtrend dan belum ada sinyal rebound.

Berikut daftar rekomendasi saham untuk jangka panjang yang pantas dikoleksi penanam modal.

1. UNVR

Unilever Indonesia UNVR - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

UNVR cocok untuk dipegang dalam jangka waktu panjang alasannya ialah saham sektor consumer goods terbesar di Indonesia dengan fundamental yang tidak tertandingi. Meskipun terdapat penurunan harga saham yang signifikan alasannya pandemi Covid-19, kesempatannya masih cantik untuk puluhan tahun ke depan alasannya sudah mempunyai 400 merk yang diketahui masyarakat luas.

Performa PT Unilever Indonesia selama paruh ketiga 2021 masih lesu. Penjualan bersihnya anjlok sekitar 7,5% yoy ke angka Rp 30 triliun meski di tahun 2020 untuk abad sama bisa mencatat Rp 32 triliun.

Lemahnya penjualan UNVR ikut menurunkan laba bersih perseroan. Mulai Januari sampai September 2021, keuntungan bersihnya anjlok 19% yoy ke angka Rp. 4 triliun. Maka tak aneh bila sepanjang tahun 2021 saham UNVR mengalami demam isu kontraksi yang besar lengan berkuasa.

Di satu sisi hal ini mungkin menjadi sinyal jelek bagi trader, namun apabila investor bisa mengambil potensi , penurunan harga saham UNVR ini yakni peluang yang bagus untuk menemukan laba di masa depan. Mengingat bahwasanya Unilever sudah nyaris 1 abad beroperasi di negeri ini dan telah sukses bertahan dari banyak sekali krisis mulai dari the great depression, krisis moneter 1997-1998 sampai the great recession 2008.

Baca Juga:   5 Aplikasi Bandar Detector Saham Terbaik (2022)

2. ADRO

Adaro Energy ADRO - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

ADRO yakni perusahaan pertambangan yang sahamnya disarankan untuk jangka panjang alasannya adalah masih ialah emiten terdepan pada sektor mining. Prospeknya terhitung anggun sebab mempunyai partnership yang besar lengan berkuasa dengan importir mancanegara.

Apalagi dengan akan tingginya usul nikel dari mancanegara, Adaro memiliki kesempatan yang cantik untuk mengembangkan pendapatannya dalam jangka panjang.

PT Adaro Energy menorehkan perkembangan pemasukan maupun laba bersih selama enam bulan I 2021. Sesuai pembukuan keuangan perusahaan ini membukukan laba bersih sebesar US$525,67 juta yang artinya meningkat 160% yoy dibandingkan kuartal ketiga tahun 2020 kemudian.

Berkat torehan pembukuan keuangan yang mentereng, sejumlah analis menganjurkan saham ADRO dengan status bullish.

3. INDF

logo indofood - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Harga sahaam Indoffod terus mengalami fluktuasi sepanjang tahun 2021. Namun demikian, tampaknya banyak investor yang masih meletakkan kepercayaan pada perusahaan milik Salim Group ini. Alasannya, merk Indofood ialah salah satu merk paling kuat di tanah air, sehingga susah untuk kehilangan pangsa pasar. Bahkan, perusahaan asli tanah air ini sudah terkenal di kancah internasional.

Dalam rentang Januari hingga September 2021, INDF berhasil membukukan peningkatan keuntungan bersih sebesar 60% yoy ke angka Rp 8 triliun. Sedangkan pendapatan INDF pun meningkat dari 58 triliun pada September 2020 ke angka Rp 72 triliun triliun pada September 2021. Performa INDF selama tahun ini diperkirakan meningkat. Sentimen nyata yang ada yakni kenaikan pemasaran mi instan serta bisnis agribisnis.

4. TINS

Timah TINS - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Apabila dilihat dari keadaan keuangan perusahaan, tahun 2021 adalah tahun rebound perusahaan timah ini. Sepanjang Januari-September 2021, perusahaan berhasil membukukan laba hingga 649 miliar rupiah. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan rentang bulan yang serupa di tahun 2020 yang mana dikala itu perusahaan merugi hingga 350 miliar. Menurut pemberitaan dari Kontan, ekspresi dominan ini kemungkinan akan berlanjut mengenang beberapa hebat memperkirakan kriris energi yang melanda China dan India akan mereda pada pertengahan tahun 2022 ini.

Namun sayangnya, sepertinya kepercayaan penanam modal kepada perusahaan tambang ini tidak sejalan dengan pembukuan keuangan perusahaan tersebut. Seteah sempat mengalami kenaikan tajam pada dua bulan pertama, saham TINSS terus mengalami kontraksi sampai kesudahannya pada tanggal 30 Desember saham perusahaan timah ini ditutup dengan harga 1470 per lembar.

Baca Juga:   Insider Trading: Pemahaman, Contoh, Eksekusi

5. PTBA

Bukit Asam PTBA - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

PT Bukit Asam Tbk mencatat tampilan cemerlang sepanjang Januari-September 2021. Perusahaan pertambangan watu bara kepunyaan negara tersebut mencatat keuntungan higienis sebanyak Rp 1,77 triliun, berkembang38,04% dibanding laba bersih pada kala sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,25 triliun.

Jumlah ini dua kali lipat lebih tinggi daripada kuartal ketiga tahun 2020 kemudian. Saat itu, perusahaan hanya membukukan keuntungan sebesar 1,9 triliun. Seiring dengan peningkatan pemasukan ini, harga saham PTBA perlahan lahan juga merangkak naik sehabis sebelumnya mengalami kontraksi sepanjang Januari-September 2021. Dengan nilai P/E ratio cuma sekitar 5-6%, saham PTBA yaitu salah satu saham dengan harapan baik di tahun 2022 ini

6. ANTM

antam - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

PT Aneka Tambang menorehkan kemajuan kinerja dalam sembilan bulan tahun 2021. Emiten yang disebut Antam tersebut mencatat pendapatan higienis sebesar Rp 26,4 triliun atau melonjak 46,8% dari pencapaian pendapatan pada periode sama tahun lalu yang hanya Rp 18 triliun.

Meningkatnya pemasukan pun memaksimalkan keuntungan higienis ANTM. Korporasi sukses mencatat laba higienis sebesar Rp 1,7 triliun. Nilai ini 100% lebih tinggi dibandingkan kuartal ketiga tahun 2020. Sama seperti PTBA, musim peningkatan harga saham Antam ini juga diperkirakan akan berlanjut di tahun 2022 alasannya adalah keadaan pasar komoditas internasional.

7. AGII

agii - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Selama tahun 2021, pemasaran dan laba AGII memang meningkat akhir tingginya undangan oksigen medis ke tempat tinggal sakit. Bahkan pada september tahun 2021 ini, perusahaan berhasil mencataatkan peningkatan pendapatan hingga 31% dan labanya naik hingga 484% yoy.

Meskipun demikian, pihak manajemen AGII masih yakin bila kinerja AGII masih akan tetap baik di tahun 20022. Hal ini seiring dengan perbaikan ekonomi nasional sehingga usul gas pada sektor lainnya akan tetap kembali mirip sebelum adanya pandemi.

8. BBNI

Bank Negara Indonesia Tbk BBNI - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Industri perbankan adalah salah satu industri yang diperkirakan akan turut membaik sein dengan pernaikan keonomi nasional pasca pandemi. Secara garis besar, kinerja keuangan saham perbankan ini membaik selama Januari hingga September 2021. Hal ini tergambar pada catatan keuntungan bersih perusahaan ini. BNI sukses mencatat keuntungan sebesar 5 triliun rupiah tahun 2020 lalu. Tahun 2021, laba BNI meningkat sampai 9,5 triliun rupiah.

Baca Juga:   Daftar Fee Sekuritas Termurah (2022)

Dengan meningkatnya tren digital banking dan investasi, maka BBNI mempunyai harapan jangka panjang yang manis alasannya selain berstatus blue chip, Bank Negara Indonesia telah mengeluarkan produk lewat BNI Mobile Banking dan BNI Sekuritas. Bersama dengan saham blue chip lainnya, BBNI ialah investasi yang aman untuk dimiliki dalam jangka panjang.

9. BBTN

bbtn - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

Bank lainnya yang diperkirakan akan membaik seiring dengan hilangnya pandemi dari Indonesia yakni bank BTN. Pada laporan keuangan triwulan ketiga bank ini disampaikan bahwa sepanjang bulan Januari sampai September 2021, Bank BTN berhasil mendapatkan laba sebesar 1,5 triliun atau sekitar 35% lebih tinggi dibanding tahun 2020 kemudian.

Dengan perbaikan ekonomi Indonesia, dibutuhkan kian banyak orang bernai meminjam duit ke bank dan bank juga sukses menerima imbal hasil kredit yang selama pandemi terpaksa harus ditangguhkan.

10. ICBP

icbp 1024x189 - 10 Anjuran  Saham Jangka Panjang Terbaik (2022)

ICBP adalah salah satu perusahaan FMCG yang bekerja cukup baik selama pandemi. Pada kuartal ketiga tahun 2020 lalu, perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan sampai 4,5 triliun. Ditengah penurunan korban pandemi, kemajuan laba perusahaan ini menjadi lebih baik lagi dengan mencetak sekitar 6,2 triliun selaku laba higienis selama kurun Januari sampai September 2021. Tentunya dengan daya beli masyarakat yang membaik sehabis pandemi Covid-19 final, dibutuhkan pemasukan perusahaan ini juga terdongkrak pula.

Alasan saham ICBP diusulkan untuk jangka panjang ialah karena sama seperti induknya INDF ialah brand yang sungguh besar lengan berkuasa di Indonesia dengan pangsa pasar yang mayoritas. Karenanya, dalam puluhan tahun ke depan susah dibayangkan ada emiten lain yang bisa mengejar-ngejar dominasi mereka.