May 18, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Saham

10 Indeks Saham Di Indonesia, Ihsg Sampai Syariah

Indeks saham adalah metrik yang dapat menggambarkan fluktuasi harga dari kalangan saham tertentu sesuai kriteria dan metode yang dipakai. Fungsinya dipakai selaku indikator pergerakan harga saham untuk pijakan penanam modal dalam mengambil keputusan investasi.

Di Indonesia jenisnya bukan hanya IHSG saja, berikut 10 indeks saham yang mesti dikenali penanam modal.

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG berfungsi menilai kinerja harga saham emiten tercatat pada papan utama dan papan pengembangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG dipakai pertama kali pada 1 April 1983. Ketika itu, IHSG ialah metrik fluktuasi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Lazimnya, tiap saham akan menunjukkan pergerakan harga berganti-ubah di satu hari bursa tersebut. Sebagian naik, tetapi ada yang harganya turun, ataupun juga stagnan.

Apabila seluruh saham tadi digabung maka rata-rata fluktuasi harganya tergambarkan dari IHSG itu. Saat IHSG meningkat, mampu disimpulkan jikalau lebih banyak didominasi saham yang listing di BEI naik. Pun jika terjadi sebaliknya.

2. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 adalah indeks saham syariah yang menganggap kinerja harga dari 70 saham syariah dengan kinerja terbaik ditambah likuiditas transaksi besar. Jakarta Islamic Index 70 diluncurkan pertama kali pada awal Juli 2000.

Target dari indeks JII ialah memperkuat dogma investor dalam berinvestasi di saham berlandaskan syariah serta menunjukkan faedah kepada investor dalam menerapkan prinsip Islam ketika berinvestasi di bursa efek. JII pun dimaksudkan agar bisa menyukseskan mekanisme transparansi dan akuntabilitas saham syariah di tanah air.

JII yaitu penyelesaian dari keinginan pemilik modal yang mengharapkan investasi sesuai prinsip syariah. Indeks JII akan memandu pemodal yang hendak menginvestasikan dananya secara syariah tanpa cemas bercampur dengan praktik riba. Di samping itu, indeks saham ini pun merupakan benchmark untuk menentukan portofolio halal.

Baca Juga:   Right Issue Saham: Pengertian, Untung Rugi, Dan Dampaknya

3. LQ45

LQ45 merupakan indeks yang memonitor kinerja harga komposit dari 45 saham yang memiliki likuiditas ditambah kapitalisasi besar. LQ45 mewajibkan emiten didalamnya untuk mempunyai fundamental yang elok.

Indeks LQ45 diluncurkan pertama kali bulan Februari 1997 silam. Ada beberapa barometer sebuah saham bisa dimasukkan ke indeks LQ45 yaitu: listing di BEI setidaknya 3 bulan, posisi keuangan, kesempatan kemajuan, dengan nilai transaksi besar, masuk ke daftar 60 saham sesuai nilai transaksi di pasar reguler untuk setahun terakhir, tergolong ke 60 emiten berkapitalisasi terbesar dalam 1 atau 2 bulan terakhir.

Berdasarkan 60 saham tadi, 30 teratas eksklusif masuk ke indeks LQ45. Sementara 15 saham yang lain akan ditentukan berdasarkan parameter hari transaksi di pasar reguler, frekuensi transaksi di pasar reguler, serta kapitalisasi pasar.

Perubahan daftar saham penunjang LQ45 berlangsung setiap 6 bulan sekali. Namun isi LQ45 senantiasa didominasi oleh perusahaan blue chip.

4. IDX80

IDX80 ialah indeks yang memonitor kinerja harga dari 80 saham yang mempunyai likuiditas serta kapitalisasi pasar terbesar. Indeks saham ini dikenalkan pertama kali bulan Februari 2019 kemudian. Valuasi yang dijalankan pun ditunjang mendasar emiten yang bagus.

IDX80 direvisi tiap 6 bulan sekali ialah di bulan Januari dan Juli. Prosesnya dari 150 emiten yang memiliki free float dengan nilai tertinggi lalu diambil 80 saham terlikuid. Dengan begitu akan ditemukan saham yang dibuang dan ada yang dimasukkan.

Berpatokan pada IDX80 ini investor akan lebih gampang memilih saham mana saja yang mau dimasukkan di portofolio investasi mereka.

5. IDX30

IDX30 ialah indeks yang menganggap kinerja harga dari 30 saham yang juga punya likuiditas dan kapitalisasi pasar besar. Emiten yang ikut dalam IDX30 diambil dari daftar saham LQ45.

Penilaian atas saham yang tergabung dalam IDX30 dijalankan setiap 6 bulan sekali dimana akan ada perusahaan yang dikeluarkan dan ada yang masuk. Maksud IDX30 diantaranya makin membuat lebih mudah penanam modal menentukan saham berdasarkan tujuan investasinya. IDX30 pun ialah indeks yang terbanyak diaplikasikan untuk Reksa Dana Indeks dan Exchange Traded Fund (ETF).

Baca Juga:   Scalping Saham: Pemahaman, Teknik, Cara Menjadi Scalper

6. IDX Quality30

Kendati perumpamaan yang dipakai hampir sama dengan IDX30, tetapi indeks yang satu ini tetap berbeda. IDX Quality30 akan memonitor kinerja harga 30 saham yang punya profitabilitas besar, solvabilitas oke, ditambah pertumbuhan keuntungan stabil serta likuiditas transaksi ataupun penampilan keuangan cantik.

Indeks ini diluncurkan pertama di bulan Agustus 2020 lalu. Ada beberapa patokan sebuah saham masuk dalam IDX Quality30 ialah: rasio profitabilitas, return on equity (ROE), rasio solvabilitas, debt to equity ratio (DER), variabilitas keuntungan, volatilitas kenaikan Earning per Share (EPS).

Bobot setiap saham diputuskan cuma hingga 15%. Saham yang punya skor kualitas tertinggi akan dimasukkan. Penilaian perusahaan yang masuk IDX Quality30 juga dilakukan setiap 6 bulan.

7. IDX Value30

IDX Value30 ialah indeks dengan menjumlah kinerja harga dari 30 saham yang mempunyai valuasi harga murah, tetapi memiliki likuiditas transaksi ditambah tampilan keuangan elok.

Barometer saham yang diikutkan di indeks ini seperti: saham yang mempunyai pembukuan keuntungan bersih serta ekuitas positif, rasio price to earnings (PER) dan price to book value (PBV) skornya tidak ekstrem. Akan ada penilaian mayor (tiap 6 bulan), penilaian minor (tiap 3 bulan) dan penilaian insidental (perubahan jumlah saham yang mencolok, delisting atau mengalami suspensi).

8. IDX High Dividend 20

Merupakan indeks saham yang memonitor harga dari kumpulan 20 saham emiten yang bisa memberikan dividen tunai dalam waktu 3 tahun terakhir serta menunjukkan dividend yield besar.

IDX High Dividend 20 dikenalkan pertama kali Mei 2018 lalu. Dividen yield ialah perbandingan nominal dividend yang diberikan seharga saham emiten itu. Kalkulasi indeks IDX High Dividend 20 dikerjakan dengan konsep Capped Dividend Yield Adjusted Free-Float Market Capitalization Weighted, dan nilai bobot saham dibatasi hanya hingga 15 %.

Emiten yang menjadi anggotanya akan dijalankan penilaian setiap 6 bulan sekali.

9. IDX BUMN20

Indeks ini akan memonitor kinerja harga saham emiten khusus Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah, maupun anak perusahaannya yang tercatat dalam 6 bulan. Indeks saham ini relatif belum usang dikenalkan ke masyarakat adalah di bulan Februari 2021 kemarin.

Baca Juga:   Pom-Pom Saham: Pengertian Dan Cara Kerja

Barometer yang dipakai untuk penilaian meliputi likuiditas, akumulasi hari diperdagangkan, serta kapitalisasi pasar. Penentuan nilai indeks IDX BUMN 20 diambil menggunakan metode Capped Market Capitalization Weighted ialah kapitalisasi pasar menjadi bobot serta bobot paling tinggi dibatasi 15 % setiap saham.

Penilaian mayor dilakukan setiap akhir bulan Januari dan Juli sementara untuk penilaian minor setiap tamat bulan April dan Oktober.

10. Kompas100

Indeks yang menganggap performa harga dari 100 saham dengan likuiditas bagus diikuti kapitalisasi pasar besar. KOMPAS100 dikenalkan dan dikerjakan berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Group.

Indeks tersebut berisikan 100 saham di mana kriterianya adalah emiten sudah tercatat di BEI setidaknya 3 bulan, serta emiten itu masuk dalam perkiraan IHSG. Aspek berikutnya yaitu ikut dalam 150 saham yang memiliki nilai transaksi serta frekuensi transaksi maupun kapitalisasi pasar paling besar dalam Pasar Reguler, untuk 12 bulan belakangan.