counter create hit

10 Prinsip Investasi Agar Untung Besar, Cocok Untuk Pemula

Bagikan:

Investasi telah menjadi fenomena yang umum di kelompok penduduk terbaru saat ini. Hal ini mungkin menciptakan Anda juga menjadi tertarik untuk melaksanakan penanaman modal. Namun perlu diingat, bahwa tidak ada jalan pintas yang mampu menciptakan Anda menjadi seorang master dalam berinvestasi.

Berikut prinsip investasi secara biasa yang mampu dikerjakan pemula supaya mendapatkan untung besar

1. Jangan Berspekulasi

Dalam melaksanakan investasi, jauhkan diri Anda dari berspekulasi. Ini bermakna Anda mesti sungguh-sungguh mengerti mengenai aset yang dibeli, alih-alih hanya berspekulasi mengenai produk tersebut tanpa dasar yang terperinci. Misalnya investasi saham, mengenal produk tersebut dengan baik akan membedakannya dari area perjudian.

Mengingat bahwa cukup banyak orang yang menyangkut pautkan kedua hal tersebut. Padahal itu sebab mereka sering berspekulasi ketika berinvestasi saham. Istilahnya, Anda jangan membeli kucing dalam karung.

Jadi kenali bisnis dari perusahaan tempat Anda berbelanja saham terlebih dulu. Ini nantinya akan membuat Anda merasa lebih hening di kala krisis menghadang. Pahami bahwa spekulasi itu bukan investasi.

2. Investasi Adalah Komitmen

Prinsip dasar investasi paling utama yaitu mengetahui bahwa investasi ialah sebuah komitmen. Berinvestasi ini serupa saat Anda membangun suatu korelasi, alasannya keduanya membutuhkan ketekunan di dalam proses membangunnya.

Terlebih dalam hal berinvestasi, waktu memegang andil yang begitu penting. Di mana beberapa produk memungkinkan Anda untuk mencairkan dana dengan tanggal jatuh tempo yang condong cepat, sementara beberapa produk lainnya justru membutuhkan waktu yang usang dalam hal pencairan.

Jika ingin investasi dalam jangka panjang, maka pastikan Anda konsisten akan hal tersebut.

3. Investasi untuk Merealisasikan Tujuan

Sebelum mulai melaksanakan investasi, ada baiknya Anda menciptakan tujuan keuangan yang jelas dan kongkret terlebih dulu. Karena biasanya penanaman modal dilaksanakan untuk tujuan jangka panjang, untuk keperluan finansial di abad depan yang lebih baik. Meski tidak menutup kemungkinan melakukan investasi untuk tujuan jangka pendek layaknya dana ijab kabul atau lainnya.

Baca Juga:   Safe Haven Dalam Investasi Dan Jenis-Jenisnya

Menurut Morgan Stanley, penting bagi Anda untuk membuat tujuan yang terperinci. Karena berinvestasi cuma alasannya adalah ingin cuan, mampu menciptakan Anda bingung kapan waktu yang sempurna untuk mengambil profit. Ini menciptakan Anda tidak memiliki standar tentang berapa nominal yang dibutuhkan, kapan mau diwujudkan, dan instrumen investasi mirip apa yang sesuai.

Mempunyai tujuan yang jelas sebaliknya bisa membantu para penanam modal untuk menghindari banyak sekali kesalahan investasi. Karena mereka mempertahankan perspektif dan konsentrasi pada jangka panjang, sehingga keputusan jangka pendek yang kurang tepat akhirnya bisa disingkirkan. Maka dari itu, pastikan Anda menerapkan prinsip investasi tersebut biar menciptakan untung.

4. Berinvestasi Jika Anda Mempunyai Cukup Tabungan

Penting bagi Anda untuk mempunyai tabungan tersendiri jika ingin berinvestasi. Ini dijalankan sebagai langkah berjaga jaga di kemudian hari. Pasalnya, bila semua dana dialokasikan untuk investasi maka Anda akan kesusahan apabila ada kebutuhan mendadak. Kondisi ini mungkin mengakibatkan Anda untuk menawan investasi sebelum jatuh tempo, atau dikala pasar sedang jatuh.

Pada risikonya bukannya untung, Anda justru mampu merugi. Maka dari itu, penting untuk mempunyai simpanan atau dana darurat yang mampu digunakan ketika waktu, di luar modal investasi. Setiap orang sendiri biasanya mempunyai tolak ukur yang berlawanan mengenai jumlah simpanan yang cukup. Namun pastikan simpanan Anda bisa mencukupi keperluan beberapa bulan ke depan.

5. Sesuai dengan Profil Risiko

Pada dasarnya, setiap instrumen investasi mempunyai tingkat akibatnya masing-masing yang berlainan antara satu sama lain. Oleh sebab itu, salah satu hal yang wajib masuk ke checklist sebelum Anda berinvestasi yaitu profil risiko. Prinsip investasi pasar modal yang penting adalah mengenali seberapa jauh Anda mampu menoleransi sebuah risiko yang nantinya akan timbul.

Menyesuaikan investasi yang diambil dengan profil risiko bisa menjauhkan Anda dari rasa cemas dan cemas. Meski pasar modal umumnya bersifat high risk high return, tetapi ini bukan berarti Anda mesti memaksakan diri ke produk yang high risk semoga mendapat high return.

Baca Juga:   Divestasi: Pemahaman, Tujuan, Acuan, Dan Pengaruh Bagi Investor

Investasi harusnya membuat hidup menjadi lebih hening karena ada keamanan finansial, bukan justru sebaliknya. Jika suka yang risiko rendah, tersedia banyak sekali opsi investasi kondusif sehingga tidak akan rugi besar.

6. Buat Kontribusi Secara Reguler

Tidak hanya berkomitmen, tetapi investasi juga harus konsisten. Meski besar atau sedikitnya komplemen aset sangat tergantung pada jenis instrumen yang Anda pilih. Namun satu hal yang niscaya, bahwa jalannya investasi akan jauh lebih efektif bila dilakukan secara reguler atau tidak cuma sekali dua kali saja.

Karena jika cuma satu atau dua kali saja lalu dibiarkan dan bahkan dihabiskan, maka pasti jumlah aset pasti tidak akan bertambah secara signifikan. Misalnya Anda mempunyai deposito, maka dengan membangun kebiasan menyimpan deposito secara konsisten, maka hasil aset Anda niscaya akan bertambah.

7. Tidak Harus Selalu Diversifikasi

Prinsip investasi Warren Buffett adalah tidak melaksanakan diversifikasi alasannya berdasarkan ia diverisfikasi ialah proteksi terhadap ketidaktahuan. Jadi, bila Anda benar-benar tahu saham apa yang memang bermutu anggun, maka Anda tidak butuhmembagi investasi ke puluhan jenis saham, cukup masukkan modal ke beberapa saham yang cantik saja.

Diversifikasi merupakan sebuah seni manajemen untuk mengurangi risiko dalam investasi sekaligus memaksimalkan keuntungan, dengan cara mengalokasikan dana ke berbagai instrumen yang berbeda. Prinsip investasi bagi penanam modal veteran tidak melulu harus senantiasa melaksanakan diversifikasi. Seperti diterangkan Forbes, penanam modal andal malah sering sekali tidak melakukan diversifikasi.

Dalam hal ini, bukan bermakna Anda tidak perlu menyebar dana pada beberapa instrumen yang berlawanan. Namun penting bagi Anda untuk memfokuskan diri kepada investasi yang sudah dianalisis secara fundamental. Karena konsentrasi pada diversifikasi saja bisa membuat Anda condong berbelanja terlampau banyak produk investasi berlainan, dan kehilangan fokus pada analisisnya.

Untuk lebih mendalam, Investbro telah membahas lengkap perihal diversifikasi.

8. Investasikan Kembali Return

Apabila investasi pertama Anda mendapatkan return, jangan eksklusif berpuas diri dan lantas menghabiskannya. Seperti yang telah disebutkan, investasi yang hanya dijalankan satu atau dua kali saja tidak akan membuat aset Anda menjadi bertambah. Oleh karena itu, sebaiknya investasikan kembali return yang telah diperoleh, untuk menerima laba jangka pandang.

Baca Juga:   Apa Itu Efek Compounding Dalam Investasi Dan Mengapa Penting

9. Hindari Utang

Anda mungkin sempat tergiur untuk melakukan penanaman modal lantaran mendengar kisah keberhasilan orang lain sesudah berinvestasi. Kendati demikian, hindari memulai investasi dari utang. Tidak masalah bila Anda memang mesti mulai dengan modal kecil sekalipun. Tanpa beban utang, Anda bisa memiliki kebebasan ekonomi yang lebih luas.

Sehingga Anda pun mampu berinvestasi selama apa pun yang diinginkan, tanpa harus terbebani jangka waktu jatuh tempo utang. Hal yang sama juga berlaku pada perusahaan daerah Anda mengalokasikan dana investasi. Sebaiknya kerjakan riset terhadap perusahaan tersebut secara mendalam, dan lihat jumlah utang yang dimiliki. Bandingkan utang dengan profit yang bisa dihasilkan perusahaan.

10. Waktu Terbaik yaitu Sekarang

Waktu terbaik untuk memulai investasi yaitu kini juga. Prinsip investasi ini harus diterapkan bila Anda benar-benar ingin menerima untung. Alasannya yaitu waktu memiliki tugas yang penting, tergolong timing untuk memulainya sangat bekerjasama dekat dengan peluangreturn di kemudian hari.

Sehingga dengan alasan tersebut, berinvestasi lebih permulaan dan semenjak dini menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun nilai kekayaan Anda. Stigma ini bahkan bukan tanpa argumentasi. Jika Anda telah sudah investasi, nantinya mengejarnya menjadi lebih sukar. Meski cuma selisih 5 tahun sekalipun, tapi akhirnya dikala pensiun nanti mampu sungguh berlawanan.

Itulah beberapa prinsip yang semestinya Anda terapkan ketika ingin mengawali investasi. Berbekal banyak sekali prinsip tersebut, jalannya investasi akan lebih terarah dan dengan planning yang masak. Karena melaksanakan penanaman modal memang bisa membantu Anda dalam hal finansial, tetapi seharusnya fikirkan pula aspek ketentraman dan keselamatan supaya tidak kewalahan dengan risikonya.


Bagikan:
close