Perbedaan Waktu Wib Wita Dan Wit

Perbedaan waktu WIB WITA dan WIT – Berbicara perihal penetapan waktu, Indonesia memiliki tiga zona yakni WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan WIT (Waktu Indonesia Timur).

Pembagian waktu yang ada di Indonesia ini dipengaruhi oleh letak geografis daerah tersebut yang terbagi atas tiga lokasi pula. Hal inilah yang menjadikan setiap wilayah menunjukkan waktu yang berbeda, walaupun sama-sama berada di negara Indonesia.

Alasan Pembagian Waktu di Indonesia Berbeda-beda

Perbedaan Waktu WIB WITA dan WIT

Pembagian zona waktu di Indonesia dipengaruhi oleh bumi yang berotasi serta zona waktu dunia. Pembagian zona waktu dunia ini bahwasanya telah dikontrol dan ditetapkan berdasarkan letak garis bujur suatu negara.

Oleh sebab itu, negara-negara yang ada di dunia hanya tinggal berpatokan terhadap ketentuan yang telah ada. Untuk Pembagian waktu dunia sendiri, mengacu pada GMT (Greenwich Mean Time).

Bagi kau yang belum mengetahui, penetapan waktu dunia berpatokan terhadap Greenwich Mean Time didasari terhadap sebuah kota di negara Inggris yang terletak di garis bujur 0°. Wilayah inilah yang menjadi persyaratan penentuan waktu dunia di setiap garis bujurnya.

Konsep Pembagian waktu Greenwich Mean Time ini secara biasa ada dua wilayah besar yakni barat dan timur. Untuk daerah yang berada di sebelah barat Greenwich Mean Time, maka akan masuk kedalam zona waktu GMT negatif. Sedangkan untuk wilayah yang berada di bab timur Greenwich Mean Time, maka akan masuk kedalam zona waktu GMT konkret. Sebagai contoh Indonesia berada di bab timur Inggris yang secara otomatis masuk kedalam GMT kasatmata.

Sejarah Pembagian Waktu di Indonesia

Berbicara wacana sejarah adanya perbedaan waktu WIB WITA dan WIT, tidak lain sebab Indonesia terdiri atas kepulauan yang mempunyai sejarah tersendiri dalam pembagian waktu. Sejarah ini dimulai semenjak Indonesia masih dijajah Belanda, tepatnya sejak diberlakukannya hukum Governments Besluit pada 1 Mei 1908.

Pada kejadian itu ditetapkanlah bahwa daerah Jawa Tengah selaku mintakat (zona waktu) Indonesia dengan GMT +7:12. Namun penetapan ini tidak berjalan lama karena terjadi pergantian kembali pada bulan februari tahun 1918. Pada tahun itu Belanda memutuskan Padang mempunyai waktu kurang 39 menit dari waktu Jawa Tengah. Kemudian, Belanda juga memantapkan bahwasanya Balikpapan mempunyai waktu lebih dulu dari GMT ialah +8:20.

Ketetapan ini kembali diubah pada tahun 1924 oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in de Buitengewesten (penguasa tempat) pada periode itu. Hasil dari perubahan tersebut ditetapkanlah waktu di daerah Jawa Tengah menjadi GMT +7:20. Sementara kawasan karesidenan Bali dan Lombok memiliki waktu +22 menit, Makassar mempunyai waktu +38 menit, Tapanuli mempunyai waktu -45 menit, dan Padang memiliki waktu -7 menit dari Jawa Tengah. Namun pada tahun 1932, Belanda kembali mengubah ketetapan waktu yang ada di Indonesia dan membaginya menjadi enam kawasan dengan selisih waktu 30 menit.

Ketika Jepang memegang Indonesia pada tahun 1942, demi kepentingan operasi militer ketetapan waktu Indonesia kembali dirubah. Perubahan ini dilaksanakan untuk menyesuaikan zona waktu Indonesia dengan Tokyo yaitu GMT+9. Hal ini memperlihatkan pengaruh terhadap pemajuan waktu di Jawa sekitar 1:30 (GMT+7:30).

Lalu Belanda kembali berkuasa di Indonesia dan mengganti zona waktu Indonesia untuk kepentingan operasi militernya pada 10 Desember 1947. Namun pada pasca penyerahan kedaulatan, pemerintah Indonesia secara resmi membagi daerah Indonesia menjadi enam zona waktu menurut keputusan gubernur jenderal pada tahun 1932. Terakhir pada tahun 1963, pemerintah Indonesia meresmikan pembagian waktu dengan mengeluarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 243 Tahun 1963.

Inti dari Keputusan Presiden tersebut yakni menyatakan sebetulnya tempat Indonesia dibagi atas tiga zona waktu. Ketiga zona waktu yang dimaksud dalam Keputusan Presiden tersebut yakni Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) Dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Penetapan adanya perbedaan waktu WIB, WITA, dan WIT berpatokan terhadap Greenwich Mean Time (GMT) dunia yang telah ada. Hingga dikala kini ketetapan ini masih berlaku dan tidak pernah diubah-ubah kembali.

Berikut hasil dari Keputusan Presiden perihal pembagian waktu Indonesia serta daerah yang masuk ke dalam pembagian zona waktu tersebut :

Pembagian Waktu di Indonesia

Indonesia mempunyai luas kawasan sekitar 1,9 juta kilometer persegi. Luas kawasan ini terbentang pada geografis 96 derajat bujur timur hingga 141 derajat bujur Barat. Hal inilah yang mempengaruhi pembagian waktu di kawasan Indonesia.

Pembagian waktu di wilayah Indonesia ini juga telah diresmikan dalam arsip direktorat jenderal peraturan dan perundang-seruan kementerian aturan dan HAM, sesuai dengan keputusan presiden nomor 41 tahun 1987. Dalam keputusan presiden tersebut, dinyatakan bekerjsama NKRI terbagi dalam tiga zona waktu yaitu Waktu Indonesia Barat, Waktu Indonesia Tengah dan Waktu Indonesia Timur.

Berikut penjelasan dari ketiga pembagian waktu yang ada di indonesia tersebut :

Waktu Indonesia Barat (WIB)

Waktu Indonesia Barat atau disingkat WIB, ialah zona waktu yang ditetapkan atau digunakan pada daerah Indonesia bab barat. Wilayah yang masuk ke dalam pembagian Waktu Indonesia Barat (WIB) ialah yang terletak di garis 1 – 5 derajat bujur timur.

Sedangkan provinsi yang masuk ke dalam zona Waktu Indonesia Barat (WIB) yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan bagian Tengah dan Barat, sampai Madura. Sedangkan untuk provinsinya sendiri, yang termasuk ke kawasan zona Waktu Indonesia Barat yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DI Yogyakarta, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Semua wilayah yang disebutkan pada jajaran di atas memiliki patokan atau waktu yang serupa. Sedangkan untuk daerah lainnya, Waktu Indonesia Barat (WIB) memiliki perbedaan dengan selisih waktu satu jam dengan waktu Indonesia Timur (WIT) dan dua jam dengan waktu Indonesia tengah (WITA).

Baca Juga : Teori Atom, Awal dan Perkembangannya

Waktu Indonesia Tengah (WITA)

Zona waktu Indonesia Tengah atau WITA, digunakan pada kawasan Indonesia bagian tengah atau tepatnya yang berada pada garis 120 derajat bujur timur. Daerah yang masuk ke dalam zona ini akan memakai tolok ukur WITA atau Waktu Indonesia Tengah.

Sedangkan kawasan yang masuk ke dalam zona waktu ini diantaranya ada Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk perbedaan waktunya, jika pada kawasan Waktu Indonesia Barat memperlihatkan jam 08.00, maka Waktu Indonesia Tengah akan menawarkan pukul 09.00 dan Waktu Indonesia Timur menunjukkan pukul 10.00.

Dengan artian Waktu Indonesia Tengah mempunyai selisih satu jam lebih dulu dari Waktu Indonesia Barat dan lambat satu jam dari Waktu Indonesia Timur.

Waktu Indonesia Timur (WIT)

Untuk daerah Indonesia bab timur menggunakan pembagian Waktu Indonesia Timur (WIT). Daerah yang masuk ke dalam zona waktu ini ialah kawasan yang berada pada garis 135 derajat bujur timur.

Wilayah Indonesia yang memakai zona waktu ini mencakup dua pulau adalah Maluku dan Papua. Sedangkan untuk provinsi yang memakai zona waktu ini diantaranya Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Untuk perbedaan waktunya sendiri, Waktu Indonesia Timur memiliki selisih dua jam dari waktu indonesia barat dan memiliki selisih satu jam dengan waktu Indonesia bab tengah.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan mengenai perbedaan waktu WIB, WITA, dan WIT dan sejarah munculnya pembagian tersebut. Semoga apa yang disampaikan pada postingan ini mampu menjadi tambahan isu yang berfaedah.