Teori Atom, Permulaan Dan Perkembangannya

Sobat pembaca pasti tidak gila lagi dengan teori atom bukan? Jika teman pernah menginjak kursi sekolah, pasti pernah mendapatkannya dalam pelajaran kimia. Secara khusus pada artikel kali ini, kita akan membicarakan perihal atom secara lengkap dari awal dan perkembangannya.

Kata atom sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos (a = tidak, tomos = terbagi). Atom digambarkan sebagai partikel-partikel kecil yang bangun sendiri dan mampu bersenyawa dengan partikel lain.

Dua mahir filsafat Yunani yang pertama kali mengemukakan teori atom ialah Leucippus dan Democritus. Teori tersebut dicetuskan sekitar 450 tahun sebelum masehi. Keduanya menyebutkan bahwa semua bahan mampu dibagi menjadi partikel-partikel kecil hingga tidak mampu terbagi lagi. Nah, partikel terkecil dan tidak bisa terbagi lagi itulah yang disebut dengan atom.

Hanya saja, partikel terkecil yang disebut atom tersebut hanya berbentukteori. Sebab, sampai dikala ini belum ada yang mampu melihatnya, baik secara langsung maupun menggunakan alat bantu semisal mikroskop. 

Perkembangan Teori Atom

Teori Atom

Sejak permulaan kemunculannya, teori atom terus mengalami perkembangan dalam rangka menyempurnakan yang sebelumnya. Klimaksnya pada tahun 1800, saat hadirnya beberapa inovasi baru yang berhubungan dengan teori tersebut.

Berikut ini beberapa perkembangan teori atom menurut penjelasan tokoh-tokoh yang mengemukakannya :

Dalton (John Dalton)

Pencetus perkembangan teori atom yang pertama kali oleh seorang tokoh yang bernama John Dalton. Dalam pertumbuhan yang dikemukakannya pada tahun 1803, disebutkan kalau teori atom dibangun di atas dua hukum, ialah hukum Lavoisier (aturan kekekalan massa) dan hukum Proust (hukum susunan tetap).

Isi Teori Atom John Dalton

  • Atom merupakan bab paling kecil dari suatu unsur. Oleh alasannya itu tidak mampu terbagi lagi.
  • Atom-atom sejenis mempunyai kesamaan dalam sifat, sedangkan atom-atom tidak sejenis mempunyai perbedaan sifat.
  • Penggabungan atau pemisahan atom terjadi dalam reaksi kimia.
  • Atom bisa bergabung dengan atom yang lain dalam proses pembentukan molekul dengan perbandingan lingkaran dan sederhana.

Sayangnya teori di atas memiliki beberapa kelemahan, di antaranya :

  • Tidak ada penggambaran yang terperinci bagaimana cara atom saling bergabung.
  • Masing-masing dari setiap bagian atom tidak mampu dideskripsikan.
  • Tidak mampu mendeskripsikan sifat listrik materi dengan terperinci.
  • Tidak bisa mendeskripsikan kekerabatan senyawa yang terdapat pada larutan senyawa dengan daya hantar arus listrik.

Thomson (Sir Joseph John Thomson)

Setelah hadirnya teori atom Dalton yang memiliki beberapa kelemahan, muncullah teori atom selanjutnya yang dikemukakan oleh tokoh Sir Joseph John Thomson pada tahun 1897. Kemunculan teori model atom Thomson ini memperbaiki kelemahan-kelemahan yang sebelumnya terdapat pada teori atom Dalton.

Isi Teori Atom Thomson

  • Atom bukanlah bab paling kecil dari suatu zat.
  • Massa elektron atom memiliki ukuran yang lebih kecil dari massa atom.
  • Secara keseluruhan atom bersifat netral. Pasalnya, muatan atom aktual dan negatif pada atom sama. Selain itu, atom tidak mempunyai muatan faktual dan negatif yang sifatnya berlebihan.
  • Atom bermuatan nyata tersebar secara merata ke seluruh bab atom. Nantinya atom tersebut dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan positifnya.

Sebagaimana sebelumnya, teori di atas juga mempunyai beberapa kelemahan, adalah :

  • Tidak bisa menerangkan rincian susunan muatan kasatmata dan jumlah elektron yang terdapat di dalam bola.
  • Inti atom tidak bisa diterangkan secara gamblang.

Rutherford (Ernest Rutherford)

Perkembangan teori atom terus berlanjut dengan hadirnya teori baru yang dikemukakan oleh Ernest Rutherford. Tokoh yang lahir di Selandia Baru dan berkebangsaan Inggris ini ialah murid sekaligus partner dari Thomson. Teori yang dikemukakannya ialah pengembangan dan perbaikan dari teori milik gurunya adalah Thomson.

Isi Teori Atom Rutherford

  • Atom berupa inti atom bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan negatif. Kaprikornus, bentuknya menyerupai versi tata surya.
  • Atom bersifat netral dikarenakan muatan faktual yang terkandung di dalamnya seimbang dengan muatan negatif.
  • Selama mengitari inti, gaya sentripetal yang terdapat pada elektron dibentuk oleh gaya tarik menarik yang terjadi di antara elektron dengan gaya inti atom (gaya Coulomb).
  • Sebagian besar volume atom berbentukruang kosong (bukan pejal). Sebabnya ialah ukuran jari-jari inti atom lebih kecil dibandingkan jari-jari atom.

Sebagaimana sebelumnya, teori di atas juga mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini 3 kekurangan yang ada pada teori tersebut :  

  • Tidak bisa memberikan deskripsi mengenai cara rotasi dari inti atom dan letak dari elektron.
  • Tidak bisa memperlihatkan deskripsi spektrum garis yang terdapat pada atom hidrogen.
  • Energi atom tidak stabil akhir pancaran energi dari elektron yang bergerak.

Baca Juga : Aplikasi Microsoft Math Solver Bikin Kamu Pinter Matematika

Bohr (Niels Bohr)

Setelah tersebarnya teori Rutherford, para ilmuwan menyetujui jikalau sebuah atom berisikan elektron dan inti atom. Hanya saja, teori ini dianggap belum mampu menawarkan penjelasan struktur sebuah atom. Ini merupakan kekurangan dari teori atom tersebut.

Berangkat dari kekurangan ini, muncullah seorang fisikawan yang bernama Niels Bohr. Fisikawan asal Denmark ini melakukan observasi pada tahun 1913 dan sukses menimbulkan teori atom gres yang disebut Teori Atom Bohr. 

Isi Teori Atom Bohr

  • Atom dikelilingi oleh elektron pada orbit tertentu.
  • Selama mengelilingi atom dalam lintasan, energi elektron bersifat tetap. Oleh alasannya adalah itu, tidak ada energi yang diserap atau dipancarkan.
  • Elektron hanya mampu berpindah dari satu kulit ke kulit lainnya. Cara perpindahannya yakni dengan menyerap atau memancarkan energi.
  • Lintasan-lintasan yang diperbolehkan elektron hanyalah lintasan-lintasan yang memiliki momentum sudut kelipatan bulat dari h2π (π=3,14).

Sebagaimana sebelumnya, teori yang satu ini juga mempunyai beberapa kelemahan, yakni :

  • Tidak mampu menunjukan spektrum atom yang lebih besar daripada hidrogen.
  • Tidak mampu memberikan penjelasan mengenai imbas Zeeman.

Mekanika Kuantum

Setelah kedatangan teori atom Bohr, muncullah teori mekanika kuantum untuk menyempurnakan kelemahan yang terdapat pada teori sebelumnya. Teori tersebut dikemukakan oleh fisikawan dari Austria yang Erwin Schrödinger. Fisikawan ini ialah peraih Nobel Fisika pada tahun 1933.

Selain Schrödinger, teori atom mekanika kuantum juga dikemukakan oleh Werner Heisenberg. Kedua peneliti ini (Erwin Schrödinger dan Werner Heisenberg) berbagi teori terbaru yang bernama teori atom mekanika kuantum.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan perihal teori atom dan perkembangannya yang mampu saya sebutkan pada artikel kali ini. Semoga sobat pembaca bisa mengerti apa yang sudah diterangkan, dan mampu menjadi pemanis pengetahuan bagi teman sekalian.

Untuk melengkapi pembahasan di atas, teman mampu merujuk pada buku-buku pelajaran kimia yang membahas wacana masalah tersebut. Hanya saja, saya berharap penjelasan singkat dan sederhana di atas mampu menutupi rasa ingin tahu teman terkait problem ini.

Apa itu Atom ?

Menurut Wikipedia, Atom yaitu suatu satuan dasar bahan, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan konkret, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron).