May 18, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Aplikasi

3 Alasan Google Maps Tampilkan Jalur Macet Selaku ‘Tanpa Kendala’

Google Maps Lancar Namun Macet 1 - 3 Alasan Google Maps Tampilkan Jalur Macet Selaku ‘Tanpa Kendala’

KichanHelp.com – “Dibohongi Google Maps.” Mungkin itu yang kamu pikirkan dikala disarankan Google Maps untuk melewati jalan tertentu karena kemudian lintas tanpa gangguan, namun dikala datang disana kamu justru “parkir” kendaraan alias macet parah.

Jangan marah dulu.

Ada beragam balasan mengapa informasi trafik dari Google Maps tidak cocok realita.

Berikut ini 3 alasan mengapa Google Maps mengatakan jalanan tanpa kendala, tetapi justru macet.

#1 Sedikit orang yang mengaktifkan GPS dikala di jalan tersebut

Google Maps Lancar Namun Macet 1 - 3 Alasan Google Maps Tampilkan Jalur Macet Selaku ‘Tanpa Kendala’

Google Maps juga merupakan platform crowdsourcing yang artinya setiap pengguna berkontribusi menunjukkan data terhadap pengguna lainnya.

Dalam hal ini, Google akan tahu jikalau GPS (fitur Lokasi) pada ponsel seorang pengemudi sedang aktif di suatu jalan. Semakin banyak GPS yang aktif mempunyai arti semakin banyak orang yang berada di jalan tersebut.

Lalu, jika Google Maps mendeteksi gerakan yang lambat atau bahkan berhenti, maka mampu diinterpretasikan bahwa jalanan tersebut sedang macet.

Sistem ini terdengar akurat di atas kertas, namun mempunyai satu kekurangan utama – adalah ketika orang-orang di jalan tersebut sama sekali tidak memakai GPS.

Lantas, alasannya minimnya data pengguna, Google Maps tidak tahu apakah lalu lintas berjalan tanpa gangguan atau justru macet parah.

Maka dari itu, dengan mengaktifkan GPS dalam perjalanan bahwasanya kau juga telah menolong orang lain. Pastikan kau selalu mengkalibrasi Google Maps agar selalu akurat.

#2 Google Maps menciptakan prediksi yang salah

Google Maps Lancar Namun Macet 2 - 3 Alasan Google Maps Tampilkan Jalur Macet Selaku ‘Tanpa Kendala’

Google Maps menyimpan berita lalu lintas dari waktu ke waktu untuk lalu dipelajari dan menciptakan prediksi.

Contohnya, di suatu jalan terjadi kemacetan pada hari Senin-Sabtu, namun bergerak tanpa kendala di hari Minggu. Meskipun tidak ada pengemudi yang memakai GPS di hari Minggu, Google tetap bisa memprediksi bahwa jalanan tersebut semestinya lengang (alasannya adalah memang biasanya demikian).

Namun, Google bisa saja salah.

Anggap saja di sebuah kawasan perkantoran ada suasana darurat yang memaksa para karyawannya untuk hadir di hari Minggu secara secara tiba-tiba. Tentu saja kemudian lintas akan membludak di luar prediksi.

Baca Juga:   3 Cara Membuat Highlight Instagram Tampil Lebih Dari 24 Jam

Intinya, ada hal-hal tak terduga yang menjadikan ramalan Google Maps tidak sepenuhnya akurat.

#3 Ada perbaikan jalan, kecelakaan, atau penutupan ruas yang tidak diketahui Google Maps

Google Maps telah berafiliasi Waze untuk memberi tahu pengguna terkait adanya hal-hal yang mensugesti lalu lintas, seperti kecelakaan, perbaikan jalan, atau rekayasa lalu lintas.

Sayang, tidak seluruhnya mampu diketahui dengan cepat.

Karena merupakan platform crowdsourcing, berita gres akan tersedia dalam beberapa menit, tergantung dari…

  • Ada tidaknya orang yang melapor ke Google Maps (Waze)
  • Aktif tidaknya GPS pada ponsel di sekitar area kejadian
  • Kerjasama Google Maps dengan pengelola lalu lintas

Dengan kata lain, ada banyak aspek yang menyebabkan jalanan macet yang tidak bisa dikenali Google Maps dengan gampang.

Terlepas dari itu, Google Maps tetap berupaya memberikan data seakurat mungkin demi ketentraman pengguna.