counter create hit

4 Tips dan Trik Memilih Saham IPO Untuk Pemula Agar Tidak Boncos

Bagikan:

KichanHelp.com – Tips memilih saham IPO memang sangat dieprlukan bagi investor pemula. Biasanya, saham-saham yang akan melakukan aksi pencatatan perdana atau menjadi penghuni baru di bursa sering menjadi incaran para investor. Karena pergerakan beberapa harga saham IPO akan naik di hari pertama perdagangan dan mengalami trend bullish (mengalami tren naik).

Pengertian IPO (Initial Public Offering) adalah proses penawaran saham perdana bagi suatu perusahaan atau emiten untuk dibeli publik secara terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lewat IPO, nantinya masyarakat yang ingin berinvestasi bisa membeli saham dan memiliki saham perusahaan tersebut. Adapun tujuan IPO ini sendiri yaitu untuk mengumpulkan modal atau dana segar untuk perusahaan, serta membuat saham yang dapat dibeli oleh masyarakat secara terbuka.

Keuntungan jika membali saham IPO salah satunya yakni membeli saham yang bersifat longgar karena sudah ada patokan harga. Kemungkinan keuntungan membeli saham IPO ini cukup tinggi, karena ditawarkan pada saat kondisi pasar sedang bullish. Dan jika membeli saham IPO ada kemungkinan keuntungan sebesar 10-30% pada hari pertama pembukaan perdagangan bagi investor.

Dengan demikian, berikut tips memilih saham IPO bagi investor pemula:

1. Analisis Faktor Fundamental Perusahaan
Biasanya, perusahaan atau emiten yang akan melantai di bursa akan menawarkan harga saham yang lebih murah demi menarik minat investor. Jika investor ingin membeli saham IPO, ada baiknya untuk mengalanisa faktor fundamental perusahaan tersebut.

Jika saham yang dijual dengan harga terlalu murah, bisa jadi fundamental perusahaan tersebut kurang bagus. Namun investor juga bisa menggunakan rasio-rasio sederhana dalam menentukan saham pilihan, seperti price earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV) untuk melihat valuasi saham berdasarkan besaran laba yang dicatatkan perusahaan dan nilai ekuitas dalam laporan keuangan perseroan setiap kuartalnya.

2. Perhatikan Prospektus Perusahaan
Jika ingin membeli saham perusahan yang akan IPO, pastikan investor untuk membaca prospektus keuangan perusahaan terlebih dahulu. Biasanya, prospektus tersebut akan diterbitkan sebelum perusahaan melakukan go public.

Baca Juga:   7 Aplikasi Screening Saham Gratis Terbaik

Prospektus perusahaan biasanya berisi tentang histori usaha, sektor usaha, prospek bisnis yang digeluti emiten, bahkan laporan keuangan perseroan secara detail. Laporan keuangan itu sangat penting untuk investor cermati sebelum membeli saham IPO, mulai dari pertumbuhan laba, neraca, hingga kondisi arus kas yang dialami emiten.

3. Tujuan IPO
Tips membeli saham IPO lainnya yakni ketahui apa tujuan dari perusahaan tersebut melakukan go public di BEI. Apakah dana segar yang didapat digunakan untuk ekspansi usaha atau membayar utang, investor harus mencermatinya lebih dulu.

Jika emiten melakukan IPO dengan tujuan ekspansi bisnis, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan positif karena dana IPO akan digunakan untuk mendapatkan sumber pendapatan baru yang nantinya akan dinikmati inevstor. Sebelum membeli saham IPO, usahakan terhindar dari emiten yang memiliki tujuan membayar utang dengan dana segar dari hasil IPO karena dinilai akan sulit berkembang.

4. Cermati Saham Favorit Investor

Para investor di pasar modal biasanya tertarik dengan saham yang bergerak di sektor consumer goods, rumah sakit, dan perusahaan berbasis digital. Untuk saham di sektor consumer goods sendiri, merupakan perusahaan yang menggeluti bidang bahan pangan untuk kebutuhan utama manusia seperti makanan hingga minuman. Saham-saham di sektor favorit ini saat IPO biasanya mengalami kelebihan permintaan yang tinggi, hingga puluhan kali atau over subscribed.


Bagikan:
close