counter create hit

5 Cara Belajar Saham Untuk Pemula

Bagikan:

Saham memang salah satu instrumen investasi dengan risiko tinggi. Namun bukan mempunyai arti sekuritas yang satu ini tidak mampu dan tidak boleh dibeli oleh pemula. Investor pemula bisa saja pribadi berinvestasi asalkan tahu cara membeli saham khusus pemula.

Investor pemula yang terpesona untuk berbelanja saham juga direkomendasikan untuk mempelajari banyak hal tentang instrumen tersebut. Baik itu dari segi fundamental maupun teknikalnya. Berikut ini cara berguru saham untuk pemula. 

1. Belajar Dari Internet

Tidak perlu lulusan manajemen atau akuntansi untuk menjadi seorang penanam modal ahli. Sebab, dikala ini banyak bertebaran berita-isu perihal investasi yang mendidik di internet baik yang berupa tulisan, video YouTube maupun audio Podcast. 

Salah satunya adalah dengan berguru investasi di Investbro dan terusan-jalan masuk resmi IDX dan OJK. Untuk Anda yang lebih nyaman mencar ilmu lewat Podcast, Anda bisa mulai menyimak Podcast milik Raditya Dika maupun Podcast Duit Pintar

Kalaupun Anda ingin berguru lebih lanjut, Anda mampu berbelanja buku atau membaca buku investasi yang gratis di perpustakaan. Beberapa institusi juga kadang-kadang mengadakan seminar dan pelatihan investasi secara gratis untuk pemula.

Perkembangan internet dikala ini tidak cuma akan membuat lebih mudah Anda untuk bertransaksi saham, namun juga mencar ilmu perihal investasi itu sendiri. Manfaatkan teknologi ini dengan baik biar investasi Anda menguntungkan.

2. Mulai Dari Saham Yang Murah Terlebih Dahulu

Ada kalanya seorang penanam modal pemula kurang merasa puas kalau tidak praktik dan cuma membaca postingan atau nonton video saja. Jika Anda yakni salah satu orang yang tipe belajarnya mirip ini, semestinya Anda berguru transaksi saham dari saham dengan harga murah apalagi dahulu. 

Seperti yang kita pahami dari postingan fraksi harga saham, ada banyak saham yang mampu Anda pilih sesuai dengan anggaran yang Anda miliki tergolong instrumen dengan harga di bawah 1.000 rupiah per lembar. 

Baca Juga:   Dividend Payout Ratio (Dpr): Pengertian, Rumus, Cara Menjumlah, Aspek Yang Mempengaruhi

Meskipun harga saham menggambarkan jumlah seruan dan penawaran instrumen tersebut di bursa, tidak semua saham yang harganya terjangkau itu buruk atau saham gorengan. Ada kalanya harga suatu saham rendah alasannya undervalued atau penanam modal lain gagal memprediksi harga wajar saham dari perusahaan yang merilis instrumen tersebut. 

Hanya saja, untuk mengidentifikasi hal ini Anda perlu berhati-hati. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan saham dengan harga terjangkau yang tercatat menjadi konstituen terbaik indeks mirip indeks IDX SMC atau indeks IDX Value 30

Langkah berikutnya yaitu menilik data keuangan masing-masing perusahaan dengan membaca annual report dan laporan keuangan modern perusahaan tersebut untuk memilih mana saham yang menurut Anda terbaik dan patut dibeli. 

Dengan eksklusif praktik, Anda akan jadi lebih cepat tahu caranya mengambil loss, risiko kerugian dan potensi laba saham dan mempunyai pengalaman langsung memakai aplikasi-aplikasi biro investasi. 

3. Rajin Mengikuti Berita Ekonomi

Ekonomi Indonesia dan global akan sangat menghipnotis investasi terutama saham. Oleh alasannya itu, seharusnya Anda tekun mengikuti info ekonomi baik dari sumber luar negeri mirip Bloomberg maupun dari sumber dalam negeri. 

Beberapa televisi juga menghadirkan acara khusus untuk ekonomi dan bisnis. Berita Bisnis Hari ini di Metro TV contohnya. Dengan mengikuti gosip tersebut, Anda tidak cuma akan tahu isu-info ekonomi terkini namun juga pertumbuhan IHSG dan indeks saham lainnya. 

Tentu isu mirip ini akan sungguh memiliki kegunaan untuk Anda yang ingin update informasi perihal saham dan ekonomi tetapi punya waktu terbatas untuk menganalisisnya sendiri. 

4. Ikut Komunitas Investasi

Ingin berguru investasi sembari memperbesar kenalan? Nah, ikut komunitas investasi yaitu salah satu cara terbaiknya. Dengan ikut komunitas ini, Anda tidak cuma mencar ilmu banyak hal wacana investasi dan bagaimana caranya investasi saham. Tapi, Anda juga bisa berdiskusi baik secara pribadi maupun daring dengan rekan sesama investor pemula. 

Saat ini, banyak komunitas investasi yang aktif di media umum dan bersungguh-sungguh menggelar seminar baik pelatihan online maupun offline dari yang berbayar sampai yang gratis. Silahkan cari komunitas yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda eksklusif. 

Baca Juga:   6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader

5. Terus Belajar dan Tidak Gampang Menyerah

Saham ialah instrumen investasi berisiko tinggi sehingga lebih cocok untuk investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Tentu dalam waktu 5 tahun tersebut harga saham akan naik turun dan mampu jadi naik turunnya akan tajam. Oleh alasannya itu, jika Anda ingin berinvestasi di saham, Anda disarankan untuk tetap belajar, tidak mudah panikan dan tidak mudah menyerah.

Bilyuner Warren Buffet yang notabene seorang investor kesohor di Amerika Serikat pun memerlukan waktu lama dan konsistensi untuk berguru investasi. Beliau memang mulai investasi semenjak usia 11 tahun. Tapi, untuk belajar teori, dia perlu mengambil sarjana dan magister keuangan apalagi dulu sebelum sukses seperti ketika ini.

Salah satu cara mencar ilmu saham terbaik adalah dengan membaca buku investasi. Semakin banyak buku yang Anda baca, semakin berkembangpengetahuan Anda wacana investasi saham. Pengetahuan yang banyak yaitu kunci untuk menjadi investor yang sukses.

Kalaupun Anda masih belum berani mengambil investasi berisiko tinggi dan untuk jangka panjang seperti saham, sebaiknya Anda berbelanja reksa dana saham terlebih dulu. Karena, mekanisme reksa dana saham mirip dengan saham itu sendiri. Hanya saja, Anda mampu mulai dengan 10.000 rupiah dan seluruh dana investasi yang Anda masukkan diatur oleh manajer investasi yang handal.

Selama mempunyai reksa dana saham, silahkan Anda coba untuk menikmati naik turunnya harga sekuritas tersebut. Sebab, naik turun ini juga akan Anda alami bila Anda membeli saham secara pribadi.

5 cara di atas yaitu cara mencar ilmu saham untuk investor pemula yang tujuannya ialah investasi biasa (jangka panjang atau menengah). Namun, bila Anda terpesona untuk jadi trader saham -yang mana tidak diusulkan untuk pemula- semestinya Anda mulai dengan menciptakan akun demo di perusahaan broker terlebih dahulu atau mulai dengan copy trading.

Biasanya perusahaan broker trading juga menawarkan fitur edukasi dan komunitas yang bisa dimanfaatkan oleh trader pemula untuk mencar ilmu. Namun demikian, alasannya trading saham harian memiliki risiko yang lebih tinggi daripada investasi biasa, kegiatan ini tidak dianjurkan untuk orang yang baru betul-betul mulai berinvestasi.

Baca Juga:   Scalping Saham: Pemahaman, Teknik, Cara Menjadi Scalper

Belajar investasi, khususnya investasi saham memang tidak mudah. Bahkan untuk individu yang mengambil studi sarjana administrasi dan akuntansi sekalipun, segala hal wacana investasi bisa jadi masih ialah hal gres walaupun mereka telah mempunyai basis wawasan investasi secara lazim.

Untungnya ketika ini, Anda tidak butuhmengambil kuliah manajemen dan keuangan untuk menjadi seorang investor. Dengan derma teknologi, Anda bisa berguru investasi dari manapun dan kapan pun yang Anda mau. Yang Anda perlukan ketika ini hanyalah konsistensi dan keteguhan dalam mencar ilmu dan menghadapi fluktuasi harga saham yang acap kali sulit disangka .

Mulai langkah Anda belajar saham dengan berguru secara gratis di Investbro.id kini juga. Karena, jikalau tidak kini kapan lagi Anda akan mulai berinvestasi?


Bagikan:
close