counter create hit

5 Cara Mempergunakan Kartu Kredit Untuk Investasi, Beserta Kesudahannya

Bagikan:

Saat ini banyak kemudahan pembayaran yang dikeluarkan oleh perbankan. Salah satunya yakni kartu kredit. Berbeda dengan pertolongan UMKM dan sejenisnya, kartu kredit diberikan oleh bank terhadap nasabah tertentu yang dinilai patut memilikinya. Di satu segi, nasabah bisa memakai kartu itu untuk membayar apapun yang beliau inginkan. 

Umumnya, kartu kredit dipakai untuk membayar barang-barang konsumtif entah itu baju, sepatu, makanan dan lain-lain. Namun sekarang, banyak perusahaan broker trading dan investasi yang menyediakan kartu kredit selaku pilihan setor deposito atau pencairan dana investasi. 

Cara Memanfaatkan Kartu Kredit Untuk Investasi

Investasi menggunakan dana dari kartu kredit memang bukan hal yang ilegal. Akan namun sebab intinya uang dari kartu kredit sama halnya dengan duit pinjaman, maka perlu kehati hatian yang lebih sebelum menggunakan dana dari sumber ini untuk investasi. 

Berikut ini 5 cara mempergunakan kartu kredit untuk investasi. 

1. Pilih instrumen yang memiliki potensi keuntungan lebih besar daripada bunga kartu kredit

Saat berinvestasi, tentu yang Anda inginkan yaitu menerima return atau keuntungan yang tinggi sedangkan dikala meminjam dana dari kartu kredit,  pastinya Anda cari kredit dengan ongkos bunga paling rendah. 

Ini alasannya adalah Anda secara tidak pribadi menilai bahwa return investasi yaitu profit sementara bunga santunan adalah biaya. Tentu tidak akan menyenangkan rasanya jikalau return investasi Anda sama dengan tingkat suku bunga bantuan. Karena itu artinya jumlah profit yang diperoleh sama dengan ongkos yang dikeluarkan. 

Baca Juga:   Robo Advisor: Pemahaman, Cara Kerja, Kelebihan, Kelemahan

Oleh karena itu tentukan dikala Anda memutuskan berinvestasi memakai kartu kredit, Anda tahu bahwa potensi keuntungan investasi yang Anda kerjakan lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga kartu tersebut. 

2. Hitung dengan cermat potensi laba dan biaya

Komponen ongkos kartu kredit pasti berbeda dengan kartu ATM. Misalnya, suku bunga kartu kredit cenderung lebih tinggi 1% dibandingkan bunga kredit lainnya atau kalau Anda menarik dana kartu kredit menggunakan mesin ATM, Anda akan dikenakan dana pelengkap. 

Belum lagi ada biaya administrasi yang harus Anda bayarkan saat Anda mencairkan laba investasi atau membayar deposito investasi menggunakan kartu kredit. 

Umumnya masing-masing perusahaan broker memilih kebijakan yang berlainan tentang ongkos-biaya administrasi seperti ini. Tentu ongkos tersembunyi seperti ini harus diperhitungkan lebih lanjut agar laba investasi Anda benar-benar sudah keuntungan higienis. 

3. Gunakan kartu kredit untuk berinvestasi pada instrumen yang sungguh-sungguh Anda ketahui saja

Salah satu jurus investasi sukses ala Warren Buffett yaitu berinvestasi pada industri yang telah betul-betul diketahui luar dalam. Logikanya yakni apabila investasi menggunakan duit cuek saja harus diarahkan ke perusahaan yang telah kita analisis secara mendalam, apalagi jikalau berinvestasi menggunakan uang panas seperti dana sumbangan?

Hal ini alasannya adalah apabila mengalami kerugian, penanam modal yang memakai dana dingin seperti dana tabungan untuk berinvestasi masih kondusif sebab beliau hanya rugi dan tidak butuhmengembalikan dana pemberian. Lain halnya dengan investasi menggunakan kartu kredit. Jika gagal, Anda masih tetap mesti membayar utang kredit beserta bunganya. 

4. Bayar tagihan kartu kredit sempurna waktu dan lebih dari batas minimum

Anda dapat memakai kartu kredit untuk mengeluarkan uang kebutuhan apapun, tergolong untuk investasi. Namun, pastikan Anda tidak pernah terlambat bayar tagihan kartu kredit Anda. 

Seorang jago investasi menyebutkan bahwa laba investasi (khususnya investasi jangka panjang) itu tidak niscaya, sementara ongkos bunga pertolongan ialah hal yang pasti. Oleh karena itu, bayar tagihan kartu kredit Anda tepat waktu dan lebih dari batas minimum semoga hutang Anda tidak menumpuk. 

Baca Juga:   Cara Naik Pesawat Lion Air

Ingat juga sebenarnya besaran bunga tagihan kredit bulanan mampu jadi lebih besar daripada return investasi bulanan yang Anda dapatkan. Makara, semakin cepat Anda melunasi tagihan kartu kredit beserta bunganya, maka makin aman investasi Anda. 

5. Pahami risiko menggunakan kartu kredit untuk investasi

Banyak andal keuangan menyebutkan bahwa memakai utang dalam bentuk apapun untuk berinvestasi di pasar modal dan pasar duit bukanlah langkah-langkah yang bijak. Sebab, ongkos tagihan  dana tunjangan yaitu hal yang pasti harus dibayar sementara investasi belum tentu akan menguntungkan. 

Kalaupun menguntungkan, lazimnya laba investasi baru sungguh-sungguh terlihat sesudah sekian tahun sementara tagihan pinjaman utamanya kredit akan muncul setiap bulan. Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan kartu kredit sebagai investasi, pelajari terlebih dahulu apa saja balasannya. 

Risiko Memakai Kartu Kredit Untuk Investasi

Meskipun memiliki potensi laba yang tinggi, bukan bermakna memakai kartu kredit untuk investasi bebas dari risiko.

1. Risiko Gagal Bayar

Investasi dalam bentuk apapun itu, entah itu investasi di pasar modal maupun investasi dengan membuka bisnis baru niscaya menghadapi risiko kegagalan. Setidaknya, jika Anda membuka bisnis atau berbelanja saham menggunakan uang simpanan Anda sendiri, ketika gagal Anda tidak memiliki keharusan untuk mengeluarkan uang hutang. 

Lain ceritanya bila Anda menggunakan dana sumbangan untuk berinvestasi. Saat gagal, Anda masih mesti menanggung utang baik itu kepada bank maupun terhadap saudara Anda. 

Skenario terburuknya yaitu, jikalau Anda gagal bayar utang kartu kredit ini mampu jadi aset Anda akan disita oleh bank dan skor kredit Anda akan memburuk. 

2. Skor Kredit Buruk

Perlu diingat sebenarnya Bank Indonesia dan OJK memiliki riwayat pengajuan pemberian perbankan setiap Warga Negara Indonesia. Semakin bersungguh-sungguh seorang warga mengeluarkan uang dan melunasi kredit, maka semakin baik pula skor kredit warga tersebut. Akibatnya, kalau beliau mengajukan kredit lagi, prosesnya akan lebih mudah. 

Begitupun sebaliknya. Jika riwayat kredit seorang warga buruk, maka kian sukar pula proses penerimaan kredit yang diajukan warga tersebut setelahnya. Bahkan bila warga itu mengajukan kredit untuk hal-hal krusial seperti rumah dan lain-lain. 

Baca Juga:   Cara Menciptakan M Banking Mampu Berdiri Diatas Kaki Sendiri

Maka dari itu, ketika memakai kemudahan kartu kredit untuk kebutuhan apapun pastikan Anda bisa membayarnya segera. Dengan demikian, saat Anda mengajukan pertolongan lain setelahnya, proses penerimaan kredit Anda bisa lebih singkat.

3. Risiko Kerugian Yang Lebih Besar

Anggap saja Anda meminjam uang sebesar 5 juta rupiah dengan tingkat bunga bulanan 5% untuk berinvestasi. Ketika pada bulan pertama investasi tersebut gagal, jumlah yang harus Anda bayarkan ke bank bukan lagi 5 juta rupiah namun 5.250.000 rupiah. 

Jumlah ini pastinya akan bertambah jikalau durasi pinjaman Anda lebih dari 1 bulan atau Anda terlambat bayar tagihan kartu kredit. Kaprikornus, kerugian berinvestasi memakai kredit apapun akan tetap lebih tinggi dibanding berinvestasi menggunakan dana tabungan langsung. 

Sebagai ganti kartu kredit, Anda bisa memilih instrumen yang tepat dengan keadaan keuangan Anda  atau coba mempelajari metode leveraging yang disediakan oleh perusahaan sekuritas saat Anda melakukan trading. Sistem leverage ini memungkinkan Anda untuk membeli lebih banyak saham tanpa harus memiliki deposito yang mencukupi. Akan namun, sekali lagi kian besar laba, maka kian besar pula risiko (high risk high return). Berinvestasi memakai kartu kredit tidak hanya potensial mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi, tetapi juga mampu mendatangkan kerugian yang lebih tinggi pula.


Bagikan:
close