counter create hit

6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader

Bagikan:

Candlestick ialah indikator teknis yang berbentuk mirip lilin (candle). Indikator ini penting bagi para trader maupun investor. Sebab, biasanya indikator ini mengandung isu penting seperti, kisaran harga, volume jual beli pada saat itu dan tentu saja hasil interpretasinya mampu memberikan tingkat likuiditas sebuah aset. 

Oleh sebab itu, setiap trader dan investor wajib mengenali segala sesuatu tentang candlestick mulai dari pengertiannya, jenisnya hingga bagaimana indikator ini mampu diaplikasikan pada jual beli yang faktual.

Berikut ini 6 jenis candlestick yang harus dimengerti oleh trader. 

1. Pola Doji

doji 1024x768 - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Investopedia

Pola doji ialah acuan candlestick yang lazimnya muncul saat pedagang dan pembeli memiliki bargaining power yang serupa-sama kuat. Dengan demikian, candlestick teladan doji mampu diartikan sebagai acuan candlestick yang muncul saat harga pembukaan dan penutupan relatif sama. 

Oleh alasannya itu, biasanya kedatangan candlestick teladan doji ini memberikan adalah konsolidasi harga aset dan perlambatan demam isu. Hal ini alasannya adalah kekuatan pembeli dan pedagang yang serupa membuat mereka sama-sama ragu untuk memilih posisi.

Candlestick teladan doji mempunyai ciri tubuh lilin yang tipis dan ekor panjang. Maka tidak heran jikalau kadang kala pola ini muncul dengan bentuk mirip salib, salib terbalik atau tanda plus. 

2. Pola Evening Star

evening star - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Investopedia

Candlestick pola evening star ialah salah satu tanda bahwa sebuah trend yang sedang berlangsung akan menunjukkan contoh reversal ke bawah (bearish reversal). Kebalikan dari contoh ini ialah candlestick teladan morning star yakni teladan candlestick yang menawarkan pembalikan ke atas (bullish reversal).

Candlestick pola ini mempunyai terdiri dari 3 lilin. lilin pertama berwarna putih atau hijau dan memiliki badan cukup gemuk dan memanjang. lilin kedua mempunyai tubuh gemuk namun lebih tipis dan ekornya lebih pendek sementara lilin ketiga ialah lilin berwarna merah dengan badan gemuk dan memanjang.

Baca Juga:   Review Mirae Sekuritas: Cara Daftar, Keunggulan, Dan Kekurangan (2022)

Meskipun pola evening star ialah contoh candlestick yang cukup akurat dalam memperkirakan penurunan harga, tetapi acuan ini kerap kali susah dideteksi mengingat fluktuasi harga saham yang bisa berubah hanya dalam waktu satu atau dua jam saja. Maka dari itu, umumnya para trader memakai indikator oscillator harga dan garis musim untuk menolong mereka memperkirakan kapan contoh ini akan muncul. 

3. Two Black Gapping

Two black gapping 1024x547 - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Candlestickscanner.com

Two black gapping adalah acuan candlestick yang muncul sehabis adanya ekspresi dominan peningkatan harga. Pola ini terdiri dari dua lilin berwarna merah atau hitam. Adanya candlestick acuan ini memperlihatkan adanya bearish pattern yang masih akan terus berlangsung.

Ciri-ciri candlestick contoh ini yakni harga pembukaan (opening price) pada lilin yang pertama relatif lebih rendah dibandingkan harga penutupan (closing price) pada lilin yang sebelumnya. Lalu, harga penutupan pada lilin yang kedua lebih rendah dibandingkan harga penutupan lilin pertama (candlescanner.com). 

Bentuk lilin yang pertama bisa beragam kecuali berbentuk doji (badan tipis, ekor memanjang). Hal ini alasannya secara tidak langsung candlestick pola two black gapping ini memperlihatkan penjualan kepada sebuah aset cenderung lebih berpengaruh atau banyak dibandingkan tingkat permintaannya. Oleh sebab itu, harga aset tersebut akan menurun. 

4. Shooting Star

shooting star - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Investopedia

Seperti namanya, shooting star yakni salah satu teladan candlestick yang memberikan bahwa harga suatu aset akan jatuh setelah naik selama beberapa ketika. Pola ini ditandai dengan ekor atas candlestick yang panjang, ekor bawah yang pendek atau bahkan tidak ada serta tubuh lilin yang tipis. 

Pola ini juga dapat diinterpretasikan selaku contoh candlestick yang menawarkan bahwa harga aset sebuah hari naik cukup tinggi tetapi kemudian harganya turun lagi nyaris menyamai harga pembukaan aset tersebut. 

Hal ini bisa terjadi sebab dalam beberapa periode jumlah usul aset lebih tinggi daripada penawaran. Namun alasannya satu dan lain hal, pada suatu titik jumlah pedagang atau penawaran akan lebih banyak dibandingkan jumlah pembeli. Dengan demikian, harga aset tersebut akan jatuh. 

Baca Juga:   7 Kiat Menentukan Sekuritas Untuk Investasi Saham

Biasanya acuan ini diikuti dengan candlestick lain yang mengkonfirmasi isu terkini pergerakan harga pasar. Ini terjadi jika harga pembukaan aset pada candlestick lain tersebut lebih rendah dibandingkan harga penutupan candlestick shooting star. 

5. Three White Soldiers

Three white soldiers - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Investopedia

Setelah dalam beberapa contoh candlestick sebelumnya kita membahas mengenai bearish reversal, sekarang saatnya Anda mengenali salah satu jenis candlestick yang memberikan bullish reversal. Jenis candlestick tersebut yaitu three white soldiers.

Sesuai dengan namanya, teladan candlestick ini terdiri dari tiga lilin berwarna putih atau hijau yang panjang. Selain itu, ketiga lilin tersebut lazimnya tidak memiliki ekor yang panjang atau tidak mempunyai ekor sama sekali. 

Ciri three white soldiers yang lain ialah lazimnya harga pembukaan ketiga lilin (candle) tersebut masih dalam rentang harga lilin sebelumnya. Akan tetapi, tingkat harga penutupannya lebih tinggi dibandingkan tingkat penutupan harga pada lilin yang sebelumnya. 

Biasanya teladan ini muncul setelah penurunan harga selama beberapa kurun dan tak jarang ketiga lilin ini didahului oleh acuan lilin lain yang menawarkan adanya animo pembalikan mirip candlestick doji. 

Secara intuitif, adanya three white soldiers menawarkan pergeseran sentimen pada aset terkait. Kurva putih yang tidak memiliki ekor bawah memberikan bahwa tingkat ajakan cukup tinggi sehingga harga aset tersebut mampu tetap tinggi (tidak jatuh). 

Walaupun three white soldiers adalah suatu indikator yang cukup akurat, tetapi biar trading yang Anda lakukan bisa berhasil, Anda harus memadukan indikator grafis ini dengan indikator lainnya. Sebab, tidak menutup kemungkinan kalau three white soldiers justru menggambarkan kondisi overbought sehingga harga aset tersebut akan kembali turun dalam jangka waktu pendek.

6. Three Black Crows

three black crows - 6 Jenis Candlestick Yang Harus Dikenali Trader
Sumber: Chartformation.com

Kebalikan dari three white soldiers yaitu three white crows. Three white crows adalah acuan candlestick yang berisikan 3 lilin berwarna hitam atau merah yang bertubuhbesar dan menawarkan arah penurunan harga. 

Pola candlestick ini ditandai dengan adanya 3 lilin berwarna hitam atau merah yang terletak secara berurutan. Harga opening ketiga lilin tersebut masih dalam rentang harga lilin yang sebelumnya. Tetapi, harga penutupannya lebih rendah dibandingkan harga penutupan lilin sebelumnya, 

Baca Juga:   11 Aplikasi Trading Saham Terbaik (2022)

Adanya teladan lilin yang mirip ini memperlihatkan bahwa dalam suatu sesi trading tertentu, jumlah pemasaran atau penawaran (bear) mengambil alih sentimen permintaan (bull) yang sebelumnya lebih besar lengan berkuasa. Oleh sebab itu, harga menawarkan penurunan. 

Sama seperti three white soldiers, three black crows juga harus diikuti dengan indikator teknis yang lain mirip RSI atau Bollinger bands semoga trader bisa memilih apakah sebuah aset terhitung oversold atau tidak.

Tentunya selain mengenali jenis-jenis candlestick tersebut trader juga harus tahu bagaimana cara membaca candlestick yang bagus dan benar semoga saat keenam contoh tersebut muncul, trader mampu membuka posisi yang tepat.


Bagikan:
close