counter create hit

7 Daftar Broker Forex Penipu Yang Mesti Disingkirkan

Bagikan:

Pada selesai Oktober tahun 2021 lalu, industri trading di Indonesia dikejutkan dengan adanya tindak penipuan berkedok forex trading yang dilakukan oleh Sunton Capital Ltd. Perusahaan tersebut diperkirakan berhasil menggondol dana nasabah senilai miliaran rupiah. 

Belum simpulan kasus Sunton, Indonesia beberapa bulan dewasa ini juga dikejutkan dengan penangkapan dua influencer populer, Indra Kenz dan Doni Salamanan atas tuduhan tindak kriminal penipuan berkedok binary option

Tampaknya, penduduk Indonesia yang gres melek keuangan ini perlu menyadari betapa bahayanya penipuan berkedok forex. Tentu banyak orang yang masih ingat wacana kasus pembantaian sebuah keluarga oleh sang kepala keluarga di Surabaya 14 tahun silam. Dimana ketika itu sang kepala keluarga disinyalir terlibat utang besar akibat forex trading. 

Untuk menghindari hal yang sama terjadi terhadap Anda dan keluarga, berikut ini penulis berikan 10 daftar broker forex penipu yang mesti dikesampingkan:

Daftar Broker Forex Penipu (list)

1. Sunton Capital Ltd

Pada tahun 2021, dunia maya Indonesia dihebohkan dengan adanya penipuan yang dilakukan oleh Sunton Capital Ltd, suatu institusi yang ngakunya perusahaan forex yang berbasis di Inggris. Kasus Sunton Capital ini pertama kali diangkat oleh musisi berjulukan Ananda Sukarlan di akun twitternya.

Sukarlan dikala itu menyebutkan bahwa Sunton Capital prospektif keuntungan 5% sampai 20% setiap harinya dan sempat mengeluarkan uang bunga yang dijanjikan sebelum kesudahannya menyampaikan jikalau sistemnya sedang dalam perbaikan (maintenance) dan grafik dimanipulasi total (CNBC). 

2. Binomo

Anda mungkin telah mendengar tentang perusahaan broker ini melalui kasusnya Indra Kenz atau lewat iklan di Youtube. Binomo yakni salah satu platform trading berbasis di mancanegara yang menawarkan layanan trading di berbagai komoditas termasuk forex. Platform ini memungkinkan aneka macam teknik trading dilakukan termasuk binary options.

Trading forex dalam aplikasi ini sendiri mungkin bukan menjadi problem selama tidak menggunakan prosedur binary options. Masalahnya ialah ketika perdagangan dilakukan dengan teknik tersebut dan alasannya Binomo sendiri bukan perusahaan yang legal untuk beroperasi di Indonesia. Bahkan berulang kali Bappebti dan OJK pernah memblokir situs-situs perusahaan ini.

Baca Juga:   Apakah Trading Forex Tergolong Judi?

3. Quotex

Sama mirip Binomo, Quotex adalah platform trading berbagai instrumen termasuk forex dan mata duit crypto yang berasal dari luar negeri dan tidak memiliki izin operasi dari BAPPEBTI. Bahkan berulang kali situs ini diblokir oleh BAPPEBTI dan OJK sehingga untuk mengaksesnya harus menggunakan VPN. 

Platform inilah yang di ‘endorse’ oleh Doni Salamanan di akun Youtubenya sehingga banyak followernya yang mengikuti jejak dia tetapi alasannya tidak tahu apa-apa soal trading terutama binary option, mereka justru merugi.

4. PT Arta Berjangka Nusantara

Dalam operasinya, BAPPEBTI dan OJK tidak hanya menyasar perusahaan aneh yang tidak secara resmi beroperasi di Indonesia, tetapi juga perusahaan-perusahaan lokal yang melakukan tindak penipuan dengan mengatasnamakan trading forex. Salah satunya adalah PT Arta Berjangka Nusantara ini. 

PT Arta Berjangka Nusantara pernah menjadi perusahaan broker yang legal di Indonesia sebelum karenanya izin operasinya dicabut oleh Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada tahun 2008 alasannya adalah ketidakjelasan alamat kantor, adanya prasangka penipuan serta ketidakjelasan susunan manajemen (Detik). 

5. PT Graha Finesa Berjangka

Perusahaan setempat lain yang diduga melaksanakan penipuan atas nama trading forex yakni 5. PT Graha Finesa Berjangka. Sama seperti PT Arta Berjangka Bersama, Graha Finesa juga dicabut izin operasinya oleh Bursa Berjangka Jakarta pada tahun 2008. 

Perusahaan ini disangka menggelapkan dana nasabah sampai 2,1 triliun rupiah. Bahkan 18 nasabah perusahaan ini sempat melapor ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta alasannya adalah merasa ditipu oleh perusahaan tersebut.

6. 4XP atau Forex Place

Tidak adanya legalitas operasi dari suatu perusahaan forex yakni suatu tanda red flag penting. 4XP atau forex place ini misalnya. Perusahaan ini mengaku sudah memiliki izin operasi dari British Virgin Island, daerah kantor pusatnya berasal semenjak tahun 2007. Namun nyatanya, pada tahun 2013 otoritas keuangan dari negeri tersebut menyatakan bahwa 4XP tidak mempunyai izin di sana. 

Akibatnya, seluruh operasi perusahaan ini ditutup total meskipun secara garis besar layanannya cukup meyakinkan.

Baca Juga:   Margin Level Dalam Forex Dan Mengapa Penting

7. Forex Metal

Forex Metal adalah perusahaan broker yang sempat memiliki lisensi IFSC Belize sebelum risikonya ditutup karena banyak nasabah yang mengaku gagal mempesona duit. Perusahaan ini bangun di Panama pada tahun 2007 dan ditutup pada tahun 2014. Sayangnya, dikala ini beberapa pihak memperoleh ada perusahaan dengan logo sama (hanya beda warna) yang menggunakan nama sama dengan perusahaan ini.

Tips Agar Tidak Menjadi Korban Penipuan Broker Forex

1. Periksa legalitasnya

Penting bagi seorang trader untuk mengetahui legalitas sebuah perusahaan broker. Berkaca dari kasus Sunton, trader tidak akan bisa melakukan apa-apa dikala ternyata broker tersebut melakukan penipuan. 

Di Indonesia, otoritas yang menawarkan legalitas ini adalah BAPPEBTI dan OJK. Jadi, broker yang legal untuk beroperasi di Indonesia, ialah broker yang telah terdaftar di kedua forum sekarang. 

Masalahnya adalah biasanya, perusahaan yang mempunyai legalitas ini yaitu perusahaan nasional dan tidak jarang, perusahaan nasional tersebut memiliki kualita pelayanan yang kalah berkompetisi dari perusahaan internasional. Jika Anda menentukan perusahaan internasional, maka pilihlah perusahaan yang memiliki lisensi dari forum berikut ini:

  1. Financial Conduct Authority (FCA) (Inggris).
  2. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan National Futures Association (NFA) Amerika Serikat.
  3. Australia Securities and Investments Commission (ASIC).
  4. Financial Service Agency (FSA) (Jepang).

Keempat forum tersebut diketahui cukup ketat dalam mengendalikan jual beli forex di negerinya. Meskipun telah mempunyai regulasi di keempat forum tersebut, Anda juga mesti sadar jika risiko menggunakan jasa broker internasional ialah, lembaga di atas tidak mampu serta merta membantu Anda kalau ternyata perusahaan broker tersebut menipu. Alasannya, Anda bukan warga negara di negara tempat lembaga tersebut beroperasi.

2. Forex bukan reksa dana

Jika dalam reksa dana aset yang Anda miliki dikelola oleh manajer investasi, maka dalam dunia forex, Anda harus mengorganisir aset tersebut sendiri. Jangan percaya bila ada orang yang memberikan jasa trading forex terhadap Anda, karena selain bahaya, trading forex dengan cara titipan seperti ini juga melanggar aturan BAPPEBTI. 

Baca Juga:   13 Broker Forex Terbaik Di Indonesia (2022)

3. Jangan yakin iming-iming untung besar 

Trading bukanlah mainan, trading lebih seperti bisnis. Perlu perjuangan besar dan waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungan yang dikehendaki. Bahkan dalam trading forex, rasio terjadinya kegagalan trading biasanya lebih tinggi dibandingkan rasio kemenangannya. Makara, jangan gampang percaya kalau ada orang yang menunjukkan forex trading dengan iming-iming imbal hasil besar dalam waktu singkat.

4. Pastikan kredibilitas perusahaan forex

Terakhir, pastikan Anda sudah mengusut dapat dipercaya perusahaan forex tersebut sebelum mulai berinvestasi. Caranya? Periksa alamat kantornya, lihat situs web-nya, cari namanya di laman resmi BAPPEBTi, lihat isu-isu terkait perusahaan tersebut dan sebagainya.


Bagikan:
close