counter create hit

Ancaman Aplikasi Vivavideo, Gudang Malware Dan Curi Data

Bagikan:

Jika kau tergolong salah satu pengguna aplikasi VivaVideo, awas hati-hati! Pasalnya aplikasi VivaVideo dilaporkan memiliki dan bica curi data pengguna.

Aplikasi VivaVideo merupakan aplikasi edit video di hp Android dan iOS yang punya terlalu banyak pengguna. Aplikasi ini dibuat oleh pengembang asal China yakni QuVideo Inc.

Tak tanggung-tanggung, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store.

Laporan adanya malware pada aplikasi VivaVideo ini pertama kali dipublikasikan oleh perusahaan keselamatan siber bernama VPNPro.

Bahaya Menggunakan Aplikasi VivaVideo

41 Bahaya aplikasi vivavideo - Ancaman Aplikasi Vivavideo, Gudang Malware Dan Curi Data
Sumber gambar: VivaVideo

Dalam laporan modern yang dirilisi oleh VPNPro, mereka mengkalim bahwa aplikasi VivaVideo ialah aplikasi spyware.

Aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis itu nampkanya meminta sejumlah perizinan (permission) yang tidak wajar.

Salah satunya yakni usul aplikasi untuk mengakses lokasi pengguna via GPS. Sebagai aplikasi “editing video” tentu saja hal ini sangat tidak masuk akal.

Selain itu, aplikasi ini juga mampu meminta izin untuk memodifikasi (menulis file) memori eksternal, tergolong menusil dan membaca file yang tersimpan di dalamnya.

Kurang lebih aplikasi ini akan meminta 9 izin berbahaya di ponsel kau, mulai dari yang disebutkan di atas, membaca kondisi ponsel, mengakses kontak di ponsel pengguna, sampai meminta untuk membaca log panggilan pengguna.

Sebetulnya bukan kali ini saja aplikasi VivaVideo dianggap berbahaya. Pada tahun 2017 kemudian, aplikasi VivaVideo juga disebut selaku aplikasi gudangnya malware.

Saking berbahayanya, aplikasi ini hingga tidak boleh di beberapa Negara. Salah satu Negara yang melarang yaitu India. Aplikasi ini dianggap selaku aplikasi kepetangan dan dilarang dipakai oleh mereka yang bekerja di bidang militer.

Namun begitu, ternyata salah satu aplikasi produksi QuVideo yang lain malah kian terkenal di India. Aplikasi itu bernama VidStatus.

Baca juga: 10+ Aplikasi Pemotong dan Penyambung Video di HP Android

Sejumlah Aplikasi Buatan QuVideo yang Juga Disinyalir Berbahaya

42 Bahaya aplikasi vivavideo - Ancaman Aplikasi Vivavideo, Gudang Malware Dan Curi Data
Sumber gambar: Vpnpro.com

Selain VivaVideo, pengembang yang beralamat di Hangzhou ini juga memiliki sejumlah aplikasi serupa dengan nama yang berlawanan.

Beberapa diantaranya yaitu VivaVideo Pro, SlidePlus, Tempo, VivaCut, dan VidStatus.

Baca Juga:   Cara Membedakan Charger Iphone Orisinil Dan Imitasi

Deretan aplikasi tersebut juga dinyatakan berbahaya, alasannya meminta sejumlah terusan yang tidak masuk akal. Permintaan yang berbahaya untuk privasi dan data pengguna.

Bahkan aplikasi VidStatus dianggap sungguh berbahaya oleh Microsoft alasannya tertangkap basah dibekali dengan program Trojan berbahaya yang berjulukan Trojan:Android/AndroRat.

Program Trojan Android yang ditemukan pada aplikasi tersebut bisa dipakai untuk menggerus rekening bank atau akun PayPal pengguna.

Di Negara India sendiri terdapat lebih dari 40 aplikasi berbahaya yang dihentikan, lantaran disinyalir mengandung malware atau spyware yang berbahaya. Termasuk VivaVideo, bersama sejumlah aplikasi asal China lainnya seperti UC Browser, ShareIT, WeChat dan lain sebagainya.

Baca juga: 10+ Aplikasi Edit Video Terbaik di Android dan iOS

Mengoleksi dan Memonetisasi Data Pengguna

Seperti yang disampaikan oleh VPN Pro, kelakukan aplikasi yang meminta kanal berbahaya ini amat akrab kaitannya dengan kolektifitas (pengumpulan) data pengguna.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, argumentasi yang paling jelas yakni pengembang aplikasi gratis meminta begitu banyak izin berbahaya yang tidak perlu yaitu untuk menjual gosip kau kepada kolektordata yang lain.

Salah satu data yang paling sensitif dan paling menguntungkan yaitu data lokasi kau.

Contoh masalah, permitnaan izin lokasi yang diminta aplikasi Tempo, bahkan meminta 4 kali meminta perizinan lokasi yang berlawanan.

Dengan begitu, akan memungkinkan aplikasi mengantardata lokasi kau hingga lebih dari 14 ribu kali per hari, bahkan ketikan kau tidak sedang memakai aplikasi tersebut.

Data seperti ini akan menciptakan pengembang macam QuVideo makin kaya. Selaras dengan yang dikatakan oleh VPN Pro, bahwa beberapa kolektordata bersedia mengeluarkan uang $4 US atau sekitar Rp. 56.000,- rupiah per bulan untuk setiap 1.000 pengguna aktif.

Baca juga: Hati-hati, 30 Aplikasi Android Berbahaya Ini Diam-membisu Sedang mengintai Anda

Menyambung hal itu, pihak VPN Pro menyampaikan bahwa QuVideo mampu menghasilkan lebih dari $30.000 US atau sekitar Rp. 439,6 juta dari pengguna aktif per bulannya.

Hal itu di dasarkan pada 5 persen pengguna aktif dari total pemasangan sejumlah aplikasi milik QuVideo. Bagaimana jika ternyata total pengguna aktif aplikasi mereka lebih dari itu? Tentu saja data yang mereka jual juga semakin banyak.

Baca Juga:   4 Argumentasi Mengapa Harus Upgrade Ke Android 7.0 Nougat

Sekarang pihak pengembang VivaVideo semakin menjadi sorotan. Pasalnya pihak pengembang aplikasi VivaVideo, belum memberikan informasi resmi terkait dugaan yang dilontarkan VPN Pro tersebut.

Baca juga Google Meet Kini Terintegrasi via Menu Gmail atau ulasan yang lain di Tech News.


Bagikan:
close