fbpx

Apa Itu Copy Trading Dan Mengapa Banyak Dipakai

Bagikan:

KichanHelp.com – Selain robot trading dan akun demo, ada satu cara berguru trading forex untuk pemula yang masih berguru trading tetapi ingin menerima laba. Cara tersebut ialah melalui copy trading.

Belakangan ini, copy trading menjadi salah satu alternatif trading yang cukup populer baik itu untuk trading forex, saham maupun komoditas yang lain. Selain itu, sudah banyak juga perusahaan broker yang menawarkan fitur satu ini.

Apa itu Copy Trading?

Copy trading ialah fitur yang memungkinkan trader pemula untuk menyalin posisi dan taktik dari trader yang lebih ahli. Trader lain yang lebih andal ini disebut dengan master trader sementara orang yang menyalin strategi tersebut disebut dengan copy trader.

Karena adanya fitur ini, banyak trader pemula yang mampu menerima keuntungan trading hanya dengan menyalin seni manajemen orang yang lebih hebat dengan tanpa mempelajari berbagai indikator teknis dan fundamental satu per satu. Sebagai gantinya, trader mahir tersebut menerima kompensasi entah itu berupa persentase dari keuntungan trading follower-nya maupun dalam bentuk komisi tetap.

Mengapa Copy Trading Banyak Digunakan?

Dari sisi seorang trader, copy trading banyak dipakai sebab:

1. Hemat waktu

Karena tidak butuhmempelajari indikator teknis forex dan mendasar satu per satu dan menerapkannya dalam trading, copy trading digunakan karena lebih hemat waktu dibandingkan trading secara manual.

2. Edukasi

Platform copy trading juga memungkinkan pemain pemula untuk bekerjasama secara eksklusif dengan master trader yang dia tiru. Dengan demikian, beliau mampu bertanya eksklusif mengenai seni manajemen trading yang menguntungkan dan alasan dibaliknya.

Lebih dari itu, tak sedikit dari master trader yang juga berprofesi selaku content creator. Biasanya, orang yang seperti ini mempunyai komunitas belajar khusus bagi orang lain yang menggunakan strateginya.

Baca Juga:   7 Aplikasi Analisis Saham Terbaik Untuk Pemula (2022)

3. Praktis

Keuntungan lain dari copy trading ialah caranya terbilang praktis. Trader cuma perlu mengunduh dan menciptakan akun di aplikasi copy trading yang tersedia kemudian memilih master yang diharapkan. Dengan cara ini, trader juga mampu melakukan diversifikasi portofolio sesuai dengan portofolio master terkait.

Adapun bagi master trader, laba dari copy trading yakni mendapatkan penghasilan aksesori diluar dari pekerjaan utama mereka dan keuntungan yang diperoleh dari trading itu sendiri. Sisi minusnya ialah orang yang menyalin berekspektasi bila master trader terus mendapatkan laba, sehingga jika rugi, banyak trader penyalin yang mau menanyakan banyak hal terhadap master tersebut.

Maka dari itu, tak heran bila aplikasi ini banyak digemari oleh trader pemula yang ingin belajar maupun trader berpengalaman yang ingin menambah pendapatan.

Cara Kerja Copy Trading

Setiap aplikasi atau website menerapkan tahapan berlainan-beda. Namun, secara garis besar, berikut ini beberapa cara copy trading:

  1. Trader membuat akun di aplikasi trading terkait dan menyetorkan dana deposit.
  2. Setelah dana deposit diterima, trader bisa menentukan master trader dari daftar yang tersedia. Daftar master ini lazimnya dilengkapi dengan profil termasuk pengalamannya di bidang trading dan keuangan, riwayat untung/ ruginya, komisi yang dia terapkan dan lain sebagainya.
  3. Setelah trader memilih master, trader tersebut mampu mengklik menu copy trading yang tersedia lalu memasukkan berapa modal copy trading yang ingin dia copy. Modal ini bisa dimasukkan dalam bentuk persentase maupun dalam satuan uang.
  4. Setelah trader memasukkan modal, ia mampu mengawasi jumlah keuntungan atau kerugian trading beserta data-data embel-embel yang lain melalui aplikasi tersebut.
  5. Beberapa platform juga menyediakan fitur sosial yang memungkinkan trader untuk mengajukan pertanyaan eksklusif terhadap master.

Apakah Copy Trading Menguntungkan?

Menurut observasi dari Dr. Yaniv Altshuler pada tahun 2012, social trading seperti copy trading cenderung menawarkan kesempatan lebih besar bagi trader untuk menemukan laba. Meskipun demikian, Altshuler menyebutkan bahwa tidak jarang trader pemula kurang bisa memaksimalkan keuntungan tersebut dengan memilih master secara asal.

Baca Juga:   10 Desain Tempat Duduk Teras, Bikin Nyaman Seharian

Penelitian lain pada tahun 2014 menyebutkan hal yang sama bahwa social trading condong menghadirkan positive return (Martino, dkk: 2014). Namun demikian, penelitian tersebut juga menyebutkan bila return on investment (ROI) dari metode ini lebih rendah dibandingkan ROI trader lazimyang sukses.

Disisi lain, Pelster dan Hoffman (2018) menyebutkan bahwa risiko memakai copy trading dan tipe sosial trading lainnya lebih besar dibandingkan trader biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya disposition effect yang bisa mempengaruhi keputusan master trader.

Disposition effect yakni perilaku seseorang yang condong lebih takut kerugian dibandingkan menikmati kenikmatan. Dalam perkara copy trading, master trader lebih takut transaksi yang ia kerjakan menciptakan kerugian dibandingkan menikmati keuntungannya. Akibatnya, ada kecenderungan master trader untuk memasarkan aset yang sedang naik tinggi alasannya takut merugi.

Risiko Copy Trading

1. Kerugian tidak bisa dievaluasi

Risiko pertama yakni kerugian dalam jenis sosial trading ini yang tidak mampu dievaluasi sebab trader cuma menyalin strategi orang lain. Strategi master trader memang mampu dievaluasi, tetapi pastinya tidak mampu sedalam penilaian kerugian trading yang diakibatkan oleh taktik milik sendiri.

Akibat lainnya dari kerugian yang tidak bisa dievaluasi ini yaitu skill trader penyalin yang tidak berkembang. Hal ini sebab penilaian strategi penting untuk membangun taktik-seni manajemen selanjutnya.

2. Risiko teknis

Risiko lainnya yaitu risiko teknis. Beberapa master trader mengeluhkan hal ini alasannya adalah, akibat teknis aplikasi yang mereka gunakan transaksi yang mereka lakukan merugi dan para trader penyalin strategi tersebut berbondong-bondong meminta klarifikasi dari master trader.

Perlu dikenang bergotong-royong taktik teknis mirip, data yang tidak real time atau aplikasi macet bukanlah salah master trader sehingga, seharusnya jika master trader mengungkapkan kendala teknis seperti ini, pihak penyalin secepatnya bertanya kepada penyedia aplikasi terkait.

3. Risiko emosi

Seperti yang tertulis pada hasil penelitian di atas, master trader rentan terhadap disposition effect.  Hal ini karena kalau tradingnya merugi, master trader akan ditanyai oleh para trader penyalin. Ini pasti akan membuat emosi trader berpengalaman tersebut tertekan. Belum lagi fakta bila hal mirip ini tidak dibantu oleh pihak pemasoklayanan copy trading.

Baca Juga:   Cara Investasi Logam Mulia

Emosi yang stress ini bisa menyebabkan keputusan-keputusan yang kurang logis dan mampu dipertanggung jawabkan.


Bagikan: