counter create hit

Cara Bayar Pajak Online

Bagikan:

Cara bayar pajak online penting untuk dimengerti para wajib pajak, setiap wajib pajak harus melakukan pembayaran pajak yang terutang pada kas negara. Khususnya WP untuk pebisnis yang kena pajak. Mengingat pentingnya pembayaran pajak, maka wajib pajak mesti membayar pajak secara rutin setiap bulannya.

Sebagai pemungut PPh (Pajak Penghasilan) atau PPN untuk setiap transaksi barang maupun jasa yang dibebankan pajak. Kamu harus menyetorkan pajak yang terhutang pada negara di setiap bulannya. Sementara bagi yang telah menanggulangi permasalahan administrasi perpajakan yang ada di perusahaan, penyetoran pajak umumnya sudah menjadi rutinitas tersendiri. Namun bagi yang belum usang mengurus proses admininstrasi perpajakan, akan kebingungan.

Jika Kamu sudah mengkalkulasikan jumlah pajak yang wajib ditanggung, pihak wajib pajak berikutnya wajib membayar pajak terutang ini di tahun berlangsung atau di tamat tahun waktu pajak. Biasanya cara bayar pajak online bisa dijalankan lewat layanan e-billing.

Mengenal Istilah Dalam Pembayaran Pajak Online

Biasaanya pembayaran pajak online dikenal juga sebagai metode e-billling. Apa itu e-billing? e-Billing pajak ialah aplikasi khusus pembayaran pajak online atau secara elektro lewat billing system DJP.

Selain itu, e-Billing tergolong juga ke dalam bab MPN-G2, sebagai akronim dari Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua. Dimana MPN-G2 tersebut sudah dikembangkan dengan tujuan mendukung implementasi dari cash management lewat penghidangan informasi penerimaan untuk negara. Tentu saja hal ini dikerjakan dengan cara real time lewat pemanfaatan teknologi.

Baca Juga:   √ 3 Cara Merubah Tagihan Kartu Kredit BCA Menjadi Cicilan 2022

Melalui tata cara MPN-G2 tersebut, semua transaksi pembayaran untuk penerimaan negara, tergolong Bea Cukai, PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mampu dilayani. Tak cuma itu, metode ini juga bisa menimbulkan pembayaran pajak mampu dilakukan dimana saja dan kapan saja secara eksklusif memakai e-billing.

Sementara itu, Billing System DJP ialah metode elektro dari DJP untuk mengurus dan menerbitkan aba-aba billing selaku bab pada tata cara penerimaan berbasis elektronik.

Nah, kode billing mempunyai pengertian sebagai isyarat kenali dari billing system DJP. Format dari aba-aba billing tersebut yaitu terdiri atas 15 digit angka, dengan digit pertama menyatakan kode untuk penerbit billing.

Diantara 15 digit angka dalam format aba-aba billing tersebut, 1 digit angka yang pertama yaitu kode penerbit untuk billing system DJP, sedangkan 14 digit angka lainnya yakni angka random atau acak.

Cara Penerbitan Kode Billing

Untuk penerbitan kode billing yang dilakukan DJP dalam cara bayar pajak online sendiri terdiri atas 2 cara, diantaranya :

1. Layanan Mandiri

Metode layanan berdikari ini tujuannya, Kamu akan mendapatkan kode billing melalui susukan aplikasi e-billing atau billing DJP.

2. Penerbitan Secara Jabatan Oleh DJP

Dalam hal ini, instruksi billing bisa ditemukan darai penerbitan SKP atau Surat Ketetapan Pajak, SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), STP (Surat Tagihan Pajak, SKP PBB, atau STP PBB yang menimbulkan pajak kesannya kurang bayar.

Apa Saja Jenis Pembayaran Pajak yang Dilakukan di e-Billing?

Jenins pajak tertentu yang diadministrasikan DJP lewat tata cara e-billing ialah pajak PPh, PBB, PPN, sektor Pertambangan, Perhutanan, Perkebunan atau P3, PNBP, dan Bea Cukai.

Melalui adanya sistem e-Billing, Kamu tak perlu lagi mesti repot-repot melaksanakan pengisian formulir SSP (Surat Setoran Pajak), SSPB (Surat Setoran Pengembalilan Belanja), dan SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak).

Cara Bayar Pajak Online

Cara Bayar Pajaak Onlilne 200x112 - Cara Bayar Pajak Online
Panduan Cara Bayar Pajak Online via e-Billing

Panduan Cara Bayar Pajak Penghasilan Online

Sebenarnya, tahapan-tahapan dalam cara bayar pajak online itu sungguh gampang, Kamu tinggal mengikuti langkah-langkahnya di bawah ini :

  • Lakukan pendaftaran e-billing terlebih dahulu.
  • Membuat Kode atau ID Billing.
  • Pakai ID Billing yang digunakan untuk pembayaran pajak yang dilakukan di bank persepsi. Pastikan untuk menemukan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) selaku bukti pembayarannya.
Baca Juga:   Cara Isi Pulsa Di Mytelkomsel Bayar Pakai Gopay

Layanan Untuk Pembuatan ID Billing

Dalam membuat ID billing atau instruksi billing yang dipakai dalam cara bayar pajak online, maka Kamu sebagaiwajib pajak bisa mendapatkannya lewat 7 cara berikut :

  • ASP atau pemasokjasa aplikasi yang sudah ditunjuk DJP.
  • Surat Setoran Pajak atau SSP model 2, yakni tersedia di DJP Online.
  • Melalui livechat di www.pajak.go.id.
  • Teller bank pandangan.
  • Kantor Pos Indonesia.
  • Melalui Internet banking bagi nasabah perbankan tertentu.
  • Layanan ID Billing yang ada di KP3KP atau KPP secara mandiri.
  • Kring Pajak di nomor 1 500 200
  • Lewat laman portal untuk penerimaan pajak negara di alamat mpn.kemenkeu.go.id.

Website DJP Online

Jika Kamu sudah mempunyai akun DJP Online, Kamu mampu login dengan cara login DJP online, berikutnya tambahkan saja hak saluran untuk e-billing. Berikut caranya :

  • Silahkan pililh ‘Profil Lengkap” di samping kiri situs web.
  • Centang pilihan e-billing di dalam opsi ‘Kurang atau Tambah Hak Akses’.
  • Ketuk opsi ‘Ubah Akses’.

Jangan lupa, PIN yang digunakan untuk mengakses SSE3 dan SSE1 tak mampu dipakai pada layanan DJP Online.

Apabila Kamu belum mempunyai akun di layanan DJP Online, silahkan daftarkan dahulu akunnya. Untuk mendaftarkan di DJP online, Kamu perlu mengajukan aktivasi EFIN. Dimana permohonan tersebut bisa dilaksanakan dengan cara mendatangi :

  • KP2KP atau KPP terdekat untuk wajib pajak individu.
  • KPP atau KP2P yang terdaftar, untuk WP badan maupun bendahara.

Bank atau Kantor Pos Persepsi

Untuk bank atau kantor pos pandangan ada beberapa pilihan, diantaranya :

1. Lewat ATM

Mesin ATM di bank BNI dan Mandiri, bahkan di agen Laku Pandai, baik itu BNI 46, BRILink, dan Mandiri yang digunakan untuk pembayaran pajak, mencakup :

  • PP 23 UMKM atau PPh Final Bruto Tertentu.
  • PPN Dalam Negeri.
  • PPh untuk pasal 21/23/22/25 baik orang eksklusif maupun tubuh.

Sementara mesin ATM Bank BCA dipakai untuk mengeluarkan uang pajak PPh Final Bruto atau PP 23 UMKM.

2. Layanan Internet Banking

Ada 10 jenis bank, diantaranya Bank Bukopin, Citibank, BRI, CIMB Niaga, Bank BCA, Bank Permata, Bank Danamon, Bank OCBC NISP, dan Maybank.

Baca Juga:   Cara Bayar Pajak Motor

3. CS Pada Bank Persepsi

Kamu juga bisa melaksanakan cara bayar pajak online melalui customer service bank Persepsi.

4. Teller di Kantor Pos Persepsi

Selain customer service di Bank Persepsi, pembayaran mampu dilaksanakan di kantor pos persepsi.

Kelebihan Pembayaran Pajak Melalui e-Billing

Dengan cara bayar pajak online lewat e-billing pajak, ada banyak keunggulan yang dapat diperoleh, diantaranya :

1. Lebih Praktis

Pembayaran pajak dengan e-Billing lebih simpel dan gampang, alasannya Kamu bisa melaksanakan pembayaran pajak kapanpun dan dimanapun.

2. Menghindari Kesalahan Pencatatan Tranasaksi

Dalam pembayaran pacak manual, seringkali masih ditemui kesalahan-kesalahan pencatatan. Namun dengan e-Billing dapat meminimalkan kesalahan pencatatan transaksi tersebut. Karenanya semua sudah terdata secara ottomatis.

3. Transaksi Real Time

Data serta hasil transaksi pembayaran pajak biasanya langsung tersimpan dalam tata cara OJP, karena itu mampu meminimalkan resiko data yang hilang yang disebabkan oleh kelalaian.

Melalui fitur e-billing yang digunakan ke dalam cara bayar pajak onine, maka kegiatan pembayaran pajak menjadi lebih praktis dan praktis. Unttuk lebih memahami bimbingan pembayaran pajak, Kamu juga mampu bertannya ke layanan DJP pajak.go.id.

 

 


Bagikan:
close