May 19, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Saham

Cara Investasi Saham Syariah Untuk Pemula

Hukum berinvestasi saham untuk umat muslim adalah boleh asalkan menyanggupi syarat-syarat tertentu. Hal ini sesuai dengan pedoman Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama’ Indonesia nomor 40 tahun 2003 ihwal Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. 

Bahkan semenjak tahun 2000, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menerbitkan Jakarta Islamic Index (JII), sebuah indeks yang berisi saham-saham yang dinilai cukup sesuai dengan hukum syariah. Tapi, pertanyaannya yaitu bagaimana cara berbelanja saham-saham tersebut? Berikut ini cara investasi saham syariah untuk pemula.

Cara Investasi Saham Syariah

Ikuti cara di bawah ini untuk berinvestasi di saham syariah:

1. Pilih perusahaan sekuritas yang telah mempunyai Sharia Online Trading System

Langkah yang pertama adalah memilih perusahaan sekuritas yang sudah memiliki sharia online trading system (SOTS). SOTS adalah metode jual beli saham yang telah diverifikasi MUI perihal tata cara dan transaksinya. 

Dalam tata cara SOTS ini, Anda tidak akan bisa melakukan transaksi perdagangan saham yang dihentikan oleh agama seperti, margin trading dan short selling serta semua transaksi akan dilaksanakan secara tunai. 

Sementara itu, perusahaan sekuritas atau perusahaan broker ialah perusahaan yang Anda manfaatkan jasanya selaku mediator perdagangan saham. Perusahaan inilah nantinya yang menawarkan hal-hal seperti, rekening saham, rekening dana nasabah, aplikasi trading berbasis syariah dan lain sebagainya. 

Sayangnya, tidak semua perusahaan sekuritas memiliki sistem SOTS. Dari 500 lebih perusahaan sekuritas besar dan kecil di Indonesia, cuma 14 perusahaan yang telah menawarkan sistem SOTS. 14 perusahaan tersebut ialah:

  1. Indopremier Sekuritas
  2. Mirae Asset Sekuritas
  3. BNI Sekuritas
  4. Mandiri Sekuritas
  5. Panin Sekuritas
  6. FAC Sekuritas
  7. MNC Sekuritas
  8. HP Sekuritas
  9. Phillip Sekuritas Indonesia
  10. Samuel Sekuritas Indonesia
  11. RHB Sekuritas
  12. Maybank Sekuritas Indonesia
  13. BRI Danareksa Sekuritas
  14. Phintraco Sekuritas
Baca Juga:   Rasio Aktivitas: Pemahaman, Rumus, Jenis, Contoh, Interpretasi

2. Membuat rekening efek syariah

Langkah yang kedua yakni membuat rekening imbas syariah di perusahaan sekuritas yang Anda pilih. Anda perlu ingat bekerjsama meskipun memiliki jenis layanan yang serupa, perusahaan sekuritas di atas pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, tentukan Anda telah menentukan perusahaan sekuritas terbaik versi diri Anda sendiri. 

Untuk membuat rekening efek syariah ini, Anda mampu membuka situs web masing-masing perusahaan sekuritas atau mengisi data di laman IDX Islamic. Saat ini beberapa perusahaan sekuritas sudah membuka layanan pengerjaan akun secara online sehingga yang perlu Anda kerjakan hanyalah menyiapkan dokumen yang disyaratkan dan mengunggah dokumen-dokumen tersebut.

Adapun dokumen yang menjadi tolok ukur lazimnya adalah:

  1. KTP.
  2. NPWP. Kalau belum punya NPWP mampu menggunakan surat pernyataan tidak memiliki NPWP yang sudah ditawarkan oleh pihak sekuritas. 
  3. Bagian depan buku simpanan. 

Jika proses registrasi masih dilaksanakan secara semi online, umumnya calon investor akan diminta mengantardokumen-dokumen di atas beserta formulir ke kantor perusahaan sekuritas dan menyantap waktu aktivasi 2-3 hari kerja. 

Namun, jika perusahaan sekuritas sudah menawarkan layanan pendaftaran yang sepenuhnya online, proses ini lazimnya cuma berlangsung berjam-jam saja alasannya dokumen hanya perlu diunggah dan formulir bisa diisi ditempat. 

3. Install aplikasi trading

Setelah Anda mengirim dokumen standar dan formulir, pihak perusahaan sekuritas akan mengantarkan arahan verifikasi ke email yang Anda daftarkan. Klik aba-aba verifikasi tersebut untuk mendapatkan username dan password aplikasi. 

Selanjutnya, unduh aplikasi online trading yang disediakan oleh pihak sekuritas lalu gunakan username dan password di atas untuk masuk ke aplikasi tersebut. Setelah berhasil masuk, jangan lupa untuk mengisi dana deposit terlebih dahulu. 

Dana deposit ini adalah modal awal yang Anda butuhkan untuk melakukan transaksi. Jadi bila dana ini belum masuk ke rekening, Anda tidak akan bisa melakukan trading saham. Baru deh sesudah dana deposit berhasil terkirim dan masuk rekening, Anda siap untuk bertransaksi saham syariah

Aset Investasi Syariah Selain Saham

Anda masih ragu untuk berbelanja saham syariah? Atau ingin melaksanakan diversifikasi portofolio investasi? Berikut ini beberapa aset investasi syariah selain saham yang bisa Anda beli:

Baca Juga:   Review Ipot: Kelebihan Dan Kelemahan Indo Premier Sekuritas

1. Sukuk

Sukuk yaitu surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan seseorang atas suatu aset tertentu. Dibandingkan dengan saham, sukuk lebih mirip dengan obligasi karena memiliki tanggal jatuh tempo tertentu dan tingkat imbal bagi hasil yang telah ditentukan di awal.

Perbedaan lain antara sukuk dan saham yaitu sukuk jarang diterbitkan dan hanya bisa dibeli di Mitra Distribusi (MIDIS) yang ditunjuk oleh penerbit sukuk. Tak jarang MIDIS disini ialah pihak perbankan. 

Sukuk bisa diterbitkan oleh perusahaan (sukuk korporasi) maupun oleh pemerintah. Namun dikala ini mayoritas sukuk diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka menolong pendanaan proyek-proyek pemerintah tertentu. 

2. Reksa dana syariah

Instrumen investasi syariah selain saham yang kedua yakni reksa dana syariah. Adapun tata cara reksa dana yaitu uang dari penanam modal dikumpulkan lalu dialokasikan ke instrumen-instrumen keuangan tertentu oleh manajer investasi. 

Dalam konteks reksa dana syariah, instrumen-instrumen keuangan tertentu disini ialah instrumen keuangan yang sudah terverifikasi selaku instrumen keuangan syariah misalnya saham-saham yang masuk ke dalam indeks JII (reksa dana saham) atau Sukuk (reksa dana obligasi). Uang investor akan sepenuhnya dikelola oleh manajer investasi sehingga penanam modal tidak butuhlagi gundah menentukan aset.

3. Efek Beragun Aset (EBA) Syariah

Efek Beragun Aset (EBA) adalah produk keuangan yang timbul dari sekumpulan surat utang, kredit dan lain-lain. Sistem kerjanya kurang lebih mirip ini:

  • Bank memperlihatkan kredit terhadap nasabah contohnya kredit KPR. Kredit tersebut dibuktikan dengan surat.
  • Surat kredit ini kemudian disortir oleh pihak bank sesuai dengan tingkat risiko kreditnya. 
  • Surat kredit yang telah disortir kemudian “dijual” oleh pihak bank terhadap perusahaan imbas sebagai bentuk administrasi risiko. 
  • Perusahaan imbas lalu menyortir kembali surat yang didapatkan dari bank tersebut sesuai dengan tingkat risiko. Hasil sortiran ini kemudian “dijual” lagi oleh pihak perusahaan efek ke penanam modal ritel maupun investor institusi dengan aneka macam tingkat harga. 
  • Tingkat laba investasi EBA ini nantinya sungguh tergantung dengan kemampuan nasabah mengeluarkan uang kredit. 
Baca Juga:   Mengenal Dasar Analisis Teknikal Saham

Lalu bagaimana dengan Efek Beragun Aset Syariah (EBA Syariah)? Sederhananya, EBA Syariah ialah transaksi EBA yang berlandaskan hukum-aturan syariah. Misalnya, surat bukti kredit yang “dijual” yaitu surat bukti KPR Syariah atau bank penerbit EBA ialah bank syariah. 

Selain produk keuangan di atas, Anda juga mampu berinvestasi syariah ke produk yang “real” mirip, tanah, emas, rumah dan lain-lain asalkan aset tersebut tidak diperoleh dengan cara yang haram seperti mencuri, judi, membohongi atau mendzolimi orang lain. 

Sebab, intinya praktik bisnis syariah itu cukup sederhana. Sepanjang objek yang diperdagangkan dan cara untuk menerimanya tidak haram, maka boleh-boleh saja dilakukan.