May 16, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Kerja Load Cell

Cara Kerja Load Cell 300x205 - Cara Kerja Load Cell

Ada lumayan banyak komponen kelistrikan yang kesemuanya perlu untuk diamati penggunannya. Komponen mirip pressure switch dan limit switch disiapkan untuk menjaga kesempatankerusakan. Namun kali ini kita akan membicarakan load cell yang bekerja di area lainnya. Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja load cell?

Cara Kerja Load Cell

Cara Kerja Load Cell 300x205 - Cara Kerja Load Cell
Cara Kerja Load Cell

Secara definisi, load cell – sel beban dalam bahasa Indonesia –  adalah sejenis transduser, utamanya transduser gaya. Komponen ini mengganti gaya mekanis input mirip beban, berat, ketegangan, tekanan lewat sensor untuk pengukuran dan menggantinya menjadi variabel fisik lain, dalam hal ini, menjadi output listrik yang mampu diukur, diubah dan distandarisasi. Ketika gaya yang dipraktekkan pada sensor maka gaya akan meningkat. Walhasil, sinyal listrik nantinya akan berganti secara proporsional.

Prinsip Cara Kerja Load Cell

Untuk mampu memahami cara kerja sel beban, kita perlu lebih dahulu mengerti fisika dan ilmu material yang mendasari prinsip kerja unsur ini. Namun perlu diingat bahwa load cell sungguh bergantung pada pengukur regangan berbentuk foil logam yang kendala listriknya akan beragam tergantung pada gaya yang diberikan.

Dengan kata lain, pengukur regangan ini akan mengganti (atau mentransduksi) gaya, tekanan, tegangan, kompresi, torsi, berat, dll… dan membuatnya pergantian hambatan listrik, yang lalu dapat diukur. Jadi, pengukur regangan foil logam pada load cell mampu dikatakan adalah blok bangunan prinsip kerja dari sensor gaya.

Pengukur regangan bersifa konduktor yang melekat akrab pada lapisan film dalam bentuk zigzag di dalam load cell. Ketika lapisan film ini ditarik, maka ia akan membentang dan memanjang. Ketika didorong, lapisan ini akan berkontraksi dan menjadi lebih pendek.

Perubahan bentuk ini akan mengakibatkan pergantian pada kendala di penghantar listrik. Nantinya, regangan yang dipraktekkan dalam load cell ini mampu ditentukan berdasarkan prinsip tersebut, alasannya adalah resistensi pengukur regangan akan berkembangdengan regangan yang dipraktekkan dan menyusut dengan kontraksi.

Baca Juga:   Cara Mendaftar Mampu Berdiri Diatas Kaki Sendiri Online

Secara struktural, dan terlepas dari cara kerja load cell yang bermacam-macam, bagian ini yang dibuat dari logam dimana pengukur regangan foilnya terikat di segi-segi unsur. Badan sensor ini lazimnya yang dibuat dari aluminium atau baja tahan karat, yang menunjukkan load cell dua karakteristik penting:

  • Memberikan kekokohan untuk menahan beban tinggi dan,
  • Memiliki elastisitas untuk meminimalkan deformasi dan kembali ke bentuk aslinya.

Singkatnya, ketika gaya, baik itu ketegangan atau kompresi dipraktekkan pada load cell, area logam ini akan bertindak sebagai pegas dan akan berganti bentuk, dan kecuali kalau kelebihan beban, beliau akan kembali ke bentuk aslinya. Dengan demikian, perubahan tegangan akan sepadan dengan gaya fisik yang dipraktekkan pada load balancing.

Memilih Load Cell yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Meski telah mengerti prinsip cara kerja load cell, kita tidak mampu serta merta langsung mampu menentukan transduser beban yang tepat alasannya hingga ketika ini, tidak ada persyaratan industri yang nyata tentang bagaimana cara menentukan load cell yang akurat.

Namun untuk menolong menentukan load cell yang sempurna sesuai aplikasi, artikel ini sudah menyebarkan panduan 5 langkah gampang yang semestinya cukup mudah dibarengi oleh siapapun.

Langkah 1: Pahami kesempatanaplikasi load cell dan apa yang akan diukur. Perlu dikenang bahwa sensor beban akan berlainan dengan sensor tekanan atau sensor torsi dan dirancang untuk mengukur beban tegangan dan kompresi.

Langkah 2: Tentukan karakteristik pemasangan load cell dan perakitannya. Apakah kamu memiliki beban statis atau apakah gaya yang diterapkan akan berbentuk dinamis? Singkatnya, pastikan jenis pemasangan load cell.

Langkah 3: Tentukan standar kapasitas minimum dan maksimum. Pastikan untuk memilih kapasitas di atas beban operasi maksimum dan menentukan semua beban aneh sebelum memilih kapasitas. Dalam banyak masalah, kamu akan membutuhkan load cell dengan multi sumbu untuk menuntaskan aplikasi dengan akurat.

Langkah 4: Tentukan kriteria ukuran dan geometri (lebar, berat, tinggi, panjang, dll.) dan persyaratan kinerja mekanis (keluaran, nonlinier, histeresis, mulur, resistansi jembatan, resolusi, respons frekuensi, dll.) Karakteristik lain yang perlu dipertimbangkan termasuk kesanggupan tahan air, kriogenik, suhu tinggi, dan banyak lagi yang lain.

Baca Juga:   Pengalaman Beli Motor Cash, Mudah Tapi Tidak Dapat Potongan

Langkah 5: Tentukan jenis output yang diharapkan. Output rangkaian transduser load cell patokan umumnya dihitunga dalam satuan mV/V (milivolt per volt). Oleh alasannya itu, kalau PLC, instrumen, atau DAQ membutuhkan keluaran analog ataupun keluaran digital, kamu niscaya akan memerlukan unsur penguat load cell. Hitung dengan akurat sebelum menaruh komposisi load cell yang tepat.

Peran Penting Cara Kerja Load Cell di Dunia Industri

Load cell selaku force transduser ialah salah satu unsur penting di banyak industri mulai dari otomotif, manufaktur dengan presisi tinggi, dirgantara &pPertahanan, industri, medis & farmasi, serta robotika. Perannya yang krusial ini tidak luput dari kemampuannya untuk menjadi bagian pengukuran beban yang mahir dengan presisi tinggi.

Bahkan, baru-gres ini, dengan perkembangan dalam dunia robot kolaboratif khusunya robotika bedah, banyak aplikasi pengukuran gaya modern yang muncul berkat penggunaan load cell, mirip sensor medis mini untuk operasi robot dan juga teknologi kendaraan beroda empat tanpa awak yang digawangi oleh banyak pemain kelas atas seperti Tesla, Google dan Uber.