May 22, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Kerja Penangkal Petir

Cara Kerja Penangkal Petir 300x200 - Cara Kerja Penangkal Petir

Sebuah penangkal petir atau kalau diluar negeri diketahui dengan pelindung petir yakni sebuah strip logam atau batang, biasanya terbuat dari tembaga atau bahan konduktif serupa yang dipakai selaku bagian dari keamanan untuk melindungi struktur tinggi atau terisolasi seperti atap bangunan atau tiang kapal dari kerusakan petir. Meski biasa digunakan namun cara kerja penangkal petir masih jadi misteri untuk banyak orang. Penasaran?

Cara Kerja Penangkal Petir

Cara Kerja Penangkal Petir 300x200 - Cara Kerja Penangkal Petir
Cara Kerja Penangkal Petir

Nama resmi dari perangkat ini bahwasanya adalah lightning finial atau terminal udara. Kadang-kadang, metode yang identik dengan penggunaan panel surya ini secara informal disebut sebagai konduktor petir, penangkal petir, atau pelepas petir; namun, ungkapan ini bantu-membantu secara lazim mengacu pada sistem perlindungan petir atau bagian khusus di dalamnya. Istilah ‘penangkal petir’ juga dipakai selaku istilah metafora untuk menggambarkan desain yang pada awal kemunculannnya penuh dengan kontroversi.


Sejarah Penangkal Petir

Sebelum melangkah ke bahasan tentang cara kerja penangkal petir, ada sekelumit sejarah perihal alat yang sangat umum dipakai saat ini. Singkatnya, kerusakan akibat petir sudah terjadi pada umat manusia semenjak peradaban kita mulai membangun struktur.

Struktur awal yang yang dibuat dari kayu dan batu cenderung pendek dan berada di lembah sehingga sambaran petir jarang terjadi. Namun dikala bangunan menjadi lebih tinggi, petir menjadi ancaman yang signifikan. Petir mampu merusak struktur yang terbuat dari sebagian besar bahan batu, kayu, beton, dan bahkan baja alasannya adalah arus besar yang terlibat mampu memanaskan bahan tersebut, dan terutama air hingga suhu tinggi yang menyebabkan kebakaran, kehilangan power, dan ledakan dari uap dan udara yang sangat panas.

Meski gereja-gereja ortodoks telah mengguna teknologi sejenis penangkal petir namun konduktor penangkal petir modern pertama didapatkan oleh Benjamin Franklin sebagai bab dari eksplorasi penelitiannya perihal listrik. Franklin berspekulasi bahwa, dengan batang besi yang diasah sampai titik di ujungnya listrik dari petir dapat disalurkan ke tanah.

Baca Juga:   Cara Siaran Eksklusif Di Fb Lite

Skema Cara Kerja Penangkal Petir Modern

Berbeda dengan kendaraan beroda empat listrik yang memiliki tingkat komplikasi tinggi, namun denah kerja penangkal petir termasuk gampang. Sebuah penangkal petir dihubungkan lewat kawat atau kabel resistansi rendah ke bumi atau air di bawahnya, di mana muatannya mampu dinetralkan dengan aman.

Penangkal petir kadang kala akan mempunyai rasio korsleting ke tanah yang diinterupsi oleh nonkonduktor tipis di mana petir menyambar. Idealnya, bagian bawah tanah dari perangkat ini harus berada di kawasan berlumpur, atau tempat yang condong jauh dari lokasinya. Jika kabel bawah tanah tidak mampu menahan korosi dengan baik, kabel tersebut mungkin perlu dilapisi garam untuk memajukan sambungan listriknya dengan tanah.

Penangkal petir harus ditempatkan di mana kabel memasuki struktur, mencegah kerusakan pada instrumen elektronika di dalam dan menentukan keselamatan individu di erat mereka.

Teknik Mengukur Cara Kerja Penangkal Petir

Dalam aplikasinya, penangkal petir terbaru memerlukan materi yang lumayan banyak jadi sangat penting untuk menentukan di mana arester gres akan memiliki imbas paling besar. Pemahaman sebelumnya kerap mengasumsikan bahwa setiap batang penangkal petir akan dapat efektif dengan aplikasi 45 derajat. Namun hal ini terbukti tidak memuaskan untuk melindungi struktur yang lebih tinggi, sebab kemungkinan petir menyambar dari segi bangunan masih dapat menghancurkan anutan listrik.

Teknik yang lebih baik dalam memilih efek arester disebut teknik bola bergulir dan dikembangkan oleh Dr Tibor Horváth. Untuk mengetahui hal ini, diharapkan pengetahuan perihal bagaimana petir ‘bergerak’ sebab faktanya, saat petir menyambar, sambaran petir ini akan melompat ke tanah dan menyetrum benda-benda yang terdekat dengan jalurnya.

Dalam teorinya, jarak maksimum yang mampu ditempuh setiap sambaran petir disebut jarak kritis dan sebanding dengan arus listrik. Objek kemungkinan akan terkena dampak petir jikalau mereka terlalu bersahabat dalam skala jarak kritis ini.

Nah, praktik patokan untuk memperkirakan efek ini digambarkan layaknya kejatuhan sebuah bola dari jarak 60 m dari tanah. Karenanya, untuk mengukur perlindungan petir, hal yang perlu diperhitungkan yaitu membayangkan kemungkinan bola dikala menyentuh titik sambaran berpotensi tersebut.

Baca Juga:   Cara Kerja Plc

Potensi Perkembangan Penangkal Petir

Meski kerap digambarkan sebagai salah satu inovasi yang terbelakang dan nyaris tanpa inovasi dalam beberapa dekade terakhir, tetapi keberadaan penangkal petir masih sungguh krusial untuk digunakan. Tanpanya, bangunan-bangunan tinggi akan berada dalam keadaan hazard yang tinggi yang mampu mengakibatkan problem hingga kehilangan nyawa.

Gap inovasi inilah yang menciptakan para peneliti dari UCLA dan MIT diberitakan sedang menyiapkan opsi gres dalam teknologi penangkal petir. Dengan persoalan global warming yang makin menjadi-jadi dan potensi cuaca yang tidak mampu diprediksi, area yang bahkan dianggap tidak sering terkena sambaran petir juga mesti bersiap untuk mengadopsi teknologi baru dari penangkal petir. Di Indonesia gimana?

close