May 23, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Kerja Rfid

Cara Kerja RFID 300x156 - Cara Kerja Rfid

Teknologi identifikasi telah mencapai level terbaru dengan Google Indicator dan Digital Signature. Namun kedua pilihan tersebut masih termasuk tidak seaman RFID yang memakai identifikasi sinyal radio. Inilah mengapa, cara kerja RFID harus terus dipelejari untuk meningkatkan level keamanannya.

Daftar Isi

Cara Kerja RFID

Cara Kerja RFID 300x156 - Cara Kerja Rfid
Cara Kerja RFID

RFID atau teknologi kenali frekuensi radio yakni bentuk komunikasi nirkabel yang menggabungkan penggunaan kopling elektromagnetik atau elektrostatik di bab frekuensi radio dari spektrum elektromagnetik untuk mengidentifikasi objek, hewan, atau orang secara unik.

Prinsip Dasar Cara Kerja RFID

Setiap metode RFID berisikan tiga komponen: antena pemindai, transceiver, dan transponder. Ketika antena pemindai dan transceiver digabungkan, komponen ini disebut selaku pembaca atau interogator RFID. Untuk dikala ini ada dua jenis pembaca RFID – tetap dan seluler.

Pembaca RFID tetap yakni perangkat yang terhubung ke jaringan yang mampu portabel atau terpasang secara permanen. Alat ini menggunakan gelombang radio untuk mengantarkan sinyal yang mengaktifkan tag. Setelah diaktifkan, tag akan mengantarkan gelombang kembali ke antena, di mana ia akan diterjemahkan ke dalam data.

Transponder dengan basis relay ada di dalam tag RFID itu sendiri. Rentang baca untuk tag RFID akan bermacam-macam berdasarkan aspek termasuk jenis tag, jenis pembaca, frekuensi RFID dan gangguan di lingkungan sekitar. Tag yang memiliki sumber daya yang lebih berpengaruh akan mempunyai jangkauan bacaan yang lebih panjang.

Teknologi Tag RFID

Tag RFID terdiri dari sirkuit terpadu (IC), antena, dan substrat. Bagian dari tag RFID yang mengkodekan gosip pengidentifikasi disebut tatahan RFID. Untuk ketika ini cuma ada dua jenis utama tag RFID. Opsi pertama yaitu RFID aktif dimana ia memiliki sumber dayanya sendiri yang lazimnya berbentuk baterai dan RFID pasif.

Sementara itu RFID pasif mendapatkan kekuatannya dari antena pembaca, yang gelombang elektromagnetiknya menginduksi arus di antena tag RFID. Ada juga tag RFID semi-pasif dimana baterai melakukan sirkuit ketika komunikasi ditenagai oleh antena pembaca RFID.

Baca Juga:   Review Hp Realme 6 Terbaru Serta Kelebihan & Kekurangannya

Kunci utama dalam cara kerja RFID ada pada memori non-volatil yang tertanam dalam setiap tata cara RFID. Tag RFID umumnya akan menyimpan kurang dari 2.000 KB data, termasuk pengidentifikasi/nomor seri unik. Tag juga mampu bersifat read-only atau read-write, dimana data dapat ditambahkan oleh antena pembaca atau data yang ada ditimpa.

Rentang proses pembacaa untuk tag RFID beragam berdasarkan aspek tergolong jenis tag, jenis antena pembaca, frekuensi RFID, dan gangguan di lingkungan sekitar atau dari tag dan antena pembaca RFID lainnya. Tag RFID aktif akan memiliki jangkauan baca yang lebih panjang dibandingkan dengan tag RFID pasif sebab sumber daya yang lebih besar lengan berkuasa.

Smart label yang kini biasa ada di banyak usaha retail ialah salah satu realisasi teknologi tag RFID sederhana. Label ini mempunyai tag RFID yang disematkan ke dalam label perekat dan menampilkan aba-aba batang atau barcode. Label arif ini dapat dicetak sesuai ajakan menggunakan printer desktop, di mana tag RFID akan membutuhkan peralatan yang lebih mutakhir khususnya di area penampang power supply.

Sistem Pendukung Utama RFID

Meski sketsa prinsip dan cara kerja RFID tergolong simple, namun metode pendukung dari teknologi ini nyatanya sedikit lebih rumit. Setidaknya, ada tiga jenis utama tata cara RFID: frekuensi rendah (LF), frekuensi tinggi (HF) dan frekuensi ultra-tinggi (UHF). Level microwave dari RFID juga bekerjsama tersedia namun frekuensinya akan sungguh bervariasi menurut negara dan wilayah.

  1. Sistem RFID frekuensi rendah. Sistem ini berkisar dari 30 KHz hingga 500 KHz. Namun frekuensi tipikalnya adalah 125 KHz. Jenis RFID ni memiliki jangkauan transmisi yang pendek, umumnya cuma satu meter saja.
  2. Sistem RFID frekuensi tinggi ini berkisar dari 3 MHz hingga 30 MHz, dengan frekuensi tipikal 13,56 MHz. Rentang standarnya berkisar dari satu meter sampai 9 meter.
  3. Sistem RFID UHF. Skema ini berkisar dari 300 MHz sampai 960 MHz, dengan frekuensi tipikal duduk di angka 433 MHz dan lazimnya dapat dibaca oleh antena dari jarak lebih dari 10 meter.
  4. Sistem RFID gelombang mikro. Khusus untuk yang satu ini, sistemnya bekerja pada rentang 2,45 Ghz dan mampu ditangkap dari jarak lebih dari 15 meter.
Baca Juga:   Cara Kerja Mesin Diesel

Namun terlepas dari sistem yang ada, frekuensi yang digunakan akan tergantung pada aplikasi RFID dengan jarak positif yang diperoleh seringkali mampu bervariasi dari yang diperlukan. Misalnya, ketika Departemen Luar Negeri mengumumkan akan mengeluarkan paspor elektronika yang diaktifkan dengan chip RFID, dikatakan disana bahwa chip tersebut cuma dapat dibaca dari jarak sekitar 10 cm.

Namun dalam realitanya, antena pembaca RFID dapat membaca berita dari tag RFID paspor elektro pada jarak lebih jauh dari 10 cm. Nahj, kika rentang baca yang lebih panjang dibutuhkan, maka menggunakan tag dengan daya komplemen mampu mengembangkan rentang baca sampai lebih dari 10 meter. Tapi lagi-lagi, keseimbangan antara output dan input akan sangat krusial untuk memastikan cara kerja RFID modern mampu berjalan tepat.

close