May 19, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Candlestick

Cara Membaca Candlestick 300x162 - Cara Membaca Candlestick

Cara membaca candlestick sungguh penting sekali bagi para trader. Namun sayangnya, banyak para pemula yang tidak mengetahui grafik saham. Sebab rata-rata grafik saham memakai grafik candlestick. Dengan banyaknya teladan, candlestick lebih sukar untuk dipahami jikalau dibandingkan dengan line chart. Walaupun cukup rumit tapi banyak trader yang tetap berpedoman kepada acuan yang satu ini.

Jenis-Jenis Grafik Pada Saham

Sebelum kita membahas lebih jauh wacana cara membaca candlestick. Kamu mesti mengenal jenis-jenis grafik untuk merepresentasikan info terkait pergerakan saham, diantaranya selaku berikut :

1. Bar Chart

Grafik ini memperlihatkan data yang cukup lengkap, mirip harga penutupan, harga pembukaan, harga paling rendah dan harga tertinggi pada hari tersebut. Karena grafik bar tersebut mampu memperlihatkan data nilai saham lengkap, hal ini pastinya sesuai untuk kebutuhan analisis. Hanya saja kekurangan jenis grafik ini yakni beberapa trader kurang begitu tenteram membaca chart ini.

2. Line Chart

Biasanya grafik garis pada saham hanya memperlihatkan harga penutupan pada ketika itu juga dengan sungguh mudah diketahui. Akan namun, data yang ditampilkan pada line chart ini kurang komplit. Maka dari itu, bila akan diaplikasikan dalam kebutuhan analisis, grafik ini kurang sesuai.

3. Candlestick

Berdasarkan sejarahnya, candlestick yaitu sarana yang digunakan bagi kalangan pedagang beras di negara Jepang untuk mencatat  harga beras di setiap periodenya. Biasanya mereka memakai isu tersebut untuk mengestimasikan arah pergerakan pada harga beras di waktu mendatang.

Dimana teknik tersebut pribadi diciptakan oleh Munehisa Honma, selaku penjualkomiditas beras. Selanjutnya metode ini mulai diperkenalkan oleh Steven Nison ke aneka macam negara Eropa lewat karya bukunya bertajuk “Japanese Candlestick Charting Techniques”.

Candlestick yakni grafik yang dianggap paling komprehensif jika ketimbang kedua grafik di atas. Ini karena grafik jenis ini mampu menampilkan aneka macam macam data yang diperlukan oleh para penanam modal saham, seperti harga penutupan, harga pembukaan, harga paling rendah dan harga tertinggi yang terjadi pada hari tersebut atau pada kala tertentu.

Baca Juga:   Cara Membaca Ukuran Ban Motor

Walaupun tak jauh berbeda dari line chart, namun candlestick sangat cocok bila digunakan untuk kebutuhan analisis. Adapun perbedaannya yakni, candlestick memiliki penampilan yang lebih manis dalam beberapa warna. Ketika harga saham mulai turun, lazimnya  candle berwarna hitam atau merah, sedangkan jikalau naik maka secara otomatis akan berwarna putih atau hijau.

Cara Membaca Candlestick

Cara Membaca Candlestick 300x162 - Cara Membaca Candlestick
Tutorial Membaca Candlestick

Panduan Membaca Candlestick

Pola candlestick umumnya menyediakan seluruh isu terkait harga aset pada kripto yang diharapkan di pasar aset digital. Melalui contoh candlestick, Kamu bisa mengendalikan titik exit dan entry yang tepat sekaligus mampu mengerjakan analisis teknis. Biasanya contoh candlestick akan membentuk beberapa grafik dan bentuk yang bisa membantumu memprediksi tren market di periode mendatang.

Dalam cara membaca candlestick, iada 3 dasar yang harus dipahami diantaranya 4 posisi harga, arah sumbu, warna hijau dan merah.

1. Empat Posisi Harga Pada Candlestick

Dalam grafik candlestick, ada 4 indikator penting diantaranya :

  • Low, untuk harga paling rendah pada hari ini.
  • Open, untuk harga ketika trading atau jual beli dibuka pada hari ini.
  • Closed, harga setelah trading ditutup kemarin.
  • High, menyatakan harga tertinggi pada hari ini.

Ukuran badan pada candlestick juga menampilkan seberapa jauh nilai pergerakan harga selama durasi pada candle tersebut. Dengan ukuran  badan candlestick, Kamu dapat mendapatkan info terkait kekuatan dari tiap-tiap pihak. Saat badan memanjang, ini artinya momentum sedang mengalami penguatan. Tapi bila tubuh candle mengecil, artinya saat-saat pun makin pelan.

2. Arti Warna Candlestick Hijau dan Merah

Cara membaca candlestick berikutnya ialah pada warna, ada 2 warna yang terdapat pada candlestick, adalah warna hijau dan merah. Arti hijau dan merah ini mengambarkan bahwa suatu candlestick mengalami bearish atau bullish.

Saat candlestick memiliki warna hijau, ini artinya harga open-nya sedang tinggi bahkan lebih tinggi dibanding closed. Biasanya pola ini disebut dengan perumpamaan candlestick bullish.

Akan tetapi saat candlestick berwarna merah, mengambarkan bahwa harga open-nya pada ketika itu lebih rendah dibandingkan closed atau disebut juga dengan nama candlestick bearish.

Ketika candlestick sedang berwarna hijau, maka candlestick sedang bergerak ke atas. Sedangkan saat berwarna merah, candlestick bergerak ke bawah.

Baca Juga:   8 Aplikasi Rekam Layar Iphone & Ipad Dengan Suara

Apabila Kamu mengarahkan pointer menuju candlestick, maka akan terlihat berita terkait jual beli komoditas atau saham pad ahari tertentu. Contoh dibuka pada angka berapa, harga tertinggi dan terendah berapa, serta ditutup pada angka berapa.

Ada berbagai macam aplikasi trading dengan fitur pengganti warna candlestick. Dengan kata lain, warna merah dan hijau bisa saja Kamu ganti.

3.  Sumbu Candlestick

Pada candlestick juga terdapat “sumbu” atau wick, lazimnya orang-orang menyebutnya dengan shadow. Adapun arti dari sumbu ini yakni menjelaskan tentang fluktuasi pergerakan harga sesuai durasi candlestick.

Perbandingan sumbu dan tubuh tersebut juga perlu diperhatikan. Saat nilai forex atau komoditas mengalami volatilitas contohnya, maka ukuran sumbunya jauh lebih panjang dibandingkan badannya.

Saat sumbu tampaklebih panjang dan mengarah ke bagian bawah, ini mengambarkan bahwa pelaku pasar sudah mendorong harga semoga turun. Sedangkan mereka tidak cukup berpengaruh menjaga harga tetap pada posisi rendah.

Di waktu bersamaan, para pelaku pasar lainnya malah melakukan pembelian sampai kesudahannya menyebabkan harga menjadi naik. Adapun fenomena ini dinamakan selaku  bullish reversal.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, dikala sumbu sedang ada di atas, ini tandanya penanam modal atau trader yang sedang profit taking jumlahnya lebih banyak dibandingkan yang memutuskan hold. Untuk fenomena ini dinamakan bearish reversal.

4. Posisi Badan Candlestick

Jika Kamu menyaksikan batang lilin yang bersumbu panjang pada posisi badan terletak di salah satu bagian ujungnya, ini mengindikasikan perlawanan. Sedangkan, posisi pada batang lilin ada di tengah sumbu bagian atas dan bawah ini memberikan ketidakpastian yang ada di pasar.

Kamu mampu saja membaca acuan terkait banyak sekali macam jenis teladan candlestick. Akan namun, pengetahuan pada elemennya tetap mesti diprioritaskan. Apabila Kamu mengenal tiap-tiap unsur tersebut dengan baik, Kamu pun dapat menguasai pembacaan candlestick secara akurat.

Keuntungan Candlestick Bagi Trading

Jika Kamu mengerti cara membaca candlestick dengan akurat, maka ada beberapa keuntungan yang bisa Kamu dapatkan diantaranya :

1. Dapat Menganalisa Pergerakan Harga Lebih Praktis

Kamu mampu mengidentifikasi pergerakan pada harga saham lewat candlestick pattern. Selain itu, grafik ini juga memiliki aturan terang jadi akan mempermudah kau melaksanakan evaluasi pasar.

Baca Juga:   Cara Komplain Tokopedia

Para trader menjadi lebih singkat mengetahui apakah bearish atau bullish dengan cuma melihat warna pada badan candlestick.

Di samping itu, panjang badan candlestick akan memberikan tingkat lebih banyak didominasi keadaan bearish atau bullish jikalau ukuran badannya pendek dengan shadow yang panjang saat menunjukkan keraguan pasar.

2. Sebagai Pelengkap Kebutuhan Analisa Teknikal

Candlestick mampu digunakan bersama-sama dengan tools evaluasi teknikal lainnya. Pemakaian teladan candlestick pada evaluasi teknikal sendiri dapat dijadikan selaku media konfirmasi yang umumnya dipakai dengan beberapa jenis indikator secara bersamaan.

Hal ini disebabkan candlestick menggunakan high, opening, low maupun closing price yang sama dengan kafe chat. Tentu saja hal tersebut mampu kian menguatkan analisa candlestick itu sendiri.

 

close