May 22, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Grafik Saham

Cara Membaca Grafik Saham 300x202 - Cara Membaca Grafik Saham

Grafik adalah sebuah perangkat terpenting yang harus diketahui oleh seorang penanam modal atau trader saham untuk mampu menganalisis pergerakan harga saham. Biasanya grafik yang dipakai pada pasar finansial itu sendiri, terdiri atas 3 jenis, diantarnaya candlestick chart, bar chat, dan line chart. Melalui grafik ini, bisa memungkinkanmu untuk mengetahui keadaan pasar dikala ini dan mampu dipakai untuk memprediksi perubahan atau pergerakan harga saham ke depannya. Bagaimanakah cara membaca grafik saham? Mari kita ulas lebih lengkapnya di postingan ini!

Cara Membaca Grafik Saham

Cara Membaca Grafik Saham 300x202 - Cara Membaca Grafik Saham
Membaca Grafik Saham

Panduan Membaca Grafik Saham dengan Benar

Saham merupakan sebuah alat investasi paling diminati oleh banyak orang karena jikalau penanam modal betul-betul pandai dalam berbelanja maupun memasarkan saham, maka investor tersebut pun dapat meraup untung besar. Jika Kamu ingin berinvestasi saham dan menghasilkan banyak laba, maka Kamu mesti mengerti cara membaca grafik saham lebih dulu. Chart inilah yang nantinya akan memberitahukan isu penting terkait kondisi keuangan perusahaan dan pergerakan saham.

Seluruh gosip terkait cara membaca grafik saham dengan benar di bawah ini, bisa memilih keputusan yang sempurna saat bermain saham. Yuk, simak panduannya berikut :

1. Ketahui Simbol

Seluruh perusahaan yang telah tercatat dalam BEI (Bursa Efek Indonesia) memiliki simbol tersendiri dan lazimnya terdiri atas 4 huruf. Selain itu, setiap perusahaan memiliki simbol yang memudahkan penulisan kepada nama perusahaan itu sendiri pada ticker saham. Misalnya saja, BMRI untuk simbol bank Mandiri, BBNI untuk simbol BNI, dan BBCA untuk simbol bank BCA. Kamu dapat mengecek simbol atau akronim perusahaan tersebut di web BEI serta gunakan simbol tersebut untuk mengenali grafik saham itu sendiri.

Baca Juga:   Spesifikasi & Harga Samsung Galaxy S10e Terbaru

2. Grafik Pergerakan Harga Saham

Grafik saham umumnya menampilkan naik dan turunnya harga jual/beli saham pada kala waktu tertentu. Mulai dari era 1 hari sampai 1 bulan lamanya. Harga saham akan tampakmelalui garis vertikal, sedangkan kurun waktu akan tampaklewat garis horizontal. Biasanya grafik saham tersebut tercatat secara realtime, alias pada hari itu juga.

3. Indikator Previous Close

Previous close ialah indikator dari harga terakhir saat bursa saham ditutup. Biasanya perdagangan saham yang berjalan di Bursa Efek Indonesia dimulai dari jam 09.00 dan tutup jam 16.00 WIB. Harga saham terakhir atau previous close ini diharapkan untuk perbandingan antara harga saham yang terjadi hari ini dengan hari sebelumnya.

4. Open

Indikator yang satu ini menunjukkan harga saham dikala perdagangan dibuka pada hari itu juga. Seringkali harga pembukaan berlainan dari previous close. Tujuan dari harga pembukaan ini yaitu untuk mengukur tingkat pergerakan saham di hari tersebut.

5. Day High dan Day Low

Istilah lainnya yang mesti Kamu pahami dalam cara membaca grafik saham yaitu day high dan day low. Arti dari day high sendiri ialah titik tertinggi pada harga saham di hari itu, kebalikannya dengan day low yang merupakan titik paling rendah pada harga saham.

6. Change

Apa itu change? Sama mirip artinya dalam bahasa Inggris “change” di sini yakni pergeseran pada harga saham hari ini saat penutupan dibanding dengan hari sebelumnya. Biasanya change ini ditampilkan berupa poin dan persentase, tujuannya semoga Kamu mengenali besarnya perubsahan tersebut dalam persentase dan dalam bentuk rupiah.

Dalam cara membaca grafik saham, Kamu juga harus mengetahui cara memprediksi tren saham itu sendiri. Tujuannya supaya Kamu bisa memilih keputusan terkait saham yang dibeli atau dijual.

Mengenal Tren Saham

Tren saham yakni pengetahuan umum bagi investor saham, sebab tren saham niscaya terjadi dalam pasar modal. Jika Kamu sudah memasuki pasar saham, tanpa mengetahui tren saham yang terjadi, tentu sangat disayangkan.

Baca Juga:   Cara Kerja Radiator Mobil

Kamu mesti tahu bahwa ada 3 arus yang harus dipelajari saat membaca tren di bursa saham. Pertama ada yang dinamakan tren bullish, yaitu suatu tren ketika saham mengalami peningkatan harga. Sebagai penanam modal pemula, Kamu juga wajib tahu bahwa tren lazimnya hanya terjadi sementara dan harga saham tidak selalu naik setiap hari.

Tren ini biasanya hanya berjalan selama 1 bulan, 2 bulan atau seterusnya, dan inilah yang disebut sebagai moving average.

Kedua, ada tren saham bearish, yaitu tren yang terjadi ketika harga saham akan menurun selama rentang waktu yang telah diputuskan berdasarkan moving average. Apa sih moving average? Kaprikornus singkatnya, moving average ini adalah pergerakan rata-rata. Biasanya tren bearish ditandai oleh harga saham yang anjlok.

Ketiga, ada yang dinamakan dengan tren sideway. Sama mirip trading pada umumnya, sideway ini yaitu indikator dikala harga saham sedang monoton atau trennya sedang datar. Dengan kata lain, harga sahamnya turun tidak, naik juga tidak. Tren ini biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup usang dan orang biasanya menyebutnya sebagai grafik sisiran.

Lalu, Bagaimana Cara Membaca Tren Saham?

Selain pentingnya cara membaca grafik saham, Kamu pun mesti tahu prediksi terkait tren saham itu sendiri dengan cara membacanya. Bagi trader harian atau mingguan, bergotong-royong penting sekali memperhatikan tren saham setiap waktu, balasannya Kamu bisa memutuskan keluar atau masuk ke saham tersebut.

1. Tren Bullish Saham

Saat mengalami bullish, ini artinya akan terjadi pembelian yang akumulasinya lebih tinggi dibandingkan pemasaran. Hal yang harus diamati di sini adalah apakah tren ini gres menanjak dari titik support-nya ataukah mau tembus hingga ke titik resistance.

Nah, jikalau baru saja menanjak dari titik support, maka Kamu secara otomatis mesti masuk. Terlebih lagi jikalau terjadi akumulasi besar pada satu broker. Dengan kata lain, inilah posisi paling mengasyikkan bagi penanam modal. Namun jika tren bullish ini ternyata sudah menjamah titik yang terlalu tinggi, bahkan menembus titik resistance, dari sini Kamu harus hati-hati.

Baca Juga:   Cara Membaca Saham

2. Tren Saham Bearish

Hal yang paling ditakutkan para penanam modal dikala membaca grafik saham adalah terjadi penurunan harga saham dalam waktu yang lama, ketika tren bearish berjalan. Dari sini, Kamu harus cek apa saja aspek penyebab penurunannya. Jika ternyata penyebabnya yaitu kinerja buruk, sebaiknya jangan coba-coba untuk masuk ke saham tersebut lebih dahulu.

Jika disebabkan oleh big money, Kamu juga sebaiknya jangan masuk. Sebab kekuatanmu untuk memuat tak akan sebanding dengan duit miliaran yang sudah dimiliki investor besar.

Adapun waktu saham tersebut mampu mulai didekati adalah, Kamu mesti menanti abad sideway-nya. Sebab sesudah dari tren bearish ke sideway, biasanya penanam modal yang membel saham telah mulai lebih banyak ketimbang yang menjual.

3. Tren Saham Sideway

Saat posisi sideway, lazimnya disebabkan oleh angka jual dengan angka beli sepadan. Namun disini Kamu mesti tetap amati, jikalau yang membeli ternyata brokernya sama, ini artinya sedang terjadi akumulasi besar. Sebenarnya paling nyaman Kamu masuk dalamposisi ini.

Namun ada pula keadaan ketika yang memasarkan sedikit, namun yang belu pun sedikit. Jadi tidak terjadi big money yang masuk, sehingga harganya pun tidak menanjak. Jika mutu sahamnya dirasa kurang atau biasa saja, seharusnya pindah. Karena kalau hal ini terjadi, tidak menjamin harganya akan naik dalam waktu akrab.

Itulah beberapa tren saham yang harus Kamu pelajari dan ketahui dengan cara membaca grafik saham secara tepat. Karenanya, Kamu bisa memilih kapan mesti masuk atau keluar dari saham yang Kamu pilih.

 

close