May 17, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Hasil Oximeter

Cara Membaca Hasil Oximeter 300x171 - Cara Membaca Hasil Oximeter

Bagi penderita penyakit jantung atau paru-paru mungkin sudah erat dengan oximeter. Tapi bagi yang gres mendengarnya pasti akan terasa gila dengan alat yang satu ini. Sebenarnya apa itu alat oximeter? Bagaimana cara kerja dan cara membaca hasil oximeter itu sendiri? Ya, yang harus Kamu ketahu terkait oximeter sebetulnya alat ini mampu menolong mencegah pasien tak sadarkan diri akibat kekurangan asupan oksigen.

Apa Itu Oximeter?

Oximeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya asupan oksigen menuju paru-paru, untuk kemudian dibawa sel darah ke seluruh tubuh. Alat ini lazimnya dipasang di kaki, jari tangan hingga daun pendengaran, sehingga tenaga medis mengetahui jumlah kadar oksigen yang ada dalam darah.

Memakai oximeter yaitu cara gampang dan cepat untuk memilih tingkat asupan oksigen yang didistribusikan dari organ jantung serta paru-paru menuju bab badan paling jauh. Sehingga mampu membantu menentukan fungsi kerja paru-paru dan jantung.

Pasien yang memiliki dilema jantung atua paru-paru mampu memakai oximeter di rumah, tujuannya untuk terus memantau kondisinya setiap waktu.

Apa Saja Fungsi Oximeter?

Oximeter mampu membantumu untuk mengenali dan menyelidiki apakah jantung dan paru-paru melakukan pekerjaan dengan baik di dalam badan. Di samping itu, oximeter juga bisa dipakia untuk :

  • Dapat mendiagnosa gejala sesak napas.
  • Bisa mengukur tingkat saturasi oksigen.
  • Mengukur kadar oksigen yang ada di dalam darah dikala menggunakan oksigen pemanis.
  • Menunjukkan bahwa Kamu membutuhkan oksigen ekstra dikala berolahraga.

Tak hanya itu saja, Kamu mungkin memerlukan oximeter untuk memantau saturasi oksigen pada malam hari untuk seseorang yang mengalami sleep apnea. 

Selain itu, alat yang satu ini juga mampu menawarkan feedback atau umpan balik mengenai efektivitas intervensi pada pernapasan, misalnya pada penggunaan ventilator dan oksigen.

Baca Juga:   Cara Membuat Voucher Shopee

Ahli medis lazimnya menggunakan oximeter untuk mengetahui tingkat keamanan pada kegiatan fisik seseorang yang mengalami duduk perkara pernapasan atau kardiovaskular. Selain itu juga mungkin disarankan pemakaiannya dikala berolahraga. Tak cuma itu saja, oximeter juga kerap dipakai sebagai bagian tes pengujuan stress.

Sedangkan untuk kasus pasien tertentu yang rentan, seperti bayi yang ada di ruang NICU, oximeter umumnya diperlukan untuk mengawasi tingkat penurunan pada saturasi oksigen.

Mengenal Saturasi Oksigen

Berkaitan dengan penggunaan oximeter, Kamu mungkin masih galau perihal saturasi oksigen. Saturasi oksigen di sini ialah persentase ukuran seberapa banyaknya kadar oksigen yang terdapat dalam darah. Tingkat optimal dari saturasi oksigen ialah 100%. Ini lazimnya mengacu terhadap persentase total hemoglobin atau sel darah yang tersedia selaku pembawa oksigen.

Oksigen lazimnya dikirim dan didistribusikan ke dalam darah setelah masuk ke dalam paru-paru. Selanjutnya darah akan membawa oksigen menuju sejumlah organ pada tubuh lewat hemoglobin. Bisa dianalogikan bahwa molekul hemoglobin ini sama halnya dengan mobil yang sedang membawa penumpang yang berperan selaku molekul oksigen. Selanjutnya mengantarmolekul oksigen menuju organ-organ yang ada di dalam tubuh.

Kamu harus tahu jikalau molekul hemoglobin sendiri dibagi ke dalam 2 kubu utama, diantaranya hemoglobin terdeoksigenasi dan hemoglobin beroksigen. Hemoglobin beroksigen biasa dinamakan selaku oxy Hb sementara hemoglobin tanpa oksigen atau terdeoksigenasi dinamakan deoxy Hb. Adapun saturasi denyut nadi digunakan untuk pengukuran persentase antara hemoglogin dan oksigen.

Cara Kerja Oximeter

Sebelum kita membicarakan perihal cara membaca hasil oximeter, semestinya ketahui dulu bagaimana cara kerja dari oximeter itu sendiri.

Saat menjet jarimu ke dalam alat oximeter, maka alat ini lazimnya akan eksklusif memancarkan cahaya berlainan dari jari tetapi pasien atau kau sendiri tidak merasakan apapun. Cahaya tersebut lazimnya terdiri atas 2 panjang gelombang pada lampu utama, diantaranya lampu inframerah dan lampu merah. Selain itu sebelum diterima detektor cahaya, lazimnya cahaya yang hendak dipancarkan melewati jari, kemudian diserap hemoglobin pada darah.

Alat ini akan mencari hemoglobin, yakni molekul protein pada darah yang menyalurkan oksigen. Hemoglobin bisa menyerap jumlah sekaligus jarak gelombang cahaya berlainan tergantung dari kadar oksigen itu sendiri. Selanjutnya, oximeter akan menawarkan hasil berupa angka serta persentase yang selaku indikator kadar saturasi oksigen yang ada dalam darah.

Baca Juga:   Cara Aktifkan Kartu Telkomsel

Oximeter akan melakukan pekerjaan lebih baik pada tangan yang suhunya lebih hangat. Selain itu, dikarenakan tingkat saturasi oksigen mampu berfluktuasi, maka fikirkan untuk mengukurnya dalam berulang kali sehari. Kamu juga mampu mencobanya dalam posisi berbeda, misalnya saat sambil berjalan atau berbaring telentang. Setelah itu, catat hasilnya lalu simpan untuk dikonsultasikan terhadap doktermu, terlebih dikala Kamu mulai mencicipi sesak napas.

Cara Membaca Hasil Oximeter

Cara Membaca Hasil Oximeter 300x171 - Cara Membaca Hasil Oximeter
Tutorial Membaca Hasil Oximeter

Bagaimana Membaca Hasil Oximeter?

Cara membaca hasil oximeter sebetulnya cukup mudah. Oximeter termasuk alat tes cukup akurat. Alat ini dapat memperlihatkan hasil secara konsisten pada perbedaan 2% dari keadaan kadar oksigen sebetulnya. Apabila pembacaan menawarkan hasil 82% contohnya, ini tandanya kadar saturasi oksigen bahu-membahu bisa diantara rentang 80-84%. Berdasarkan penuturan WHO, hasil pembacaan 95%-100% dalam oksigen dianggap tak perlu dikhawatirkan dan kondisinya sehat.

Apabila Kamu tidak mempunyai keadaan penyakit tertentu, maka level Kamu umumnya ada di kisaran 95% atau bahkan lebih tinggi. Namun bagi pasien yang mempunyai keadaan kronis, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai bacaan hasil oximeter yang tepat. Selain itu, Kamu juga bisa bertanya kapan harus meminta pertolongan medis.

Dalam cara membaca hasil oximeter, bila kadar saturasi oksigenmu lebih rendah maka ada beberapa keadaan yang mengakibatkan hal tersebut. Diantaranya mirip sukar bernapas, kanal udara yang tersumbat, sirkulasi darah jelek, bengkak paru-paru, dan gangguan dari obat anestesi.

Di samping itu, jika pembacaan oximeter pada denyut menurun saat latihan, ini mampu saja menjadi gejala keadaan jantung atau paru-parumu yang mengalami duduk perkara. Jika hal ini terjadi, Kamu mesti langsung berkonsultasi dengan dokter.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Pembacaan Hasil Oximeter?

Oximeter umumnya melakukan pekerjaan melalui pancaran cahaya kecil dikala alat ini dijepitkan pada jari. Namun dikala menggunakan alat ini, penting sekali untuk tetap memperhatikan beberapa hal di bawah ini sebab mampu besar lengan berkuasa kepada pembacaan hasil oximeter. 

1. Posisi Tubuh

Saat oximeter dipasang, usahakan Kamu dalam posisi duduk membisu. Menggigil atau gemetar mampu besar lengan berkuasa pada hasil bacaan oximeter. Oleh sebab itu, mampu saja hasil bacaan ocimeter akan terlihat lebih rendah dibanding yang bantu-membantu.

Baca Juga:   Cara Naik Pesawat

2. Pemasangan Probe

Untuk faktor ini umumnya tergantung dari perangkatnya itu sendiri, lazimnya  oximeter dipasang di daun indera pendengaran, jari tangan, atau kaki. Kamu mesti tentukan pemasangannya tidak dipasatkan dan pas. Apabila probe-nya terlalu kencang atau longgar, mampu saja ada suplemen cahaya masuk, sehingga bisa berpengaruh pada pembacaan.

3. Cat Kuku

Inilah alasan kenapa saat Kamu menggunakan oximeter sebaiknya tidak sedang memakai cat kuku. Karena cat kuku yang berwarna mampu saja mensugesti pembacaan oximeter.

Seperti pewarna henna atau tato jari mampu besar lengan berkuasa pada hasil bacaan. Jadi sebaiknya pilih jari kaki atau jari yang terbebas dari penggunaan cat kuku.

Itulah cara membaca hasil oximeter dan beberapa hal yang kuat pada cara pembacaan oximeter yang wajib Kamu pahami. Semoga bermanfaat!