May 20, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Indikator Macd

Cara Membaca Indikator MACD 300x169 - Cara Membaca Indikator Macd

MACD atau Moving Average Convergence Divergence ialah indikator teknikal yang paling populer dan banyak dipercaya oleh trading forex atau kripto. MACD mampu dibilang lebih multifungsi, akibatnya mampu diandalkan selaku alat bantu untuk beberapa macam strategi perdagangan atau trading. Namun tak sedikit pemula yang masih kebingungan menggunakan MACD. Sehingga banyak yang mencari info terkait cara membaca MACD.

Mengenal Apa Itu MACD

MACD atau Moving Average Convergence Divergence termasuk salah satu indikator penting yang memperlihatkan keterkaitan pada dua moving average dalam mata duit kripto. Melalui indikator MACD, Kamu mampu mengidentifikasi tren yang terjadi pada kripto, walaupun tren tersebut belum terjadi.

Selain dipakai di dunia cryptocurrency, indikator MACD juga sering dimanfaatkan para trader atau investor dalam berbagai instrumen pasar yang yang lain. Sebut saja mirip forex dan sekuritas atau saham. Penggunaan indikator MACD wajar dimanfaatkan pada cryptocurrency yang sifatnya volatile, alasannya trading kripto tergolong aset yang mampu diperdagangkan.

Indikator MACD ini memakai Exponential Moving Average atau EMA, ialah rata-rata yang bergerak secara eksponensial. EMA ialah jenis rerata yang bergerak dan lebih bereaksi secara signifikan pada pergeseran harga jual aset terkini bila dibandingkan simple moving average atau Sekolah Menengan Atas.

Kenapa Harus Memakai MACD?

Pasar kripto umumnya memakai indikator yang beragam. Dengan kata lain, MACD bukan indikator satu-satunya yang bisa Kamu manfaatkan untuk memilih keputusan. Walaupun demikian, indikator ini memberikan banyak keunggulan yang menjadikannya banyak diseleksi para trader atau investor. Apalagi penggunaan indikator ini bisa digabungkan dengan indikator yang yang lain, contohnya dengan stochastic oscillator, indikator volume dan RSI (Relative Strength Index).

Keunggulan MACD sebagai suatu indikator tren yaitu memanfaatkan tren dan faktor momentum pada satu indikator. Inilah yang membuat hasil kalkulasi pada MACD tak akan salah untuk waktu yang lama. Dengan penggunaan exponential moving average mampu memastikan indikator MACD ini bisa mengikuti perubahan aset secara perlahan.

Baca Juga:   Cara Membaca Ejaan Bahasa Inggris

Sementara kelebihan lainnya MACD selaku indikator saat-saat, yaitu dapat memprediksi perubahan aset kripto yang Kamu maksud. Kunci penting dalam memperkirakan pergantian tren pada Indikator MACD yaitu divergensi.

Apabila divergensi negatif terjadi, ini tandanya saat-saat bullish pada saat ini sedang memudar, bisa jadi akan mengalami pergantian tren menjadi bearish. Ini juga bisa menjadi peringatan untuk para trader semoga mengambil keuntungan atau keuntungan pada long position. Selain itu juga bisa menjadi sinyal supaya trader lebih kasar dengan melakukan short position.

Indikator MACD juga bisa dijalankan untuk tabel harian, bulanan maupun mingguan. Indikator ini merepresentasikan divergensi dan konvergensi pada dua rerata yang bergerak.

Jadi kesimpulannya, dengan memakai indikator MACD, Kamu dapat mengamati kemana arah trend atau pergerakan aset yang tengah diperdagangkan. Apakah sedang bergerak menuju arah uptrendi ataukah downtrend? Hal ini tentu saja mampu kian mempertajam kemampuan analisis pasarmu.

Komponen Utama Pada MACD

Sebelum memahami cara membaca indikator MACD, Kamu harus mengetahu unsur utama pada indikator MACD. Indikator MACD berafiliasi dengan divergence dan convergence pada dua rerata bergerak. Konvergensi (convergence) umumnya terjadi dikala rerata bergerak untuk saling mendekati antara satu dengan yang lain. Sementara kondisi divergence sendiri terjadi kebalikannya.

Berikut ada 3 unsur utama pada MACD diantaranya :

1. Nilai MACD

Nilai MACD didapatkan berdasarkan selisih yang terjadi antara EMA pada kurun pendek (12) dan EMA pada periode panjang (26). Adapun kedua angka kurun tersebut adalah periode kriteria EMA yang biasa dipakai. Sehingga Kamu tetap dapat menyesuaikannya tergantung keperluan.

2. Histogram

Histogram lazimnya didapatkan berdasarkan selisih yang terjadi antara nilai MACD dengan sinyal.

3. Sinyal

Sinyal ialah bagian yang juga memakai EMA pada indikator MACD. Hanya saja, EMA yang digunakan pada bagian sinyal biasanya ialah EMA dengan kala waktu lebih pendek jikalau dibandingkan pada EMA kala pendek MACD.

Cara Membaca Indikator MACD

Cara Membaca Indikator MACD 300x169 - Cara Membaca Indikator Macd
Tutorial Membaca Indikator MACD

Bagaimana Tutorial Membaca Indikator MACD?

Sesudah mengenali kelebihan dan komponen utama yang dipakai dalam indikator MACD, berikutnya Kamu bisa menjajal mengetahui cara membaca indikator MACD. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut :

Baca Juga:   Cara Cek Bpum

1. MACD yang Berpotongan dengan Sinyal

Ini yakni cara yang sering dipakai trader saat membaca indikatornya. Saat garis MACD tadi memotong dan terletak di atas sinyal, ada 2 kesimpulan yang bisa Kamu ketahui :

  • Jika garis indikator MACD memotong garis sinyal serta terletak di bab atasnya, maka kondisi ini menawarkan prediksi bahwa harga akan meningkat.
  • Sementara jika garis indikator MACD telah memotong garis sinyal serta terletak di atas garis sinyal tersebut, ini tanda titik beli. Sedangkan, kalau garis MACD tersebut memotong dan terletak di bawah pada garis sinyal, ini menujukkan bahwa harga akan turun dan mampu Kamu manfaatkan sebagai titik jual atau sinyal jual.

2. Garis MACD yang Memotong Nilai 0

Cara membaca indikator MACD berikutnya jikalau garis MACD memotong nilai 0. Biasanya apabila hal ini terjadi, ketika garis MACD memangkas titik 0 dan berada di atas, maka hal ini menawarkan terjadinya saat-saat strong bullish. Ini memprediksi bahwa harga aset mengalami kenaikan, bahkan keadaan ini sudah mampu dikatakan terjadi saat-saat uptrend.

Namun jika nilai MACD ada di bawah letak titik 0, ini artinya sinyal momentum mengalami strong bearish. Jika Kamu menemukan kondisi ini, grafik tersebut menunjukkan bahwa harga akan turun dan mampu dibilang sudah terlihat saat-saat downtrend di sini.

Jika garis MACD mulai beranjak ke atas, tapi masih di bawah titik 0, ini menujukkan bahwa harga aset akan meningkattapi masih bisa dibilang bullish. Sebab mampu saja harga justru kembali turun. Beda halnya bila garis MACD tadi telah sukses memotong serta terletak di atas titik 0. Karena ini tandanya telah terjadi strong bullish atau momentum uptrend.

Ini juga berlaku sebaliknya, adalah ketika garis MACD terlihat mengalami pergerakan menurun. Jika garis MACD tetap terletak di atas 0, masih belum mampu dikatakan adanya bearish walaupun harganya akan turun. Karena mampu saja harganya kembali naik. Sedangkan jika garis MACD telah mengalami pergerakan ke bawah hingga memangkas titik 0 dan terletak dibawahnya, ini tandanya sudah tejradi momentum downtrend.

3. MACD Histogram

Biasanya MACD histogram dimanfaatkan sebatas untuk melakukan prediksi pergerakan harga saja. Jika garis histogramnya terletak di bawah 0, kemudian mengecil kemudian menuju ke atas titik 0, ini artinya kemungkinan harga aset mengalami kenaikan. Tapi kalau garis histogram terletak di atas 0, kemudian mengecil dan bergerak menuju ke bawah, maka ada kemungkinan harga aset mengalami penurunan. Maka dari itu, jikalau Kamu memakai komponen pada indikator MACD ini, Kamu mesti menggabungkannya bareng unsur garis pada MACD.

Baca Juga:   Cara Membaca Rti Business

Berdasarkan cara membaca indikator MACD di atas mampu kita simpulkan bahwa indikator MACD ialah indikator saat-saat tren pada kripto, saham atau forec yang mesti dipelajari para trader. Sebab selain gampang dibaca, digunakan dan dipelajari, indikator ini juga mampu menawarkan sinyal cukup hebat.

close