May 20, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Multimeter Analog

Cara Membaca Multimeter Analog 200x112 - Cara Membaca Multimeter Analog

Multimeter yaitu suatu alat yang difungsikan untuk mengukur besaran listrik. Besaran yang bisa diukur menggunakan multimeter umumnya terdiri atas 3 jenis, diantaranya arus, tahanan, dan tegangan. Walaupun ada besaran perhiasan seperti pengukuran nilai penguatan transistor dan kapasitor. Lalu, bagaimana cara membaca multimeter analog?

Sebelum membahas cara membaca multimeter analog, Kamu harus tahu bahwa multimeter itu sendiri terbagi ke dalam 2 jenis, diantaranya digital dan  analog. Kedua tipe tersebut memiliki fungsi sama namun tingkat keakurasian yang dihasilkannya berbeda. Sebab jika Kamu menginginkan multimeter dengan kecermatan tinggi, maka tipe multimeter digital-lah yang harus diseleksi.

Namun karena pembacaan multimeter digital lebih gampang dibanding analog, di sini kita cuma akan membahas multimeter analog saja.

Apa Itu Multimeter Analog?

Multimeter analog yaitu multimeter yang mode pembacaannya memakai jarum penunjuk. Dimana jarum penanda ini lazimnya akan gergerak kemudian berhenti sesuai nilai yang tertera terhadap besaran listrik yang diukur.

Cara membaca multimeter analog sendiri dikerjakan terhadap 3 besaran, yakni tahanan, tegangan, dan arus listrik. Akan tetapi untuk memilih jumlah pengukuran, mesti betul-betul sempurna. Contohnya, jikalau Kamu ingin melakukan pengukuran tegangan seharusnya putar atau geser switch selektor menuju arah DCV atau ACV sesuai tegangan yang ingin diukur. Apakah tegangan yang diukur yakni AC (Alternating Current) ataukah DC (Direct Current). Kamu juga bisa mneyesuaikannya jikalau ingin melaksanakan pengukuran arus listrik dan tahanan, jadi arahkan switch tadi ke dalam Ampere dan Ohm.

Mengenal Bagian-Bagian Pada Skala Multimeter

Berikut ini ada beberapa bab yang terdapat dalam skala multimeter analog, diantaranya :

1. Jarum Pointer

Kegunaan jarum pointer ini selaku komponen untuk menampilkan nilai ukur menurut pada pengukuran yang sudah dilakukan.

Baca Juga:   Cara Membaca Oximeter

2. Skala Ukur Tegangan DC dan Skala Ukur Arus Listrik

Untuk pengukuran arus listrik dan tegangan DC, nilai pengukurannya lazimnya digabungkan jadi satu. Ini artinya, Kamu dapat menggunakan skala ukur tersebut untuk memilih nilai tegangan arus listrik dan tegangan DC. Skala pembacaannya dimulai pada bagian samping kiri ke samping kanan, sementara nilainya mengikuti angka atau nilai ukur yang terdapat pada selektor.

3. Skala Ukur Tahanan/Resistansi

Skala ukur tahanan atau resistansi yakni skala ukur yang dipakai untuk mengukur tahanan, kendala, maupun resistansi dengan satuan ohm. Dalam pembacaan angka atau nilai ohm sendiri, angka nol umumnya dimulai pada samping kanan sebagai angka terkecil. Sementara nilai paling besar terletak di samping kiri, kesannya untuk membaca skala ukur ohm sendiri dimulai dari samping kanan ke samping kiri.

4, Skala Ukur Tegangan AC

Skala ukur pada tegangan AC biasanya dipakai untuk melakukan pengukuran tegangan AC atau bolak-balik. Biasanya nilai skala akan mengikuti angka pada skala ukur tegangan DC serta arus, namun papan pada skala yang digunakan umumnya skala berwarna merah.

5. Mirror/Cermin

Fungsi mirror atau cermin pada multimeter ialah selaku contoh melakukan pengukuran sesuai yang ditunjukkan jarum pointer. Adapun untuk membaca pengukuran yang benar-benar akurat, pastikan posisi mata mesti tegak lurus pada multimeter sampai Kamu menyaksikan jarum penunjuk tanpa bayangan pada cermin.

Bagaimana Cara Memakai Multimeter Analog?

Jika Kamu baru memakai multimeter analog, ada beberapa cara untuk menggunakan multimeter analog berikut ini :

  • Untuk mengawali proses pengukuran, sebaiknya jarum memperlihatkan nilai atau angka nol bila kedua penjoloknya disambungkan. Putarlah bagian penala mekanik bila jarum masih belum sempurna di angka nol.
  • Kamu bisa memutar bagian sakelar pemilih menuju arah besaran tertentu yang diukur. Seperti menuju arah DC mA bila Kamu ingin mengukur arus DC, sedangkan arahkan ke AC V jika ingin pengukuran tegangan AC.
  • Untuk pengukuran resistor atau tahanan, biasany

Cara Membaca Multimeter Analog

Cara Membaca Multimeter Analog 200x112 - Cara Membaca Multimeter Analog
Tutorial Membaca Multimeter Analog

Panduan Membaca Hasil Multimeter Analog

Karena kita akan mengukur tegangan, tahanan dan arus listrik memakai multimeter analog, maka di sini kita bisa mencoba cara membaca multimeter analog untuk pengukuran 3 parameter tersebut.

Baca Juga:   Cara Setting Bluetooth Audio Kendaraan Beroda Empat

1. Pengukuran Resistor atau Tahanan

Untuk mengukur tahanan, skala ukur pada multimeter analog yang harus diperhatikan adalah dalam satuan ohm atau Ω. Selanjutnya Kamu tinggal menentukan batas ukuran yang tertinggi dengan cara memutar switch selector menuju arah X100K, mampu juga di bawahnya. Ini dijalankan apabila jarum penunjuk memperlihatkan posisi atau letak yang merepotkan diputuskan keakuratannya.

Contohnya resistor atau tahanan yang diukur, lalu jarum memberikan kisaran angka 20 menuju 30 dan tepatnya di garis ke 3 ke angka 30. Sedangkan dari 20 menuju 30 ada 5 garis, sehingga nilai dari setiap garis adalah sebesar :

Nilai 1 garis = (30-20)/5 = 10/5 = 2

Makara kesimpulannya, nilai satu garis antara angka 20 ke angka 30 adalah 2, sehingga perhitungannya menjadi 20 + (3×2) =26. Lalu bila Kamu memilih batas ukur X1K misalnya, nilai tahanan yang sebetulnya menjadi 1K x 26 = 26 Ω.

2. Pengukuran Tegangan DC

Cara membaca multimeter analog untuk mengukur tegangan DC sendiri yang harus diamati yakni skala ukur DCV.A pada alat multimeter. Apabila baterai yang akan diukur sebesar 9volt, maka Kamu bisa menentukan batas ukur yang memberikan angka sebesar 10 volt misalnya. Dimana angka ini memberikan batas optimal atau tertinggi yang dapat diukurnya.

Contohnya, sehabis mengukur baterai maka angka yang ditunjukkan jarum penunjuk antara angka 4 menuju 6 atau tepatnya di garis kedua menuju ke angka 6. Dimana pada angka 4 ke angka 6 ada 10 garis. Sehingga nilai satu garis adalah sebesar :

Nilai untuk 1 garis = (6-4)/10 = 2/10 = 0,2 volt.

Dengan begitu, kesimpulannya yakni nilai 1 garis yang terletak antara angka 4 menuju angka 6 yakni 0,2 volt. Sehingga perhitungannya menjadi 4+(2×0,2) = 4,4 volt. Sebenarnya cara membaca multimeter analog pada pengukuran tegangan sendiri lebih mudah dibandingkan dengan membaca skala pada ohm meter.

Sementara untuk mengukur tegangan bolak balik atau ACV, Kamu mampu mempraktekkannya sendiri. Sebab prinsipnya akan sama saja seperti mengukur tegangan searah atau DC. Kamu cuma perlu memperhatikan penampilan alat yang bersimbol ACV sesuai besar tegangan tertentu yang ingin diukur.

Baca Juga:   Cara Membaca Ebook Gratis

3. Mengukur Nilai Arus

Sebelum mengukur nilai arus atau ampere, Kamu harus tahu bahwa umumnya multimeter yang digunakan cuma memiliki kesanggupan membaca arus listrik dengan nilai lebih kecil dari 1 ampere. Adapun untuk menghalangi terjadinya kerusakan multimeter sebab kelebihan pada nilai arus, sebaiknya Kamu harus mengetahui batas maksimal arus listrik.

Adapun cara membaca angka atau nilai ampere dalam multimeter analog, diantaranya :

  • Pertama-tama perhatikan angka dan posisi skalar pemilih.
  • Kemudian pilih skala pada bagian tengah yang dipakai untuk membaca angka pengukuran arus.
  • Pilih nilai maksimal sesuai nilai selektor.
  • Silahkan baca angka di jarum pointer atau penunjuk sesuai dengan skala yang telah dipilih.

Dengan mempelajari cara membaca multimeter analog di atas, Kamu tak perlu bingung lagi ketika mengukur resistor, arus listrik dan tegangan AC/DC dengan perkiraan yang tepat. Namun umumnya, sekarang sudah banyak orang yang lebih memilih multimeter digital sebab kemudahan dan kemudahan dalam pembacaannya. Tapi tak perlu khawatir, jika Kamu masih menggunakan multimeter analog, tetap bisa memakai cara di atas untuk pengukuran tegangan, arus listrik atau resistor.

close