May 23, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Nominal Duit Rupiah

Cara Membaca Nominal Uang Rupiah 200x112 - Cara Membaca Nominal Duit Rupiah

Cara membaca nominal duit rupiah pasti sangat gampang sekali. Namun tidak dengan menulis, alasannya umumnya penulisan angka untuk mata uang rupiah harus diadaptasi dengan EBI. Jika Kalian masih gundah, EBI ialah kependekan dari Ejaan Bahasa Indonesia. Makara EBI ini mengambil alih istilah EYD (Ejaan yang Disempurnakan) dan telah berlaku dari tahun 2015 kemudian.

Metode membaca nominal duit rupiah dan penulisannya sebenarnya sudah diajarkan sejak di bangku sekolah dasar. Kalian harus memahami sistem ini, supaya nantinya tidak bingung lagi. Dalam penulisan nominal duit rupiah sendiri masih cukup membingungkan. Bahkan tak jarang orang cukup umur sekalipun sering terkecoh dan resah bagaimana cara membacanya.

Perlu Kalian pahami, contohnya saja penulisan uang yang terbilang seribu rupiah. Maka urutan yang benar yaitu di bagian kiri paling depan, biasanya ditulis simbol mata duit rupiah (Rp). Lalu diikuti oleh nominal 1.000 di tengahnya, dan di bagian belakang disertai oleh dua nol (00) setelah tanda koma.

Kalian mungkin mengajukan pertanyaan, kenapa sih setelah Rp tidak dispasi? Atau kenapa ribuan harus memakai titik, sedangkan bab hasilnya tak menggunakan koma strip saja? Jangan cemas, karena kita akan menjelaskannya secara lengkap di artikel ini!

Cara Membaca Nominal Uang Rupiah

Cara Membaca Nominal Uang Rupiah 200x112 - Cara Membaca Nominal Duit Rupiah
Membaca Nominal Uang Rupiah dan Penulisannya

Membaca Nominal Uang Rupiah dan Penulisannya

Rupiah yaitu mata uang negara Indonesia yang umumnya bersimbol Rp. Huruf R biasanya ditulis menggunakan karakter besar/kapital. Menurut standar internasional, penulisan mata duit Indonesia umumnya ditulis IDR (Indonesia Rupiah). Sementara tu, pada penulisan kriteria internasional biasanya nominal mata duit akan dikombinasikan bareng huruf. Contohnya 20K IDR, dibaca menjadi dua puluh ribu rupiah. Adapun simbol K di sini ialah kependekan dari kilo, artinya seribu.

Baca Juga:   Cara Membaca Neraca Keuangan

Meskipun cara membaca nominal uang rupiah dan penulisannya terkesan sepele, tetapi masih banyak orang yang keliru. Selain itu, Kalian mungkin belum mengetahui hal-hal penting di bawah ini :

1. Memakai Simbol Rp

Simbol Rp dipakai untuk menuliskan nominalnya, selain sebagai singkatan juga selaku simbol dari mata uang itu sendiri. Misalnya, Rp yaitu simbol rupiah dari Indonesia, mata uang yen dari Jepang bersimbol “¥” dan mata yang dolar dari AS bersimbol “$”.

Penulisan Rp umumnya ditaruh di depan nominal duit. Metode penulisan ini berlaku dalam posisi manapun di setiap kalimatnya, baik di awal, tengah, maupun simpulan.

Berikut contoh penulisan dan cara membaca nominal duit rupiah :

  • Rp1000,00 (Seribu rupiah)
  • Rp500,00 (Lima ratus rupiah)
  • Rp7500,00 (Tujuh ribu lima ratus rupiah)

2. Tidak Ada Spasi Antara Rp dan Nominal Uang

Cara penulisan mata uang rupiah yang benar selanjutnya ialah nilai uang umumnya ditulis dengan memakai bilangan. Tulisan bilangan atau nominal duit sempurna sesudah simbol Rp dan tidak dipisah oleh jarak spasi. Adapun maksudnya yakni untuk mengantisipasi kecurangan dari pihak tak bertanggung jawab. Sebab bila memakai spasi, maka kemungkinan ada pihak yang mau memperbesar angka bilangan tersebut.

Contohnya :

Rp2000.000,00 dan bukan Rp. 2.000.000,00, sebab bisa saja ditambahkan menjadi Rp.22.000.000,00.

3. Memakai Tanda Titik (.) Untuk Memisahkan Ribuan

Dalam penulisan nominal mata duit, Kalian mesti memakai tanda titik untuk memisahkan bilangan ribuan. Adapun bilangan ribuan ini yaitu bilangan dengan nol berjumlah 3 buah.

Contohnya :

Rp20.000,00

Rp200.000,00

Rp2000.000,00

4. Pada Akhir Bilangan Ditambahkan Tanda Koma (,)

Saat Kalian menuliskan duit, sebaiknya beri tanda koma sehabis bilangan untuk membuktikan desimal. Biasanya tingkat kecermatan desimal itu sendiri yakni 2 angka yang terletak di belakang koma. Sehingga di bagian belakang nilai mata uang disertakan ,00 cara membaca nominal duit rupiah ini menjadi “koma nol nol”.

Adapun misalnya yakni sebagai berikut :

Rp50,00 (lima puluh rupiah)

Rp100,00 (seratus rupiah)

Rp5000,00 (lima ribu rupiah)

5. Pemakaian Garis Miring di Bagian Akhir Mata Uang Tanpa Spasi

Pemakaian garis miring pada goresan pena nominal uang biasanya dipakai untuk mengubah kata tiap atau per. Tapi ingat, penulisannya tak dipisahkan spasi.

Baca Juga:   Cara Membaca Not Balok

Contohnya :

Rp10.000,00 per lembar, menjadi Rp10.000,00/lembar.

6. Penulisan Menggunakan Huruf

Ketika menuliskan angka menggunakna angka, sejaan dan simbol mata duit tak mampu dipakai. Contohnya 50.000 rupiah (penulisan yang benar), dan bukan menjadi Rp. lima puluh ribu (ini salah). Dimana kedua abjad dan angka tersebut mampu digabungkan ke dalam angka besar. Contohnya 50 juta rupiah.

Selanjutnya, metode untuk menuliskan angka atau nominal tidak mampu dijalankan sekaligus, lain halnya pada dokumen resmi, baik pada kuitansi atau persetujuan. Contohnya Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah).

Standar Penulisan Mata Uang Rupiah

Selain kiat dan cara membaca nominal uang rupiah, Kamu juga harus tahu persyaratan penulisan mata uang rupiah itu sendiri. Dalam tata cara penulisan mata duit rupiah, ada yang disebut dengan ISO 4217. ISO 4217 sendiri adalah isyarat penggunaan nominal mata uang rupiah dari Bnak Indonesia yang belum ditetapkan melalui ajaran EBI atau EYD. Walaupun demikian, penggunaannya cukup terkenal.

Pemakaiannya di Indonesia sendiri dengan menggunakan IDR atau Indonesian Rupiah. IDR ialah patokan internasional bagi mata uang Indonesia. Singkatan IDR yaitu Rupiah Indonesia. dolar AS yang artinya dolar Amerika Serikat.

Ada dua sistem yang bisa digunakan untuk menempatkan kode tersebut, ialah diletakkan di depan contohnya EUR 150 maupun di belakang angka, misalnya 150 EUR. Pemakaian IDR yang tepat menurut hukum dari D-M yaitu dengan cara menempatkannya di belakang nominal. Contohnya, 500 IDR (benar), dan bukan IDR 500 (salah).

Mengenal Hukum D-M

Hukum D-M sendiri ada di dalam buku berjudul “Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia) karya dari Sutan Takdir Alisjahbana, yang ditulis sekitar tahun 1949-an. Maksud dari hukum D-M ini ialah aturan perihal hukum penempatan Diterangkan (D) serta Menerangkan (M). Adapun kata yang bersifat pertanda memiliki fungsi penjelas atau tambahan pada kata Diterangkan, kesudahannya penempatannya dibelakang kata Diterangkan. Untuk perkara ini, nominal uang selaku yang Diterangkan sedangkan IDR sebagai yang Menerangkan.

Pemakaian K, M maupun seterusnya juga dipakai untuk mempersingkat angka 0 (nol) yang sungguh banyak. Contoh, 3K (tiga ribu) IDR, sedangkan 3M (3 juta) IDR. pemakaian abreviasi tersebut juga sering dipakai pada kalimat bahasa Indonesia. Contohnya, lima belas milyar rupiah, maka penulisannya 10 milyar rupiah.

Baca Juga:   Cara Top Up Linkaja Di Atm Bni Dan Berapa Biayanya?

Pedoman EBI/EYD yang diterangkan melalui Bab V Pasal E Ayat 5 perihal keterangan pada tanda hubung. Selain itu, ada pula yang menjelaskan tentang aturan menulis untuk pergantian penulisan nominal duit. Contohnya penulisan untuk lambang bilangan dengan akhiran-an, maka biasa ditulis uang dua ratusan dan menjadi uang 200-an. Sama halnya dengan empat uang seribuan, yang menjadi empat duit 1000-an.

Berdasarkan klarifikasi di atas, bisa kita simpulkan bahwa penjelasan perihal cara membaca nominal uang rupiah dan cara penulasannya sangat menawan. Karena seluruhnya sudah dikontrol sedemikian rupa dalam EYD aatau EBI. Selain itu, Kalian juga mampu mengetahui cara penulisan nominal mata uang, peletakan Rp, peletakan IDR serta penggunaan koma dan 0 (nol) dengan benar.

 

 

 

close