May 20, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Membaca Saham

Cara Membaca Saham - Cara Membaca Saham

Cara membaca saham bekerjsama sangat penting untuk mampu membaca pergerakan harga saham. Biasanya untuk melihat pergerakan harga tersebut kita harus memanfaatkan grafik saham. Diantara banyaknya jenis grafik yang ada, tak seluruhnya cocok bagi investasi saham dan trading di Bursa Efek Indonesia. Sebab ada beberapa jenis grafik analisis teknikal yang lebih ideal dimanfaatkan untuk trading dalam bursa yang lain.

Ada salah satu diantara tiga prinsip dasar dalam analisis teknikal saham yaitu market action discounts everything. Ini artinya, pergerakan dari harga saham sudah mewakili semua jenis berita dan info terkait saham.

Selain itu, artinya seorang investor dan trader saham yang menggunakan analisis teknikal tak perlu lagi repot-repot untuk mencari informasi dan info terkait saham. Sebab apapun info dan infonya, kesimpulannya sudah tertera dalam pergerakan harga itu sendiri.

Jika ada isu dan gosip yang cantik, lazimnya pribadi disambut oleh sentimen positif pada market, dengan harga yang terus bergerak naik. Ini juga berlaku sebaliknya, jika ada isu dan info buruk, lazimnya akan pribadi disambut oleh sentimen negatif dan harga pun bergerak turun.

Akan namun, saat ini permasalahannya adalah bagaimana sih cara membaca saham? Bagaimana pergerakan harganya? sehingga Kamu mampu mengambil kesimpulan yang tepat tentang sentimen negatif dan faktual?

Cara Membaca Saham

Cara Membaca Saham - Cara Membaca Saham
Tutorial Membaca Saham

Membaca Grafik Pergerakan Harga Saham

Awalnya banyak orang yang membaca pergerakan saham dengan cuma mengamati indikator saja. Namun justru indikator dari analisis teknikal saham sendiri adalah faktor yang ke sekian yang harus diperhatikan. Padahal menurut teori analisis teknikal saham, sendiri, pergerakan harga mesti langsung dibaca berdasarkan grafik sahamnya sendiri dan bukan indikator sahamnya.

Menariknya, untuk membantumu melakukan analisa pergerakan saham, ada berbagai jenis grafik analisis teknikal yang bisa Kamu gunakan. Kamu tinggal melakukan cara membaca saham melalui grafik yang Kami suguhkan berikut. Selain itu, tak perlu khawatir karena semuanya tersedia di banyak platform trading online.

Baca Juga:   Cara Membaca Whatsapp Yang Telah Dihapus

1. Membaca Saham Menggunakan Line Chart

Jenis line chart ialah jenis grafik saham yang sangat simpel. Sebab bentuknya cuma seutas garis yang praktis dan bersifat to the point. Biasanya line chart ini menghubungkan beberapa titik closing price atau harga penutupan. Sebab pada analisis teknikal saham sendiri, closing price tergolong harga yang paling penting, dan menyimpulkan sentimen pada hari itu.

Jika harga saham pada hari ini yang sudah ditutup naik, ini artinya pada hari itu terjadi sentimen nyata. Ini juga berlaku sebaliknya, bila harga saham yang ditutup turun, artinya sentimen yang terjadi negatif.

Tapi bahwasanya, Kamu dapat melakukan setting semoga line chart menampilkan harga selain closing price. Baik itu menurut pada harga pembukaan pada hari itu, harga terendah maupun harga tertinggi.

Walaupun bagi penanam modal saham dan trader pemula, sebaiknya pakai lince shart sesuai closing price atau harga penutupan. Karena bagi yang masih belum sudah biasa dengan analisis teknikal saham, menggunakan pengaturan line chart menurut harga yang lain hanya memperbesar kebingungan saja.

Kemudian, bagiamana cara membaca saham dari jenis line chart? Metode yang paling mudah bagi seluruh penanam modal dan trader untuk menggunakan line chart yakni dengan Support/Resistance level dan Trendline.

Jika ingin menetapkan pergantian tren harga saham, mulai dari bullish (naik) menuju tren bearish (turun), Kamu cuma perlu menggambar garis pada demam isu yang meningkat.

2. Membaca Saham Menggunakan Bar Chat

Cara membaca saham selanjutnya yakni menggunakan bar chat. Dimana kafe chat yaitu sejenis grafik saham paling populer untuk analisis teknikal diantara investor dan trader saham sampai di seluruh dunia. Bar chart menampilkan informasi lebih lengkap ketimbang line chart. Grafik batang ini tak cuma memberikan gosip terkait opening price atau harga pembukaan saja, tetapi harga terendah dan harga tertinggi.

Sesuai namanya, grafik ini berupa mirip dengan batang vertikal, terdapat 2 garis kecil sebagai penanda posisi opening price serta closing price.

Open High Low Close (OHLC) adalah isu yang sangat berkhasiat pada grafik batang, alasannya tidak hanya memperlihatkan sentimen market pada hari itu. Tetapi juga, Kamu mampu mengenali bagaimana perubahan sentimen tersebut di sepanjang hari.

Baca Juga:   Cara Membaca Not Balok

Berbeda dari candlestick charkafetaria chart secara default cuma mengenal satu warna saja. Walaupun kini ini, ada banyak aplikasi memperlihatkan grafik batang berwarna-warni. Tapi apapun warna pada kafetaria chart itu sendiri, tidak terdapat pengaruh apapun bagi analisis teknikal saham.

Alasannya, alasannya grafik batang termasuk ke dalam jenis analisis teknikal klasik, dan sudah digunakan dari tahun 1889. Ini artinya, grafik batang yang kamu kenal dikala ini sebetulnya telah dimanfaatkan para penanam modal saham dan trader di atas 120 tahun kemudian.

Pada waktu itu, metode analisis teknikal klasik memanfaatkan contoh-acuan grafik semoga dapat mengevaluasi pergerakan harga. Adapun contoh pola dari analisis teknikal klasik, seperti Double Bottoms, Double Tops, Head and Shoulders, Triangle, dan sebagainya.

3. Membaca Saham Menggunakan Candlestick Chart

Jenis grafik yang lain ialah candlestick chart, yaitu sejenis grafik analisis tkenikal paling populer. Karena popularitasnya, nyaris seluruh aplikasi pada analisis teknikal saham menampilkan grafik candlestick default. Selain itu, tak ada aplikasi dari analisis tkenikal saham lainnya yang tanpa menampilkan candlestick chart.

Grafik lilin ini ialah sejenis grafik paling populer, alasannya adalah tidak cuma info saja yang ditampilkan pada bar chart, melainkan tampilannya yang lebih gampang dimengerti.

Candlestick chart juga menerangkan harga OHLC yang sama mirip pada kafe chat, bahkan informasinya pun sama. Di dalam grafik lilin ini tertera informasi opening price, low price, high price dan closing price.

Akan namun aspek paling utama yang membedakan antara kedua grafik ini ialah komponen dari harga sahamnya sebagai fokus dari analisis. Dalam grafik batang, fokus analisisnya yakni trading day range. Oleh alasannya itu, pengguna grafik batang sungguh memperhatikan low price dan high price.

Sementara pada grafik lilin, konsentrasi analisisnya yaitu trading day conclusion. Karena itu para pengguna grafik lilin lebih memperhatikan opening price dan closing price.

4. Membaca Saham Menggunakan Grafik Heikin Ashi

Heikin Ashi ialah sejenis grafik pergerakan saham yang tidak begitu terkenal di tanah air. Hanya sedikit saja investor dan trader yang mengetahui kehadiran jenis grafik ini.

Baca Juga:   Cara Pasang Gps Di Hp

Padahal grafik ini termasuk grafik pergerakan saham paling mudah dimengerti dan mudah dibaca. Bahkan saking gampangnya cara membaca saham dengan grafik ini, hingga-sampai tak sedikit investor dan trader saham yang cukup meremehkan grafik ini.

Jika dilihat sekilas, penampilan Heikin Ashi hampir sama mirip Candlestick chart. Terdapat sumbu, warna, serta tubuh Candlestick. Namun kemiripan dan persamaan tersebut umumnya sebatas hanya hingga disitu. Sementara komponen lainnya sungguh berlainan jauh.

Pada grafik Heikin Ashi, Kamu tidak akan mendapatkan deretan dan pola-pola dari candlestick. Formasi Candlestick dan acuan-contoh mirip Shooting star, Hammer, Engulfing, Harami, Evening Star, Morning Star, dan sebagainya. Semua itu tidak terdapat pada grafik Heikin Ashi.

Nah, itulah 4 cara membaca saham melalui grafik-grafik analisa teknikal saham yang mungkin bisa Kamu coba. Atau Kamu mampu mneyesuaikannya tergantung keperluan dan mana yang paling gampang. Semoga berfaedah!

close