May 16, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Menanam Cabai Rawit Di Polybag

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag 200x112 - Cara Menanam Cabai Rawit Di Polybag

Cabe rawit dengan nama ilmiah Capsicum fruescens yaitu sejenis flora dan buah dari genus Capsicum dengan buah yang tumbuh menjulang ke atas. Mengingat banyak manfaatnya, tak sedikit orang membudidayakan cabai utamanya mengenang harganya cukup tinggi di wkatu tertentu. Inilah yang menciptakan berita cara menanam cabe rawit di polybag banyak dicari.

Cabe rawit berwarna merah biasanya berbuah hingga sepanjang tahun dan dapat berkembang dengan baik di area dataran rendah dengan pH sekitar 5-6. Tanaman cabe rawit memiliki dimensi sekitar 2cm-4cm. Ada beberapa varietas cabe rawit di Indonesia, diantaranya bird pepper, cabai rawit kecil, cabai putih, cabe jemprit, cengek domba, dan cabai kathur.

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag 200x112 - Cara Menanam Cabai Rawit Di Polybag
Menanam Cabe Rawit di Polybag

Panduan Menanam Cabe Rawit di Polybag

Cabe rawit membutuhkan kecukupan pasokan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Apabila sinar matahari yang didapat kurang, maka bisa menciptakan batang dan daun ringkih, perkembangan tanaman hanya meninggi, buatan rendah, dan waktu pemanenan lebih lama.

Sebenarnya menanam cabe di dalam polybag biar cepat berbuah cukup gampang dilakukan. Kamu di sini cuma perlu mempersiapkan benih dan merencanakan media tanam dari polybag dan tanah yang gembur atau subur. Di bawah ini ada beberapa langkah cara menanam cabai rawit di polybag yang bisa Kamu coba :

1. Pilih Bibit Cabe Rawit Berkualitas

Bagi yang sekedar hobi menanam cabe, maka bibit yang dapat dipakai yaitu cabe dapur atau dengan membeli cabai yang sudah matang di pasar. Jika Kamu mempunyai tanaman cabe yang telah berbuah, maka cabe yang matangnya merata atau sudah renta mampu dipakai sebagai bibit. Selain itu, cabe rawit mempunyai beberapa macam, seperti cabe rawit putih, cabe rawit hijau dan yang lain. Jika Kamu ingin menciptakan bibit dari cabe yang Kamu beli di pasar, seharusnya pilih cabe yang benar-benar sudah renta.

Baca Juga:   Cara Menanam Bunga Mawar

Adapun ciri-ciri bibit cabai yang bagus adalah warna kulitnya merah menyala, tangkai buahnya berwarna hijau dan segar, serta tidak keriput dan masih segar. Jangan memilih bibit yang kulitnya telah keriput dan tangkainya mengering, meskipun warna kulitnya sudah merah. Karena bisa jadi cabai rawit tersebut bukan sudah tua, melainkan sudah lama disimpan. Sementara untuk varietas yang Kamu inginkan, mampu disesuaikan tergantung selera.

Kamu mampu berbelanja bibit cabai rawit di toko, bahkan Kamu mampu mendapatkan berbagai varietas cabe bibit unggul di pasaran. Akan tetapi bagi skala rumahan, tentunya lebih hemat lagi jika Kamu membuat bibitnya sendiri. Bibit cabai di toko pertanian biasanya telah tersedia dengan kemasan skala cukup besar dengan harga lebih mahal. Namun tak perlu khawatir, Kamu masih mampu membeli bibit cabai hibrida eceran dengan jumlah menyesuaikan keinginan. Kini, ada aneka macam toko online yang memberikan aneka macam macam bibit flora, mirip bibit cabai rawit.

2. Menyemai Bibit Cabe Rawit

Cabe yang sudah Kamu pilih untuk benih, mampu dibelah lebih dahulu dan ambil bijinya. Kemudian biji tersebut dicuci hingga besih dan buang lendir yang masih menempel di dalam biji cabai. Setelah itu kerjakan seleksi bibit, dengan merendam biji ke dalam air. Silahkan buang biji yang terapung dan melayang, kemudian ambil biji cabe yang tenggelam yang nantinya dijadikan benih. Selanjutnya jemur biji cabe sampai mengering, lalu simpan atau pribadi disemai.

Adapun proses menyemai bibit cabai supaya cepat berkembang, yakni sebagai berikut :

  • Persiapkan alat untuk menyemai, diantaranya campuran pupuk kompos dan tanah dengan rasio 1 : 3.
  • Aduk tanah dengan kompos/pukan hingga tercampur merata. Biarkan di area yang terlindungi oleh sinar matahari dan hujan eksklusif selama 1 minggu.
  • Rendam bibit menggunakan air sehangat kuku sekitar 3 jam. Tambahkan pula dengan ZPT seperlunya, Kamu juga mampu memakai air bawang merah agar proses perkecambahan mampu berjalan cepat.
  • Masukkan alat persemaian ke kawasan seperti tray atau di hamparan tanah. Namun agar lebih kondusif, pilih tray atau daerah semai. Kemudian siram sampai basah.
  • Tempatkan bibit ke dalam alat semai memakai jarak terstruktur, bisa berjarak 4x4cm atau 3x4cm.
  • Tutup tipis bibit dengan tanah yang halus.
  • Lalu tutup tray semai memakai daun pisang atau plastik hitam biar keadaan lingkungannya lembab dan hangat, sehingga benih mampu berkecambah lebih singkat.
  • Proses penyemaian juga bisa menggunakan polybag berukuran kecil. Caranya isi polybag tersebut memakai alat semai, kemudian siram sampai basah dan masukkan 1 bibit setiap polybag.
  • Selama 7-10 hari biasanya bibit sudah berkecambah. Tempatkan tray semai di kawasan yang sungguh-sungguh teduh.
  • Setelah berumur 2 hari, bibit sudah diperkenalkan dengan cahaya matahari bertahap agar tak terjadi etiolasi dan bibit mempunyai batang yang sungguh-sungguh besar lengan berkuasa.
  • Sesudah memasuki umur 25-30 hari, bibit dapat dipindahkan ke dalam polybag.
Baca Juga:   Cara Menanam Bawang Putih

3. Mempersiapkan Media Tanam di Dalam Polybag

Cara menanam cabai rawit di Polybag berikutnya adalah persiapkan polybag dan alat tanam. Sebaiknya polybag yang dipakai untuk membudidayakan cabe rawit berdiameter minimal sepanjang 30 cm. Tapi lebih besar pastinya lebih baik semoga polybag bisa menampung alat penanaman yang mencukupi perkembangan dan kemajuan flora.

Kamu bisa mempergunakan beberapa barang bekas di rumah untuk dijadikan sebagai tempatnya. Misalnya memakai kantong plastik, baskom bekas, jerigen bekas, kaleng bekas cat dan lainnya. Sebaiknya rencanakan alat tanam selama 7 atau 10 hari sebelum umur bibit siap dipindah tanamkan.

Sebaiknya gunakan alat tanam yang bersifat tak gampang becek, gembur, dan mengandung banyak komponen hara atau bahan organik. Alat tanam yang dipakai untuk menanam flora cabe rawit di polybag ialah gabungan dari pupuk kompos, tanah, arang sekam dan sekam mentah.

Gunakan tanah gembur, Kamu dapat memakai tanah yang ada diantara tanah atua pembuangan sampah di bawah atau sekitar rumpun bambu. Karena alat tanam pada polybag umumnya lebih gampang padat, sehingga alat tanam harus diaduk memakai arang sekam. Fungsi dari arang sekam ini yaitu untuk menghalangi pemadatan pada alat tanam dan porositas tanah. Adapun perbandingan antara arang sekam, sekam mentah, pupuk kompos dan tanah yaitu 1 : 1: 2 : 3.

4. Proses Menanam Bibit Cabe Rawit

Setelah mempersiapkan alat tanam dan bibit cabe rawit sudah dewasa, berikutnya tinggal melaksanakan proses penanaman. Memindahkan bibit cabai rawit ke dalam alat penanaman seharusnya di sore hari. Namun sebelumnya, siram dahulu alat tanam sampai basah dan buat lubang untuk menanam di bab engah polybag.

Jika bibit cabe disemai tanpa memakai polybag, sebaiknya ambil bibit cabe dari persemaian dengan perlahan. Jangan cabut bibit tapi semestinya congkel beserta akar dan tanahnya supaya bibit cabe tidak frustasi setelah dipindah tanam. Kemudian masukkan bibit ke lubang tanam, lalu tutup pangkal pada bibit menggunakan tanah sembari ditekan-tekan biar bibit menjadi kokoh. Siram bibit dengan air seperlunya.

Baca Juga:   Cara Login Kredivo

Jika bibit disemai memakai tray semai, silahkan ambil kemudian lepaskan bibit dengan perlahan biar akarnya tidak rusak atau putus. Bibit yang sudah dilepaskan pada trai semai semestinya segera ditanam di alat tanam. Jika penyemaian menggunakan polybag, silahkan lepaskan polybag secara perlahan jangan hingga alat semainya rusak.

Ya, itulah 5 bimbingan cara menanam cabe rawit di polybag yang mampu Kamu lakukan untuk menerima hasil buatan yang optimal. Semoga berguna!