May 23, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Menanam Cabai Rawit

cara Menanam Cabe Rawit 200x112 - Cara Menanam Cabai Rawit

Cabe rawit bisa dikatakan selaku salah satu jenis cabai yang banyak diminati penduduk Indonesia. Hal ini dikarenakan cabai rawit mempunyai rasa yang begitu pedas. Selain itu, cabe rawit juga sangat gampang dibudidayakan di rumah lho. Cabe rawit bisa dumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Bisa dikatakan nyaris semua tipe atau jenis tanah akan cocok bila ditanami cabe. Lalu, bagaimana cara menanam cabai rawit itu sendiri?

Sebelum mengetahui panduan cara menanam cabe rawit, kita harus tahu dahulu persyaratan berkembang cabe rawit. Perlu diingat, cabai rawit lazimnya membutuhkan asupan cahaya matahari sepanjang hari. Apabila kurang pasokan cahaya matahari, maka flora cabe akan meninggi, umur panennya menjadi lebih lama, batang dan daun lemas, sampai produksinya menjadi rendah.

Cara Menanam Cabe Rawit

cara Menanam Cabe Rawit 200x112 - Cara Menanam Cabai Rawit
Menanam Cabe Rawit

Panduan Menanam Cabe Rawit

Menanam cabai rawit sangat sesuai bagi pencinta kuliner pedas atau mungkin bagi yang terpesona membudidayakannya. Jika Kamu tergolong salah satunya, simak bimbingan cara menanam cabe rawit dengan benar di bawah ini :

1. Mempersiapkan Lahan Untuk Penanaman

Jika ingin menanamnya secara pribadi di tanah, diperlukan lahan ideal. Pilih area lahan atau tanah yang sudah dikeringkan dan lokasi yang terpapar cahaya matahari semoga cabe mampu tumbuh. Di samping lokasinya, pastikan tanah harus subur untuk memenuhi kecukupan komponen hara. Jika tanah tidak subur, Kamu mampu mencampurkan pupuk kompos di lahan dengan kedalaman 3 cm.

Jangan tambahkan nitrogen terlampau banyak pada area lahan tanam. Karena mampu mengakibatkan cabe rawit makin tumbuh cepat, hasilnya menciptakan cabai menjadi rentan terhadap hama dan penyakit yang menyebabkan kurangnya produktivitas.

Selain itu, pahami syarat lokasi penanaman cabai rawit berikut ini :

Baca Juga:   Cara Menanam Cabai Rawit Di Polybag

  • Temperatur ideal flora cabe adalah 24-27oC.
  • Kelembaban tanah di area flora cabe sebaiknya tak terlalu tinggi.
  • Untuk membudidayakan cabe rawit dapat dilaksanakan di area sawah bekas penanaman padi atau tegalan, yang kaya komponen hara, tanahnya gembur, serta persediaan air di dalam tanahnya mencukupi.
  • PH tanah netral sekitar 5-7.

2. Mengolah Media Tanam

Kamu mesti mengamati beberapa langkah proses pengolahan media tanam dengan benar. Berikut tahapannya :

  • Lakukan bajak atau cangkul tanah untuk menggemburkan tanah dan membuang gulma serta tumbuhan sebelumnya, selanjutnya diamkan lahan media tanam selama beberapa hari.
  • Pada lahan media tanam yang pH-nya terlalu asam, dengan pH di bawah 5, Kamu memerlukan kapur dolomite. Tambahkan kapur saat proses pembajakan, kemudian biarkan selama kurang lebih 7 hari untuk memutuskan tingkat keasaman tanah netral.
  • Jika proses pengapuran sudah akhir, Kamu bisa menambahkan pupuk kandang biar bagian hara di dalam tanah bertambah dengan takaran sebanyak 1 ton untuk tiap hektar lahan.
  • Sesudah proses pemupukan, silahkan diamkan lahan hingga 1 ahad agar pupuk sangkar bisa meresap ke dalam media tanam dengan sempurna.
  • Selanjutnya, buat bedengan di bab atas lahan yang lebarnya dibuat sekitar 1 meter, dengan ketinggian 30 cm dan panjang mampu diubahsuaikan dengan kondisi atau lokasi lahan.
  • Berikan jarak antar setiap bedengan yang mampu difungsikan untuk parit lewat jarak sekitar 50-80cm.
  • Jika sudah, tutup bedengan menggunakan mulsa plastik lalu dibuatkan lubang untuk tanam menggunakan kaleng susu yang bekas.
  • Berikan jarak pada tiap lubang tanam dengan jarak sekitar 50-60 cm melalui pola yang berbentuk zig zag.
  • Biarkan bedengan yang telah tertutup oleh mulsa plastik selama 1 minggu sebelum ditanam.

3. Memilih Bibit Cabe Rawit Berkualitas

Cara menanam cabai rawit selanjutnya ialah menentukan bibit yang berkualitas. Kamu harus mendapatkan bibit cabe dari varietas terbaik, biar hasil yang diperoleh sesuai cita-cita. Karena percuma saja, bila Kamu sudah menanam cabe dengan benar tapi karena bibit yang diseleksi tidak begitu baik, maka mampu membuat hasil panen kurang maksimal.

Baca Juga:   Cara Menciptakan Plugin Jetpack Jadi Ringan Di Wordpress Kau

Alangkah baiknya, bibit cabai rawit dibuat dari varietas terbaik dan berkualitas, menunjukkan hasil panen yang melimpah, dan bebas dari hama penyakit. Sesudah bibit didapat, semestinya rendam bibit memakai larutan POC/Nasa menggunakan dosis 1 tutup untuk setiap liter air hangat. Tujuannya agar merangsang perkecambahan bibit cabai rawit.

4. Tahap Persemaian Bibit Cabe Rawit

Sesudah bibit berkecambah, langkah berikutnya semaikan bibit yang sudah berkecambah. Arah persemaian sendiri dibuat sampai sedemikian rupa menghadap ke arah timur dan disertakan naungan plastik. Pada media tanam penyemaian dibuat dari adonan anah dan pupuk kandang matang lewat rasio 3 : 1. Kamu tinggal memasukkan campuran ke dalam polybag yang berukuran sekitar 4×6 cm.

Kemudian masukkan bibit cabai yang sudah berkecambah ke media tanam pada polybag, untuk tiap polybag mesti diisi 1 bibit. Sesudah ditanam, tinggal ditutup memakai adonan tanah tipis dan pupuk kandang. Lalu siram dengan cara berkala di tiap sore dan pagi hari hingga bibit tumbuh tunas.

5. Menanam Cabe Rawit

Jika bibit telah berumur selama 4 minggu di media persemaian dan daunnya telah keluar, maka sekarang saatnya memindahkan bibit cabai rawit ke media tanam. Pilihlah bibit yang sehat, bebas hama, pertumbuhannya mulus dan berdaun sebanyak 2-6 helai untuk tiap benihnya.

Sebagai anjuran , semestinya tanam cabe rawit di sore hari atau pagi hari semoga bibit tidak mudah layu. Ambil benih dari polybag secara perlahan dan hati-hati biar tidak merusak bab akar tumbuhan. Masukkan ke lubang tanam lalu tutup memakai tanah sebatas bab ujung pangkal bibit cabe tersebut.

6. Merawat Cabe Rawit

Jika sudah menanam cabe rawit, selanjutnya Kamu harus merawat cabe rawit yang ditanam. Adapun tahap perawatan sendiri mencakup penyulaman, penjarangan, proses penyiangan, pemupukan dan penyiraman cabe rawit.

7. Menyiram Tanaman Cabe Rawit

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyiram tumbuhan cabe rawit, diantaranya :

  • Menggunakan air cucian beras, sebab air ini berfungsi dengan baik untuk mampu menyuburkan tumbuhan cabe rawit. Maka dari itu, pakai air cucian beras saat menyiram cabe rawit.
  • Siramkan air tersebut ke dalam pot maupun polybag setiap hari dikala pagi hari maupun dikala final mengolah makanan beras.
  • Di sore harinya siram cabe rawit memakai air biasa.
  • Lakukan penyiraman tumbuhan sebanyak 2 kali sehari secara rutin.
Baca Juga:   Cara Transfer Bank Neo Ke Bank Lain Dan Sesama Bnc Di Neo+

8. Memupuk Tanaman Cabe Rawit

Menanam cabai di dalam polybag maupun di dalam pot yang bagus bekerjsama harus sama-sama memakai pupuk. Kegunaan pupuk itu sendiri supaya flora cabe tetap berkembang subur serta mampu berbuah banyak. Pemupukan dapat dikerjakan sekitar tiap 7-10 hari dalam sekali. Ini dijalankan semoga pertumbuhan dan kesuburan tanaman cabai rawit dapat tersadar.

9. Panen Cabe Rawit

Ketika cabe rawit telah berusia 60-80 hari lazimnya tanaman cabe sudah mampu dipanen. Proses pemanenan mampu dilakukan secara terus menerus untuk tiap 2-3 hari sekali lazimnya tergantung dari hasil cabai rawit itu sendiri. Pemanenan umumnya dijalankan di siang hari memakai gunting panen, silahkan ambil cabe yang sudah matang tetapi jangan yang terlalu renta.

Nah, itulah 9 tahapan cara menanam cabai rawit dari pemilihan bibit sampai tahap pemanenan cabai rawit dengan benar. Semoga berfaedah!

close