May 22, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Mengurus Izin Ekspor

Cara Mengurus Izin Ekspor 200x112 - Cara Mengurus Izin Ekspor

Bagaimana sih cara mengurus izin ekspor? Ekspor yakni sebuah acara yang memungkinkan untuk terjadinya transaksi lintas batas, baik perusahaan atau individual mengeluarkan barang ke daerah pabean yang ada di negara lain dari Indonesia. Biasanya komitmen ekspor tersebut bermula dari adanya penawaran salah satu pihak, untuk lalu disetujui pihak yang lain yang disebut dengan perumpamaan sales contract process.

Perdagangan internasional pada dasarnya memiliki sistem regulasi yang bisa dibilang lebih rumit dibandingkan dengan jual beli yang terjadi di dalam negara. Karena ada beberapa ketentuan dan persyaratan dalam mengelola izin ekspor. Hal ini tentu saja harus dikenali oleh pihak eksportir itu sendiri.

Cara Mengurus Izin Ekspor

Cara Mengurus Izin Ekspor 200x112 - Cara Mengurus Izin Ekspor
Mengurus Izin Ekspor

Tutorial Mengurus Izin Ekspor

Dalam peluang ini, Kami akan membagikan cara mengorganisir izin ekspor berikut standar yang wajib Kamu penuhi biar dapat melakukan kegiatan ekspor. Dengan mengenali panduannya, dibutuhkan mampu menawarkan rujukan dan gambarna umum perihal tindakan yang wajib dilaksanakan hingga berjalannya acara ekspor.

1. Mengurus Izin Usaha

Sebelum Kamu mengerjakan cara mengorganisir izin ekspor, tentu saja izin usahamu mesti telah disetujui atau telah legal. Para pelaku UKM dan atau usaha yang lain, wajib mengurus izin usaha terlebih dahulu dengan cara berikut ini :

  • Mengurus Surat Izin Usaha, Izin Usaha sekarang ini dapat diurus dengan gampang secara online melalui portal site https://oss.go.id/portal/. Selain itu juga mampu berbentuk SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Adapun untuk SIUP sendiri dapat langsung ditanyakan ke Dinas Perijinan yang terdekat, kawasan pelaku perjuangan tersebut berada.
  • Kamu juga mesti mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha), ini juga bisa dilakukan dengan cara online melalui portal site https://oss.go.id/portal/.
  • Pengurusan NPWP (Nomor Pajak Wajib Pajak) mesti dijalankan, di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) terdekat dari daerah usaha berada.
  • Mngurus perizinan usaha yang lain dengan klasifikasi Barang atua produk yang dibatasi aktivitas ekspornya. Dimana pengurusan izin perjuangan yang lainnya juga mampu dijalankan melalui portal online di https://inatrade.kemendag.go.id/.
Baca Juga:   Cara Backup Whatsapp Iphone Ke Pc

Perizinan usaha yaitu patokan paling penting jikalau Kamu ingin menjadi eksportir. Selain itu, ingat dikala melaksanakan pendaftaran atau pendaftaran NIB online, Kamu mesti mencentang terusan untuk Kepabeanan.

Oleh balasannya, susukan kepabeanan ini nantinya dijadikan identitas eksportir ketika memasukkan barang baik ke bandar udara atau pelabuhan laut. Ini juga berlaku dikala proses clearance barang pada Bea Cukai. Melalui izin dasar perjuangan ini, pelaku usaha maupun UMKM pada dasarnya mampu melakukan aktivitas ekspor, terutama untuk Barang Bebas Ekspor.

2. Memahami Jenis Barang yang Ingin Diekspor

Dalam cara mengorganisir izin ekspor, penting juga untuk mengerti jenis barang tertentu yang mau Kamu ekspor. Kategori barang ekspor mampu dibagi ke dalam 3 kelompok. Ini lazimnya menyesuaikan Peraturan Menteri Perdagangan yang tertuang dalam No.13/M-DAG/PER/3/2012 mengenai “Ketentuan Umum Bidang Ekspor”. Berikut ulasannya :

  • Pada barang bebas ekspor, dapat dianalogikan ke dalam barang tertentu yang bersifat biasa dengan stok yang banyak. Dengan begitu jikalau barang tersebut diekspor, maka tidak mengancam stok ketersediaan barang di dalam negeri. Selain itu, tidak akan kuat pada ketahanan pangan di dalam negeri, contohnya busana jadi, serta banyak sekali jenis kerajinan, hasil perkebunan, dan lainnya.
  • Barang yang tidak boleh Ekspor, yakni barang yang tidak diperbolehkan untuk diekspor. Adapun usulanbarang yang dilarang diekspor adalah tidak sesuai tolok ukur mutu, tergolong barang yang bernilai sejarah maupun budaya, dan yang lain.
  • Peraturan terkait barang yang ekspornya dibatasi, untuk mampu mengekspor barang pada klasifikasi barang yang dibatasi ekspornya ini diperlukan izin khusus. Diantaranya seperti adanya laporan Surveyor, laporan untuk kesepakatan ekspor, eksportir terdaftar, lazimnya hal tersebut tergantung dari jenis barang tertentu yang ingin diekspor.

Apabila pelaku perjuangan maupun UMKM ingin menganalisa apakah barang yang diekspor termasuk ke dalam patut ekspor atau justru tidak boleh untuk diekspor, Kamu bisa mengeceknya di portal INSW. Silahkan cek di web https://intr.insw.go.id/.

3. Melengkapi Dokumen Ekspor

Untuk tiap proses shipment atau pengantaran barang, maka Kamu harus menyiapkan dokumen ekspor yang dibutuhkan. Ada beberapa dokumen ekspor yang perlu dilengkapi di bawah ini :

Baca Juga:   Cara Hitung Pajak Mobil

  • PEB atau Pemberitahuan Ekspor Barang, Kamu mampu menerima aplikasinya via kantor Bea Cukai terdekat dari lokasi pelaku UMKM/usaha.
  • Packing list atau invoice disiapkan para pelaku usaha maupun UMKM.
  • BL (Bill of Lading), apabila pengiriman melalui jalur bahari, maka pihak perusahaan pelayaran mesti menyiapkan dokumen ini. Umumnya pihak perusahaan Cargo sendiri yang mengelola BL.
  • Izin ekspor lainnya, terutama pada katagori barang tertentu yang aktivitas ekspornya dibatasi. Seperti SPE (Surat Persetujuan Ekspor) untuk aktivitas ekspor komoditi kopi. Sementara pada klasifikasi barang yang bebas ekspor sendiri tidak dibutuhkan dokumen khusus, semisal kelompok barang tertentu yang dibatasi acara ekspornya.
  • AWB (Airway Bill), untuk pengiriman jalur udara, maka Perusahaan Cargo juga mampu mempersiapkan dokumen AWB.

4. Kemudahan Ekspor dari Pemerintah

Pihak pemerintah Indonesia sendiri sudah menyediakan aneka macam fasilitas akomodasi kegiatan ekspor yang bisa dirasakan eksportir. Kamu harus memakai akomodasi tersebut untuk menemukan gosip terkait syarat ekspor ke daerah negara tujuan, ihwal potensi ekspor, sampai keamanan bertransaksi. Selain itu juga Kamu akan menerima berita terkait pembebasan atau penurunan tarif bea masuk di kawasan/negara tujuan serta berita penting yang lain.

Ada beberapa akomodasi yang mempermudah ekspor yang telah diberikan pemerintah, berikut ini :

  • SKA (Surat Keterangan Asal) diketahui juga selaku  Certificate of Origin atau COO. Adapun fungsi SKA ini yakni untuk menemukan pembebasan atau penurunan tarif bea masuk dikala barang di daerah/negara tujuan. Dengan melengkapi dokumen SKA untuk tiap kali ekspor, si buyer atau pembeli akan menemukan pembebasan atau penurunan tarif bea masuk di negaranya. Selain itu, fungsi lainnya sebagai bentuk pernyataan keabsahan bila barang yang telah diekspor ialah dibuat dari Indonesia. Berikut linknya!
  • Sistem INATRADE, ialah aplikasi online pengurusan izin ekspor barang tertentu. Kamu mampu mengaksesnya dengan browsing sistem ini di Google.
  • Sistem INSW, yaitu aplikasi dan sistem untuk mengetahui patokan produk ekspor, lartas, tracking dokumen ekspor, dan info yang lain mengenai patokan ekspor.
  • Pembiayaan Ekspor. Pihak pemerintah telah memutuskan Indonesia Eximbank menjadi lembaga resmi yang memfasilitasi wacana pembiayaan ekspor. Pasalnya Indonesia Eximbank ini menolong eksportir untuk mendorong acara ekspor para pelaku UMKM atau perjuangan.
  • FTA Center, atau Free Trade Agreement (FTA) Center merupakan pihak yang melakukan aktivitas sosialisasi/edukasi, advokasi dan konsultasi dengan mempergunakan hasil dari perundingan jual beli secara internasional ke pelaku perjuangan. Biasanya pelayanan ini tak membutuhkan biaya sepeserpun.
  • Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) adalah perwakilan dagang dari Indonesia yang bertugas untuk memfasilitasi buyer dna eksportir di negara tujuan aktivitas ekspor. Para pelaku UMKM dan perjuangan mampu mengkonsultasikan ihwal potensi barang ekspor sampai ke banyak sekali negara, memfasilitasi buyer dan ekportir di luar negeri ketika ada hambatan terkait ekspor.
Baca Juga:   Cara Top Up Gopay

Nah, itulah beberapa cara mengelola izin ekspor dan kriteria menjadi eksportir yang harus Kamu pelajari. Sebenarnya bukan hal yang sulit menjadi eksportir apabila pelaku UMKM dan perjuangan dengan produk yang siap ekspor.

 

close