counter create hit

Cara Menutup Kartu Kredit

Bagikan:

Kartu kredit hadir selaku salah satu solusi pembayaran yang dihadirkan oleh bank. Dengan adanya akomodasi pembayaran ini, pengguna tidak perlu repot-repot lagi mempesona uang dari ATM jika ingin membeli sesuatu. 

Tapi sayangnya, masih banyak pengguna akomodasi pembayaran ini yang kurang bisa mengurus pengeluaran keuangannya sehingga tagihannya membengkak. Maka tidak aneh kalau banyak orang yang ingin memperbaiki kondisi tersebut menutup kartu nya masing-masing. 

Banyak diantara orang-orang tersebut yang menutup kartu kreditnya dengan cara digunting saja. Padahal, cara ini tidak benar sebab bank tidak memiliki riwayat penutupan dan kartu kredit tersebut terancam diblokir permanen karena argumentasi tidak bisa bayar tagihan. Berikut ini cara menutup kartu ini yang baik dan benar:

Cara Menutup Kartu Kredit

Jika Anda ingin menutup kartu kredit, berikut caranya:

1. Melunasi tagihan

Langkah pertama yang mesti Anda lakukan ialah melunasi tagihan kartu kredit Anda. Karena, bank hingga kapanpun tidak akan menutup kartu tersebut apabila Anda belum melunasi tagihan. 

Selain tagihan pokok dan bunga, lunasi juga tagihan annual fee yang dibebankan bank kepada Anda. Mayoritas pemilik fasilitas ini masih kurang mengerti mengenai biaya ini sehingga mereka kaget alasannya ada ongkos pelengkap saat berhenti menggunakan fasilitas ini. 

Memang, intinya bank tidak eksklusif membebankan biaya ini begitu kartu ini diterbitkan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengenali dan melunasi biaya ini juga agar proses penutupan kartu in bisa berlangsung dengan tanpa gangguan tanpa suatu halangan apapun. 

Jangan lupa saat melunasi tagihan, Anda juga telah menonaktifkan pembayaran otomatis (auto debet) yang menggunakan kartu kredit tersebut. Umumnya auto debet ini berlaku untuk pembayaran berkala mirip tagihan listrik,air, internet dan lain sebagainya. Dengan mematikan fitur auto debet ini pihak perusahaan listrik, PDAM dan internet akan mulai menagih Anda secara manual lagi. 

Baca Juga:   Cara Top Up Shopeepay Dari Bank Berdikari

2. Habiskan rewards

Salah satu akomodasi credit card yang tidak dimiliki oleh kartu ATM yakni banyaknya rewards yang mampu dirasakan oleh pemakai mulai dari diskon cashback, gratis ongkos tahunan hingga diskon lain-lain. 

Habis atau tidaknya rewards tidak akan mempengaruhi cepat atau lambatnya proses penutupan kartu kredit. Akan namun, kalau rewards Anda masih belum habis saat Anda menutup kartu ini, rewards tersebut akan hangus. 

Sayang sekali bukan bila ternyata Anda bisa memakai rewards ini untuk mengeluarkan uang annual fee? Maka dari itu, segera periksa dan habiskan rewards Anda sebelum proses penutupan kemudahan in dimulai. 

3. Buat surat permintaan penutupan

Sesuai dengan peraturan BI, Anda perlu menciptakan surat permintaan penutupan kartu kredit sebelum karenanya mengajukan surat tersebut ke bank. Tujuannya ialah supaya bank benar-benar memiliki bukti konkrit bahwa penutupan penggunaan kemudahan tersebut memang atas hasratAnda pribadi. 

Biasanya formulir ini akan diberikan kepada nasabah saat nasabah tersebut telah datang langsung ke kantor bank terkait. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga pihak bank telah menyediakan formulir penutupan kartu kredit ini secara online. 

Silahkan cek formulir surat permohonan penutupan di website bank yang mempublikasikan kartu kredit Anda. Apabila masih ada pertanyaan mengenai proses penutupan kartu ini, Anda bisa menghubungi call center bank tersebut. 

4. Kunjungi kantor bank terkait

Setelah mengisi form surat permohonan penutupan di atas dengan baik dan benar, sekarang saatnya Anda menunjukkan formulir tersebut ke customer service di kantor bank tersebut. 

Saat ini memang proses pembukaan dan penutupan akomodasi ini mampu dilaksanakan secara online. Namun, demi menghindari kesalahpahaman atau hal-hal yang tidak diharapkan yang lain, maka semestinya Anda datang langsung ke kantor bank terdekat. 

Pihak bank dihentikan menolak proses pengajuan penutupan kartu kredit alasannya adalah argumentasi apapun. Biasanya proses penutupan ini mengkonsumsi waktu kurang lebih 3 hari kerja. 

5. Simpan bukti tertulis

Langkah terakhir yang perlu Anda kerjakan adalah menyimpan bukti tertulis yang diantarkan bank dengan sebaik mungkin. Jika proses review telah tamat, bank mesti memblokir kartu Anda dan menawarkan surat pernyataan penutupan atas kartu tersebut kepada Anda melalui email dalam waktu optimal 10 hari kerja. 

Baca Juga:   5 Perbedaan Kartu Debit Dan Kartu Kredit

Dengan menyimpan bukti ini secara hati-hati Anda bisa menggugat bank bila sebuah hari ada transaksi meresahkan yang menggunakan kartu kredit tersebut. 

Tips Agar Penutupan Kartu Kredit Cepat Diproses Bank

1. Pastikan tidak ada tunggakan

Seperti yang tertulis di atas adanya tunggakan kredit mampu menjadi penghambat utama bagi Anda untuk menutup penggunaan fasilitas ini. Jadi, jangan sampai Anda menutup kartu kredit saat masih ada tunggakan di dalamnya. 

Sebab, selain memang tidak mampu menutupnya secara pribadi lewat bank, langkah-langkah ini juga akan menciptakan riwayat kredit (credit scoring) Anda buruk sehingga saat Anda ingin mengajukan kredit yang yang lain akan dipersulit. 

Belum lagi mekanisme credit scoring ini tidak cuma mampu berlaku untuk satu bank atau satu institusi keuangan saja. Anda terlambat bayar tagihan kartu kredit bank mampu mensugesti credit scoring Anda di bank lain atau bahkan di P2P lending. Kaprikornus, pastikan sebelum menutup akomodasi ini tunggakan Anda telah terbayar dengan lunas beserta bunganya dan ongkos-ongkos aksesori yang lain. 

2. Langsung datang ke kantor bank terkait

Kini banyak bank yang juga menyediakan layanan online baik itu melalui aplikasi, website maupun melalui call center. Namun, biar proses penutupan kemudahan ini tanpa kendala tanpa adanya kesalahpahaman, silahkan eksklusif tiba ke kantor bank penerbit dan minta customer service yang ada disana untuk menutup kartu tersebut. 

3. Pilih kantor cabang pembantu

Tips lain yang bisa Anda terapkan untuk menutup kartu kredit adalah tiba pagi-pagi ke kantor bank cabang pembantu (KCP). Alasannya yakni umumnya kantor bank yang besar mirip, kantor cabang atau kantor sentra cenderung lebih ramai ketimbang kantor cabang pembantu. 

Sebab, umumnya layanan yang ditawarkan KC lebih lengkap sehingga lebih banyak nasabah yang datang kesana ketimbang ke kantor cabang pembantu (KCP). Selain itu, datang lebih pagi juga memungkinkan Anda untuk menerima antrian yang lebih singkat. 

Jangan lupa sebelum ke kantor bank siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti, formulir penutupan kartu (jika ada online), identitas diri dan tentu saja kartu kredit Anda lalu serahkan dokumen tersebut ke customer service.Nah, itu tadi cara menutup kartu kredit dengan baik dan benar. Kartu ini memang hadir sebagai solusi pembayaran saja dan bukan hadir sebagai penyelesaian keuangan. Manfaatkan kartu ini dengan baik agar Anda bisa meraih keleluasaan finansial di periode depan.

Baca Juga:   8 Syarat Sumbangan Online Yang Harus Dipenuhi


Bagikan:
close