May 22, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Ulasan

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk 200x112 - Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Bagaimana cara merawat anak kucing tanpa induk? Tak sedikit orang yang menyukai kucing karena selain jinak, kucing juga sungguh menggemaskan. Hewan yang satu ini bisa dikatakan tergolong binatang yang setia, asyik untuk diajak bermain bahkan mudah dilatih. Hanya saja, untuk merawat anak kucing tanpa induk tentu saja memiliki tantangan tersendiri.

Sebenarnya ada banyak sekali argumentasi kenapa kita mesti merawat anak kucing yang tanpa induk. Biasanya hal tersebut terjadi alasannya anak kucing diterlantarkan oleh induknya, ditemukan di kawasan tertentu, atau mungkin Kamu dititipkan anak kucing oleh si pemilik induknya, dengan argumentasi terlampau banyak merawat kucing.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk 200x112 - Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk
Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Merawat Kucing Tanpa Induk

Dalam cara merawat anak kucing tanpa induk tentu saja membutuhkan keteguhan yang tambahan. Karena bagaimanapun, Kamu akan berperan menggantikan induknya. Dari mulai menyusuinya sampai memberikan kasih sayang dan kehangatan pada anak kucing. Oleh alasannya adalah itu, tentukan untuk merawatnya dengan benar, agar anak kucing dapat berkembang sehat, berdasarkan dan energik. Berikut ulasannya :

1. Sediakan Tempat yang Nyaman

Cara merawat anak kucing tanpa induk yang pertama, pastinya Kamu harus mulai mencari kawasan yang nyaman dan hangat. Kita tahu bahwa bayi kucing masih memerlukan kehangatan, alasannya adalah masih belum memiliki panas alami dari dalam tubuhnya. Oleh alasannya itu, dikala Kamu mendapatkan seekor anak kucing semestinya langsung selimuti saja. Selain itu, ganjal kotak kawasan penyimpanan kucing semestinya dilapisi selimut.

Jika cemas kurang begitu hangat, Kamu mampu menyimpan botol yang berisi air hangat. Adapun suhu ideal anak kucing ada di kisaran 31-33oC. Selain itu, tentukan untuk menjaga suhunya hingga anak kucing berusia 5 ahad. Kemudian tempatkan pula kotak yang Kamu pakaikan untuk sangkar jauh dari bahaya predator.

Baca Juga:   Cara Merawat Eyelash

2. Jangan Satukan Dengan Kucing Dewasa

Walaupun Kamu sudah mempunyai kucing di rumah sebelumnya, seharusnya jangan satukan anak kucing yang Kamu rawat dengan kucing dewasa yang lainnya. Tujuannya agar terhindar dari penolakan kucing sampaumur serta menyingkir dari kemungkinan dikonsumsi oleh kucing remaja.

Berbeda halnya jika mau disatukan bareng anak kucing yang lainnya. Kamu bisa melakukannya semoga semua anak kucing yang Kamu rawat saling membuatkan kehangatan. Biasanya antara anak kucing yang satu dan yang lainnya akan merasa lebih nyaman, dan mudah mengikuti keadaan bareng lingkungan yang baru.

3. Selalu Rutin Memberikan Susu

Hal yang tak kalah penting dalam merawat anak kucing tanpa indukan adalah menawarkan susu. Anak kucing gres lahir pastinya mesti disusui tiap dua jam sekali. Selain itu, seiring bertambahnya usia, maka jarak pertolongan susu akan menjadi setiap 4 jam dalam satu kali pemberian.

Namun tentu saja, susu yang Kamu berikan jangan sembarangan. Sebab ada susu khusus untuk anak kucing di pet shop. Jika memberikan susu untuk insan, tentu  bisa saja membuat anak kucing menjadi diare. Karena kandungan susu untuk anak kucing yang mampu dicerna akan berbeda dari kandungan susu untuk insan.

4. Membantu Anak Kucing Buang Air

Cara merawat anak kucing tanpa induk selanjutnya yakni menolong anak kucing untuk buang air. Sebab anak kucing pastinya masih belum bisa melaksanakan buang air sendiri. Maka dari itu, Kamu harus membantunya biar mereka mampu buang air sendiri. Adapun caranya, silahkan gosok-gosokkan bagian perut kucing dan bab anusnya secara lembut.

Pakai tisu atau kapas yang telah dibasahi oleh air hangat supaya kotorannya keluar. Apabila kucing sudah beranjak besar, sebaiknya didik mereka semoga bisa melakukan buang air sendiri. Silahkan arahkan pada daerah yang berpasir, lalu tunjukkan cara untuk membersihkan diri. Jika Kamu melatihnya sedari kecil, tentu saja sampai cukup umur kucing tersebut akan sudah biasa melaksanakan hidup bersih.

5. Bantu Anak Kucing Bersendawa

Selain buang air, pastinya anak kucing masih belum mampu bersendawa sendiri. Untuk anak kucing, sendawa sungguh penting khususnya sehabis meminum susu. Silahkan elus bab punggung anak kucing lalu tepuk dengan perlahan hingga beberapa kali, hingga anak kucing bersendawa.

Baca Juga:   Cara Merawat Kaktus

Namun cara ini tidak butuhKamu lakukan kalau si kucing mulai mengkonsumsi makanan kering atau berair. Selain itu, jangan lupa pula setiap tamat menyusu Kamu mesti membuat kucing bersendawa terlebih dahulu baru mampu diajak main atau boleh ditinggal.

6. Rutin Membersihkan Tempat Tinggal dan Tubuh Kucing

Cara merawat anak kucing tanpa induk berikutnya adalah bersihkan daerah tinggal dan tubuh kucing dengan berkala . Anak kucing memang tak banyak melakukan acara mirip halnya kucing akil balig cukup akal, terlebih lagi pada anak kucing gres lahir. Biasanya mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, sampai matanya kotor. Jika mata anak kucing kotor, bersihkan secara perlahan matanya memakai kapas yang telah dibasahi oleh air hangat. Kemudian lap secara perlahan dikala mereka terbangun.

Selain mata, pastikan pula anggota badan kucing yang yang lain mesti bersih. Kemudian bersihkan daerah tinggal atau kandang kucing. Jangan sampai membuat kotorannya menumpuk. Selain itu, ganti pasir dan bantalan pada kotak, dan amati pula kebersihan pada wadah minuman dan makanannya.

7. Memberikan Vaksin

Jangan lewatkan bantuan vaksin pada anak kucing, entah itu yang mempunyai induk ataupun yang tidak. Kamu harus berkala membawa anak kucing ke dokter hewan supaya senantiasa dicek kondisi kesehatannya sekaligus senantiasa diberikan vaksin karena anak kucing akan rentan terpapar penyakit.

Umumnya vaksin pertama akan diberikan dikala kucing sudah berusia sekitar 6-8 minggu, kemudian yang kedua ketika berusia 13 ahad. Lalu pertolongan vaksin mesti diulang tiap 1 tahun sekali. Pemberian vaksin ini penting sekali untuk mencegah terjadinya akhir hayat pada kucing.

8. Latih Gerakan Kucing Dengan Bermain

Ketika anak kucing yang Kamu rawat usianya sudah memasuki 3 ahad, semestinya Kamu bisa mulai melatih bab otot-ototnya. Pastikan untuk memancing kucing semoga mereka mau bergerak memakai mainan tali atau bola-bola berukuran kecik. Biasanya anak kucing akan terpesona dengan bentuk benda-benda yang bergerak, terlebih bila benda tersebut mempunyai warna-warna cerah dan mempesona.

Kamu juga harus menyiapkan area agar anak kucing mampu mencar ilmu mencakar. Tujuannya semoga mereka tidak merusak berbagai macam benda yang ada di dalam rumah. Makara, Kamu perlu mengembangkan kawasan khusus biar anak kucing berlatih mencakar.

Baca Juga:   Cara Merawat Jam Tangan

Makanan Anak Kucing

Sebenarnya di pet shop, ada beberapa macam kuliner anak kucing yang perlu Kamu pahami. Berikut ini :

1. Dry Food

Kamu mampu menerimanya dari pet shop. Ada banyak sekali jenis-jenis dry food dengan harga yang beragam. Kamu bisa membelinya khusus bagi anak kucing karena memilki kandungan protein dan vitamin yang telah diukur dnegan pas. Di samping itu, tekstur makanan dry food khusus anak kucing akan berlawanan dengan masakan untuk kucing remaja.

2. Wet Food

Wet food juga kerap ditemukan di pet shop. Bagi anak yang gres saja mengawali makan, Kamu bisa memperlihatkan wet food atau makanan basah. Makanan ini pastinya lebih gampang dicerna alasannya mengandung banyak air sehingga dapat melatih metode pencernaan sekaligus terusan kemih anak kucing. Namun jenis masakan ini tak bisa bertahan usang, berlawanan dari dry food.

Nah, itulah beberapa panduan cara merawat anak kucing tanpa induk yang dapat Kamu coba, mulai dari perlindungan daerah yang nyaman, sumbangan makan yang cocok, hingga berlatih gerakan anak kucing. Semoga bermanfaat!

close