fbpx

Cara Merawat Anak Kucing

Bagikan:

Bagi Kamu pencinta hewan, pastinya sudah sangat erat dengan kucing. Kucing dikenal selaku binatang yang sangat menggemaskan, hasilnya banyak orang yang merawat kucing. Bahkan tidak sedikit yang hingga rela merogoh kocek dalam-dalam demi merawat hewan kesayangannya itu. Apalagi saat kita melihat ada anak kucing tak berdaya di pinggir jalan, secara sigap sisi kemanusiaan pun ikut mendorong kita untuk merawat anak kucing. Namun pastinya cara merawat anak kucing tidak semudah merawat kucing yang telah cukup umur.

Apalagi bila anak kucing tersebut ditinggalkan sang induk, dan memang masih membutuhkan induknya. Jika Kamu mengalaminya, tak perlu khawatir, sebab Kami akan membagikan bimbingan cara merawat anak kucing dengan baik di bawah ini!

Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing 200x112 - Cara Merawat Anak Kucing
Tutorial Merawat Anak Kucing

Panduan Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Ada beberapa tutorial cara merawat anak kucing dengan baik tanpa induk semoga kucing berkembang sehat. Namun sebelumnya, Kamu mesti tentukan bahwa anak kucing yang akan dirawat di rumahmu, sungguh-sungguh tak mempunyai induk. Karena tak jarang induk kucing biasanya hanya pergi mencari makan sebentar, kemudian kembali lagi sehabis membawa makanan.

Apabila anak kucing yang mau Kamu bawa dan rawat memang ditinggalkan oleh induknya, maka Kamu bisa merawat anak kucing tersebut di rumah. Ada beberapa langkah yang mampu Kamu lakukan dalam cara merawat anak kucing, berikut ini :

1. Langsung Membawa Anak Kucing ke Dokter Hewan

Hal yang mesti dilakukan pertama kali ketika Kamu mendapatkan anak kucing di jalanan tanpa induk adalah seharusnya membawanya langsung ke dokter binatang. Tujuannya agar anak kucing tersebut pribadi menerima investigasi kondisi kesehatan secepatnya. Selain itu, jangan hingga kucing tersebut dirawat inap, alasannya adalah biasanya anak kucing masih rentan terpapar penyakit menular.

Baca Juga:   Cara Lihat Panggilan Terakhir Whatsapp Yang Telah Terhapus Android

Dengan menenteng anak kucingmu pribadi ke dokter binatang mampu menghalangi berbagai macam resiko penyakit sekaligus dapat mendeteksi problem kesehatan kucing secara dini.

2. Persiapkan Tempat yang Nyaman dan Aman

Cara merawat anak kucing berikutnya yaitu, Kamu harus menyiapkan tempat yang nyaman. Kamu harus menentukan daerah yang akan digunakan untuk meletakkan kucing mungil tersebut di tempat yang higienis, hangat dan kering. Silahkan tempatkan di dalam kotak berukuran kecil dan telah dilapisi handuk atau selimut. Lalu simpan di area yang terpisah dengan hewan peliharaan lainnya.

Kamu mesti tahu bahwa anak kucing akan gampang kedinginan. Oleh karena itu, letakkan botol berisi air panas yang telah dibungkus bantal pemanas atau handuk di dalam kotak.

Selain itu, pasikan terdapat cukup ruang pada kotak untuk si kucing, maksudnya agar terhindar dari botol berisi air panas tadi, jika suhu airnya memang cuku0p panas bagi si anak kucing.

3. Jangan Pisahkan dari Saudaranya

Umumnya indukan kucing melahirkan lebih dari satu ekor kucing yang lucu dan menggemaskan. Walaupun demikian, tak siapa saja mampu memelihara seluruhnya sekaligus, entah alasannya adalah argumentasi keuangan atau keterbatasan ruangan. Namun bila Kamu ingin memelihara semua anak kucing tersebut sekaligus, sebaiknya letakkan anak-anak kucing tersebut di dalam satu kawasan. Jangan pisahkan anak kucing dari saudaranya, maksudnya agar mereka tetap merasa tenteram dan hangat meskipun tanpa induknya.

4. Berikan Susu yang Sesuai

Biasanya anak kucing yang masih kecil akan memerlukan susu dari induknya. Akan namun, sebab keadaan tertentu yang menciptakan si kucing terpisah dari induknya, Kamu mesti memilihkan pengganti susu yang tepat.

Pastikan Kamu memperlihatkan susu untuk anak kucing yang cocok usia mereka. Selain itu, Kamu mampu berbelanja di toko hewan di daerahmu untuk berbelanja susu dengan formula khusus bagi anak kucing. Sebaiknya tidak berikan anak kucing susu sapi yang mengandung embel-embel atau gula. Sebab jenis kalsium dengan kandungan laktosa tak akan cocok bagi anak kucing.

Baca Juga:   Cara Merawat Kulkas

Selain itu, apabila menunjukkan asupan makanan yang tidak tepat, bisa berefek bagi kesehatan anak kucing.

5. Stimulasi Anak Kucing Supaya Bersendawa

Cara merawat anak kucing berikutnya yaitu menstimulasi anak kucing biar bersendawa. Makara, selama Kamu memberikan susu khusus kepada anak kucing, Kamu juga mesti membuatnya bersendawa. Adapun cara untuk membuat anak kucing bersendawa adalah dengan menempatkan anak kucing kesayanganmu di bahu, lalu tepuk lembut hingga Kamu merasakannya bersendawa.

Susu anak kucing umumnya bersifat lengket, sehingga tentukan bersihkan anak kucing terlebih dahulu sesudah diberi makan memakai waslap hangat yang lembab kemudian keringkan sesuai dengan keperluan.

6. Memberikan Makanan Khusus Anak Kucing

Kamu harus tahu bahwa anak kucing pun membutuhkan 30% dari jumlah total energi yang bisa ditemukan dari protein. Oleh alasannya itu, Kamu mampu memperlihatkan masakan formulasi khusus bagi anak kucing, entah itu makanan lembap atau kering.

Berikut beberapa panduan memberikan makan pada anak kucing, diantaranya :

  • Pada anak kucing berusia 4-5 minggu, dengan bobot sekitar 350-450 gram. Sebaiknya berikan anak kucing ini adonan susu formula atau pakan lembap khusus kucing maupun pakan keringnya untuk tiap 4 jam.
  • Untuk anak kucing berusia 6- minggu, dengan bobot sekitar 450-700 gram. Sebaiknya berikan adonan berupa masakan kering dengan kuliner lembap khusus anak kucing sebanyak 4 kali sehari.
  • Jika pada kucing berusia 8 minggu, yang berbobot 700-900 gram semestinya disapih sepenuhnya.

Ketika anak kucing berumur 5-6 ahad, umumnya mereka harus berguru untuk mengunyah masakan yang kering dan berkualitas tinggi dengan konsisten meskipun masih menyusu.

Pemberian atau perkenalan masakan pada anak kucing dengan cara sedikit demi sedikit sungguh penting biar melatih mereka untuk makan saat disapih.

7. Melatih atau Menstimulasi Buang Air

Cara merawat anak kucing berikutnya yaitu dengan cara menstimulasi atau melatih anak kucing semoga buang air, alasannya adalah biasanya hal ini merupakan tugas dari sang induk. Pada anak kucing berusia kurang dari 4 minggu, mesti distimulasi agar buang air di toilet sesudah makan.

Baca Juga:   Cara Merawat Mesin Cuci

Untuk menstimulasinya, Kamu bisa memakai tisu, waslap hangat serta lembab atau bola kapas untuk menggosok bagian anus kucing secara lembut. Tujuannya untuk merangsang mereka buang air besar dan kecil.

8. Memperhatikan Kondisi Berat Badan Anak Kucing

Dalam cara merawat anak kucing, penting juga untuk senantiasa mengamati berat badan kanak kucing. Pastikan si anak kucing harus bertambah berat badan dengan bobot sekitar 85-115 gram setiap minggu atau 15 gram tiap hari. Di usia sekitar 8 ahad, anak kucing lazimnya mempunyai berat kurang lebih 900 gram. Apabila berat badannya turun atau tidak bertambah, Kamu mesti menghubungi dokter hewatn segera.

9. Pastikan Tetap Terhidrasi

Perhatikan pula anak kucing yang Kamu rawat cukup makan, serta telah terhidrasi secara maksimal. Adapun untuk menguji tingkat hidrasi pada anak kucing, sebaiknya tarik kulit pada bagian tengkuknya. Saat tak bangun kembali ketika kulitnya ditarik atau turun secara perlahan, bisa saja anak kucing mengalami kehilangan cairan tubuh. Apabila anak kucing masih kehilangan cairan tubuh setelah Kamu mencoba aneka macam macam cara, seharusnya konsultasikan langsung ke dokter binatang.

Itulah 9 cara merawat anak kucing dengan baik agar tumbuh maksimal walaupun tanpa induknya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!


Bagikan: