fbpx

Daftar Reksadana Syariah Terbaik, Udah Tahu Belum?

Bagikan:

KichanHelp.com – Setiap calon investor memiliki preferensi pribadi untuk berinvestasi, termasuk kecenderungan investor muslim untuk membeli reksa dana syariah.

Buat kamu yang ingin terjun ke dalam jenis investasi yang berdasarkan syariat, reksa dana syariah pilihannya. Investasi ini cukup mudah dilakukan oleh pemula, tak membutuhkan modal besar, namun tetap dapat imbal hasil atau return menjanjikan. Mau? Jangan tunda, segera cek rekomendasi reksadana syariah terbaik.

Apa Itu Reksa Dana Syariah, dan Bedanya dengan Reksa Dana Konvensional?

Reksadana merupakan wadah penghimpunan dana dari masyarakat pemodal dan dana yang terkumpul akan diinvestasikan ke dalam portofolio efek yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Berdasarkan prinsipnya, terdapat reksa dana konvensional dan syariah. Keduanya dapat kamu beli melalui agen penjual efek reksa dana (APERD).

Reksadana konvensional dan syariah sama-sama dikelola oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian lalu ditanamkan ke dalam portofolio investasi, seperti pasar uang, pendapatan tetap atau saham.

Namun reksa dana syariah, dana investasinya hanya berasal dari investor dan digunakan untuk mengelola hanya pada produk berbasis dan berprinsip syariah seperti sukuk, pasar uang, saham-saham yang ada di Daftar Efek Syariah.

Daftar Efek Syariah (DES) sendiri adalah kumpulan efek-efek yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau pihak lain yang ditunjuk.

Mekanisme Reksa Dana Syariah

Dalam praktiknya, investasi reksadana syariah memiliki mekanisme yang agak berbeda dari reksa dana konvensional. Perbedaan itu adalah, reksa dana hanya akan berinvestasi pada efek syariah yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Saham-saham yang terdaftar dalam indeks sudah dipastikan bahwa perusahaan menjalankan usaha sesuai prinsip syariah.

Portofolio reksa dana syariah juga diakui oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). OJK akan mengeluarkan data reksa dana syariah di Daftar Efek Syariah (DES), yang memuat informasi nama dan perusahaan yang memperjualbelikan reksa dana syariah.

DES sendiri adalah kumpulan produk Efek yang tidak bertentangan dengan prinsip -prinsip syariah di pasar modal. Prinsip-prinsip ini sendiri diterapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) atau pihak-pihak yang otoritasnya disetujui oleh Bapepam-LK.

DES yang diterbitkan oleh Bapepam-LK terbagi menjadi dua jenis, yakni:

1. DES Periodik

DES Periodik adalah jenis DES yang diterbitkan secara berkala yakni setiap akhir Mei dan November per tahun. Bapepam-LK pertama kali menerbitkan DES periodik ini pada tahun 2007.

2. DES Insidentil

Sementara DES Insidentil adalah jenis DES yang diterbitkan tidak secara berkala. Jenis DES ini akan diterbitkan ketika:

  • Penetapan saham telah memenuhi kriteria efek syariah, berbarengan dengan efektifnya pernyataan pendaftaran Emiten yang melakukan penawaran umum perdana atau pernyataan pendaftaran Perusahaan Publik.
  • Penetapan saham Emiten dan atau Perusahaan Publik yang memenuhi kriteria efek syariah berdasarkan laporan keuangan berkala yang disampaikan kepada Bapepam-LK setelah Surat Keputusan DES secara periodik ditetapkan.

Mekanisme Pembersihan atau Cleansing

Cleansing dalam investasi reksa dana syariah adalah tindakan pembersihan dari hal-hal non-halal atau sesuatu yang bisa menyebabkan proses investasi menjadi tidak halal. Jika dalam proses investasi terdapat salah satu saham yang tercoret dari daftar ISSI, Manajer Investasi (MI) harus segera memperbarui portofolio.

Tidak menutup kemungkinan riba muncul dari dana pengembalian investasi telah tersimpan di bank kustodian dalam bentuk giro dalam kurun waktu tertentu. Nah, fokus dari proses pembersihan atau cleansing adalah supaya dana yang tergolong ke dalam riba secara syariat tersebut tidak termasuk sebagai dana yang akan diterima oleh investor.

Baca Juga:   Istilah dan Cara Investasi Online Reksadana

MI akan melakukan purifikasi. Ini adalah kegiatan pembersihan portofolio dari pendapatan yang tidak sesuai prinsip syariah. Selanjutnya, dana purifikasi akan disalurkan pada kegiatan bersifat amal. Misalnya disalurkan ke lembaga amal atau untuk membantu kegiatan sosial.

Dikelola oleh tenaga ahli di bidang investasi syariah. Perusahaan yang memiliki atau menjalankan portofolio harus memiliki tenaga ahli atau profesional di bidang investasi syariah. Kinerja mereka akan diawasi oleh DPS dan OJK.

Dengan ketiga mekanisme di atas, nasabah tak perlu ragu untuk menanamkan modalnya di reksa dana syariah. Karena proses dan imbal hasil dipastikan halal. Buat kamu yang ingin berinvestasi berdasarkan syariat, inilah saatnya membidik investasi syariah terbaik.

Untuk kamu yang penasaran dengan produk investasi reksadana syariah, berikut ini merupakan daftar produk reksadana syariah terbaik 2020 hingga 2021 yang sudah kichan rangkum untuk kamu pilih sebagai salah satu cara berinvestasi.

1. Reksadana Syariah Mandiri

Salah satu produk reksadana syariah terbaik Reksadana Syariah Mandiri yang memberikan tingkat likuiditas yang tinggi sehingga mudah dicairkan kapan saja. Reksadana ini juga memberikan tingkat pendapatan investasi yang menarik pada instrumen yang sesuai prinsip pasar modal syariah di Indonesia.

Reksadana Syariah Mandiri merupakan jenis reksadana pasar uang yang didenominasi oleh Rupiah. Sebesar 100 persen dana yang dikelola masuk ke dalam instrumen pasar uang. Dengan minimum pembelian Rp100 ribu dan minimum penjualan Rp10 ribu, simulasi reksadana syariah Mandiri dapat dilihat dalam jangka pendek. Investasi ini sangat cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif karena tingkat resikonya tergolong rendah.

2. Reksadana Syariah BNI

Produk reksadana syariah terbaik selanjutnya adalah BNI-AM Saham Syariah Musahamah yang dikeluarkan oleh Reksadana BNI Syariah. Reksadana ini bertujuan untuk memperoleh pertambahan nilai investasi yang optimal dengan memasukkan uang ke instrumen efek syariah yang bersifat ekuitas serta instrumen pasar uang syariah atau deposito syariah yang sesuai dengan prinsip pasar modal syariah di Indonesia.

Komposisi reksadana ini meletakkan 80 persen dana pada efek syariah yang bersifat ekuitas dan sisanya pada instrumen pasar uang syariah atau deposito syariah. Dengan risiko yang tinggi, potensi imbal hasil dari reksadana syariah terbaik ini juga tinggi. Jenis reksadana ini sangat cocok untuk investasi jangka panjang dengan minimum pembelian Rp100 ribu.

3. Reksadana CIMB Syariah

Reksadana CIMB Niaga Syariah merupakan reksadana saham syariah yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi keuntungan dalam jangka panjang dengan menempatkan aset ke dalam instrumen saham. Reksadana syariah terbaik ini disarankan untuk jangka panjang karena memiliki risiko yang cukup tinggi.

Untuk mulai berinvestasi, kamu cukup mengalokasikan dana sebesar Rp100 ribu dengan penambahan investasi minimum Rp100 ribu. Reksadana CIMB Syariah pertama kali diluncurkan pada tanggal 10 September 2007.

4. MNC Dana Syariah

Produk reksadana syariah terbaik selanjutnya adalah MNC Dana Syariah yang dirilis pada bulan Juni 2006/ Produk ini dikelola oleh PT MNC Asset Management dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) yang cukup diperhitungkan karena memiliki potensi imbal hasil yang cukup baik. MNC Dana Syariah berhasil mencetak imbal hasil hingga 4,52 persen dalam 1 tahun dan 19,82 persen dalam waktu 3 tahun.

Untuk kamu yang hendak berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah, MNC Dana Syariah menjadi pilihan yang tepat karena bebas dari unsur riba dan gharar. Tujuan investasi ini adalah menjaga pertumbuhan investasi agar tetap stabil.

5. Simas Syariah Unggulan

Reksadana syariah terbaik selanjutnya adalah Simas Syariah Unggulan yang merupakan reksadana syariah milik PT Sinarmas Asset Management. Reksadana ini dirilis sejak bulan Agustus 2014. Reksadana ini cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang karena memberikan keuntungan jangka panjang.

Simas Syariah Unggulan mampu memperoleh keuntungan sebesar 22,4 persen dalam 3 tahun terakhir. Seiring berjalannya waktu, saham reksadana syariah ini ada di Bank BRI Syariah Tbk, PT Integra Indocabinet Tbk, PT Multistrada Arah Sarana Tbk, PT M Cash Integrasi Tbk, serta PT HK Metals Utama Tbk sebagai top holding Simas Syariah Unggulan.

6. Bahana Likuid Syariah

Produk reksadana syariah terbaik lainnya yang tak kalah unggul adalah Bahana Likuid Syariah. Produk ini diluncurkan oleh merupakan salah satu reksadana syariah Indonesia yang diluncurkan oleh PT Bahana TCW Investment Management pada bulan Januari 2015. Imbal hasil reksadana syariah ini cukup tinggi yaitu mencapai 5,87 persen pada tahun 2019 lalu. Bahana Likuid Syariah bekerjasama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank memperoleh laba tinggi setiap tahunnya.

Baca Juga:   Review Bibit: Keunggulan Dan Kelemahan (2022)

Kemudian Bahana Likuid Syariah menanamkan deposito di Bank Sinarmas Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Syariah Bukopin Syariah, BPD Riau Kepri Syariah, serta Bank Muamalat. Untuk membeli reksadana syariah ini, kamu cukup merogoh kocek mulai Rp100 ribu saja.

7. Emco Barokah Syariah

Emco Barokah Syariah dirilis oleh PT Emco Asset Management dengan bank kustodian terbesarnya adalah Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nilai NAB dari reksadana ini cenderung stabil setiap tahunnya sehingga cocok untuk investasi dengan risiko rendah.

Imbal hasil yang diperoleh cukup lumayan yaitu mencapai 4,57 persen. Dana yang terkumpul pada reksadana ini dimasukkan ke dalam instrumen pasar uang serta deposito syariah.

8. BNP Paribas Pesona Syariah

Untuk kamu yang mencari reksadana syariah dengan imbal hasil lebih dari 5 persen, BNP Paribas Pesona Syariah dapat menjadi pilihan. Reksadana ini memberikan imbal hasil lumayan mencapai lebih dari 7 persen.

BNP Paribas Pesona Syariah menanamkan sahamnya di PT Astra International Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero), serta PT Unilever Indonesia Tbk. Untuk mulai berinvestasi tidak dicantumkan besarannya, namun kamu bisa mendapatkan informasi di berbagai platform online seperti Bareksa atau Bibit.

9. Batavia Dana Saham Syariah

Jika kamu tertarik berinvestasi reksadana saham syariah, kamu dapat memilih Batavia Dana Saham Syariah. Reksadana ini diluncurkan sejak Juli 2007 dan telah mengelola dana lebih dari 139 miliar. Produk ini menanamkan dananya di berbagai perusahaan seperti PT Unilever Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

10. TRIM Syariah Saham

Produk reksadana syariah terbaik selanjutnya adalah TRIM Saham Syariah. Reksadana ini diluncurkan oleh PT Trimegah Asset Management dan rilis sejak tanggal 27 Desember 2006. Beberapa perusahaan yang dijadikan tujuan penanaman modal reksadana ini antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Excelcomindo Pratama, serta PT Unilever Indonesia Tbk. Untuk mulai berinvestasi di TRIM Syariah saham, kamu cukup menyiapkan dana sebesar Rp100 ribu saja.

11. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Sucorinvest Sharia Equity Fund merupakan reksadana syariah terbaik yang dirilis pada November 2007. Hampir seluruh dana yang dikelola oleh Manajer Investasi dimasukkan ke dalam saham di berbagai perusahaan seperti PT Buyung Poetra Sembada Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, serta PT Samindo Resources Tbk.

12. Majoris Sukuk Negara Indonesia

Majoris Sukuk Negara Indonesia juga merupakan reksadana syariah terbaik yang diluncurkan oleh PT Majoris Asset Management. Jenis reksadana ini merupakan reksadana pendapatan tetap yang hampir 80 persen dananya diletakkan pada instrumen sukuk dan obligasi syariah. Return atau imbal hasil per tahun mencapai 11,64 persen dengan nilai investasi awal minimal Rp50 ribu.

13. Manulife Syariah Sukuk Indonesia

Produk selanjutnya adalah Manulife Syariah Sukuk Indonesia yang diluncurkan oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Dengan modal awal Rp10 ribu, kamu bisa mendapatkan imbal hasil mencapai 6,69 persen per tahun. Dana yang dikelola oleh Manajer Investasi diletakkan pada instrumen sukuk dan obligasi syariah.

14. Reksadana Syariah Capital Sharia Money Market

Reksadana syariah terbaik lain yang tak kalah dalam memberikan keuntungan lumayan adalah Sharia Money Market yang dirilis oleh PT Capital Asset Management. Return per tahun rata-rata berada di kisaran 6,48 persen dengan modal awal minimal Rp500 ribu.

Keunggulan Reksa Dana Syariah

Kalau ingin berinvestasi, segera lakukan. Karena tak ada yang sia-sia saat kamu menanamkan modal pada reksa dana syariah. Seperti yang sudah disinggung di atas, produk investasi ini sesuai syariat Islam ini merupakan cara investasi yang mudah buat pemula. Kemudahan ini menjadi keunggulan yang akan kamu dapatkan sebelum hingga selama berinvestasi.

Pertumbuhan produk reksa dana syariah ini pun rupanya menarik minat banyak investor. Faktanya, selama tahun 2019 kemarin jumlah produk reksadana dengan basis syariat ini tumbuh 18,3 persen dari 224 produk di tahun sebelumnya menjadi 265 produk.

Jika dihitung semenjak tahun 2010, produk reksadana syariah tumbuh 452,08 persen dari hanya 48 produk saja.

Pertumbuhan ini melesat cukup signifikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan produk reksa dana konvensional dari tahun 2010 yang naik 239,72 persen yang mencapai 564 produk.

Baca Juga:   Hak Investor Dalam Berinvestasi Reksadana Yang Wajib Diketahui

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa produk reksadana syariah bisa tumbuh dengan pesat, tentu saja jawabannya kembali ke prinsip ekonomi dasar, supply atau penawaran akan terus tumbuh seiring dengan tingginya demand atau permintaan pasar.

1. Tak Perlu Modal Banyak

Masing-masing nasabah memiliki ukuran berbeda soal modal sedikit atau banyak. Tetapi investasi di produk terbaik mulai Rp100 ribu. Nggak banyak, kan? Misal, kamu yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan dan menginvestasikan Rp500 ribu atau Rp250 ribu rutin setiap bulan, dengan iklim investasi cukup baik, kemungkinan imbal hasil yang diperoleh lumayan menjanjikan, loh.

2. Investasi Jangka Panjang

Naik turun perekonomian dalam dan luar negeri bisa memengaruhi nilai investasi. Hal itu wajar. Terlebih jika kamu memiliki produk syariah terbaik berjenis saham.

Jangan buru-buru menjual reksa dana kalau hasilnya merah. Simpan saja. Karena investasi ini cocok untuk rencana jangka panjang dengan profil risiko tinggi dan menawarkan imbal hasil yang menjanjikan.

Untuk reksa dana syariah yang telah disebutkan di atas, pengembalian optimal rata-rata akan kamu dapatkan jika berinvestasi minimal 3 tahun. Namun, tidak masalah juga jika kamu ingin mempertahankan portofoliomu hingga jangka waktu 5 tahun.

3. Bebas Pajak

Reksa dana merupakan produk investasi yang bebas dari pajak. Dikutip dari CNBC Indonesia (02/08/2019), Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan memberikan relaksasi kepada investor.

Pemerintah akan memberikan pajak nol persen (dalam hal ini bebas pajak) kepada Wajib Pajak (WP) yang memiliki reksa dana, Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK-EBA).

4. Proses Transparan

Proses kerja reksa dana sangat transparan. Pasalnya, MI melaporkan portofolio reksa dana setiap hari. Laporan berisi Nilai Aktiva Bersih (NAB), keuntungan, biaya, dana kelolaan, alokasi dana investasi, dan lainnya. Sehingga investor bisa memantau portofolio yang dimiliki.

5. Aman dan Halal

Berinvestasi dalam bentuk syariah terbaik bisa dipastikan aman dan halal sesuai syariat. Karena dana yang kamu setorkan ke Manajer Investasi akan disimpan di bank kustodian.

Langkah-Langkah Sebelum Memulai Investasi

Nah bagi kamu yang ingin memulai investasi, khususnya reksa dana, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut ini sebelum memulainya.

1. Pastikan Pengeluaran Tidak Lebih dari Pemasukan

Hal pertama yang harus kamu pastikan adalah arus kas keuanganmu yang baik. Pastikan, jumlah pengeluaran kamu tidak lebih besar dari pendapatan. Dan hindari untuk berutang hanya untuk berinvestasi.

2. Miliki Proteksi

Sebelum berinvestasi, kamu juga harus memiliki asuransi sebagai proteksi. Sehingga, nantinya kamu tidak perlu khawatir jika terjadi hal yang tidak terduga seperti sakit atai kecelakaan. Agar sesuai dengan tema investasimi, pastikan juga kamu memilih asuransi syariah.

3. Miliki Dana Darurat

Sebelum berinvestasi, kamu juga harus telah memiliki dana darurat. Sehingga akan menghindari kamu dari utang baru akibat terjadi sesuatu yang menyebabkankamu kehilangan pendapatan, seperti terjadi kecelakaan dan membuatmu tidak bisa bekerja sementara waktu.

Untuk mengatasi situasi ini, kamu bisa menggunakan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan sambil menunggu kondisi membaik. Untuk besarana dana daruratpun berbeda-beda setiap orang. Umumnya, bagi kamu yang masih single, idealnya kamu harus memiliki dana darurat sebanyak 6x pengeluaran bulanan. Sementara bagi pasangan menikah bisa sampai 6-12x sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

Tips Sukses Memulai Investasi Reksa Dana Syariah

Nah, sudah makin mantap untuk memulai investasi reksa dana? Yuk ikuti beberapa tips sukses memulai investasi reksa dana syariah di bawah ini.

1. Buat Goal yang Spesifik dan Achievable

Ada banyak kebutuhan yang bisa mulai kamu kumpulkan sejak sekarang, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, atau mengumpulkan uang untuk membeli produk impian.

Nah, agar bisa tercapai kamu harus menghitung terlebih dahulu jumlah uang yang dibutuhkan. Buatlah goal yang spesifik dan realistis sesuai  jumlah penghasilan yang kamu miliki. Sertakan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan uang tersebut.

2. Tentukan Saving Rate

Setelah menentukan goal yang akan dicapai, hal selanjutnya adalah menentukan besarnya saving rate yang harus disisihkan dari pendapatan setiap bulannya agar mencapai target.

3. Konsisten Menabung ala Dollar Cost Averaging

Salah satu syarat keberhasilan saat berinvestasi adalah konsistensi yang tetap terjaga. Sisihkan uang setiap bulannya dengan jumlah yang sama untuk diinvestasikan tanpa terpengaruh naik dan turunnya instrumen.


Bagikan: