counter create hit

Ini Kritikan Penonton di China Terhadap Drama Mirror: A Tale of Twin Cities

Bagikan:

Dibintangi Li Yifeng dan Chen Yuqi, drama fantasi historis Mirror: A Tale of Twin Cities sayangnya tidak mampu menyanggupi ekspektasi para penonton di China. Sebagian besar dari para penonton merasa kecewa dengan jalan ceritanya, editing, casting dan akting para pemainnya. Dengan penayangan yang tinggal seminggu lagi, drama 43 episode itu belum menawarkan perbaikan sedangkan kritikan kian membengkak. Saat ini drama itu memperoleh skor rating 3,9 di Douban.

Ada beberapa hal yang dikritik para penonton di China.

Cerita tidak konsisten

Diadaptasi dari novel populer dengan judul yang sama karya Cang Yue, Mirror: A Tale of Twin Cities mulanya memperoleh banyak perhatian sebab ialah proyek besar. Tapi, semenjak tayang, para penonton hanya bisa menyaksikan lebih banyak kelemahan dalam drama itu.

Baca juga

Jalan dongeng drama ini berlawanan jauh dari novelnya. Para penggemar novel memperoleh kalau pementingan plot percintaan drama ini juga sangat berbeda dari novelnya. Dalam novel, ada aneka macam macam kekerabatan yang dijelajahi dan para aksara mempunyai rasa patriotisme yang serupa besarnya dengan motivasi yang mempesona.

Memang pergeseran mampu membuat sebuah drama pembiasaan lebih segar. Tapi para penonton merasa sulit menerima plot cerita yang tidak konsisten. Mereka juga bermasalah dalam menikmati percintaan di antara para aksara utama, yang berjumpa dan jatuh cinta tanpa alasan yang terperinci. Para karakter yang lain terasa ada cuma untuk mendukung para bintang film utama, tanpa ada pengembangan atau latar belakang yang menarik.

Casting yang tidak tepat

Masalah lain yakni pemilihan sejumlah aktor dalam drama, di mana banyak penonton merasa jikalau Li Yifeng dan Yukee Chen tidak cocok untuk peran mereka. Keduanya mendapatkan kritikan keras untuk mulut muka mereka yang kaku dan persepsi mata mereka yang tidak bisa memancarkan bermacam-macam emosi.

Baca Juga:   Skor Douban dan Respon Penonton di China terhadap Drama Forever and Ever

Menggambarkan Su Mo yang tidak mampu ditebak dan sarat dendam, Yifeng tidak memancarkan perilaku hambar yang serupa dengan huruf itu dalam novel. Bukannya konsentrasi pada tugasnya untuk negara, Sumo dalam drama malah sibuk memerankan pendekar yang menyelamatkan puteri cantik.

Yukee dikritik sebagian besar alasannya wajahnya yang tanpa lisan. Hal ini membingungkan para penonton yang tidak bisa memahami emosi karakternya dan motivasi dalam dirinya. Perkembangan karakternya dari Bai Ying menjadi Puteri Kong Sang tidak terlihat menyakinkan atau cukup bagus. Kaprikornus aktingnya dianggap membosankan dan kosong.

Kurang perhatian pada rincian

Selain itu, ada juga cacat dalam gaya dan imbas spesial drama ini. Kostum dan riasan terlihat kurang halus dan rapi, yang kadang sukar untuk diabaikan. Ditambah lagi efek spesial terlihat berangasan dan sulit dicicipi. Dengan sejumlah kritikan ini, Mirror: A Tale of Twin Cities dianggap selaku pola adaptasi drama dari novel populer yang kurang memuaskan.

Sumber: jaynestars.com


Bagikan:
close