counter create hit

Kelebihan Kamera Full Frame yang Wajib Di Ketahui

Bagikan:

KichanHelpKelebihan Kamera Full Frame – Kebanyakan fotografer profesional cenderung memakai kamera full-frame daripada APS-C. Singkatnya, ukuran sensor yang dipakai oleh kamera full-frame sama dengan kamera film 35mm tradisional, yaitu berskala 36 x 24mm. Sensor ini lebih besar dari kamera tipe APS-C dengan sensor 22 x 15 mm.

Kelebihan Kamera Full Frame

Lantas, dibandingkan dengan APS-C, apa sih kelebihan menggunakan kamera full-frame? apakah sebanding dengan harganya yang mahal?

1. Memiliki sensor yang lebih besar dan lebih baik

Dibandingkan dengan kamera tipe APS-C, kamera full-frame mempunyai sensor yang lebih besar. Semakin besar sensor, maka akan makin besar pikselnya. Jika dibandingkan dengan piksel yang lebih kecil, piksel yang lebih besar akan menangkap lebih banyak info warna dan cahaya masuk dengan lebih sedikit noise.

Inilah mengapa sensor besar dengan sensitivitas tinggi mampu bekerja lebih baik pada kamera full-frame. Keunggulan yang lain yaitu dapat membedakan pergeseran warna yang lebih halus dan menangkap rentang dinamis yang lebih besar. Hasil akhirnya akan mengembangkan akurasi, imbas realistis, dan foto yang hidup.

2. Biasanya, memiliki resolusi yang lebih besar

Umumnya, kamera full-frame memiliki resolusi lebih tinggi dibandingkan dengan kamera APS-C. Misalnya Sony Alphaα7RII mempunyai resolusi 42,4 megapiksel dan mempunyai ISO 100-25,600. Demikian pula, Sony α7RIV mempunyai resolusi 61 megapiksel dan rentang ISO 100-32.000.

Dengan cara ini, kita bisa mengambil gambar dan video dalam keadaan minim cahaya. Selain itu, sensor full-frame dapat menangkap rincian halus, rentang dinamis yang lebih besar, gambar lebih terang, dan menghemat noise pada foto. Lebih baik dari kamera APS-C!

3. Tidak ada crop factor seperti di APS-C dan MFT

Ada banyak pilihan lensa untuk kamera full-frame. Dan tidak ada aspek pemangkasan mirip kamera APS-C. Misal kita hubungkan suatu lensa dengan panjang 24 mm, hasil alhasil tetap 24 mm. Namun, bila dipasang pada kamera APS-C, akan diubah menjadi 36 mm sebab faktor krop 1,5x.

Baca Juga:   Spesifikasi dan Harga iPad Air 2 16GB, 32GB, 64GB, dan 128GB

Begitu pula jikalau kita memakai lensa 50mm, pada full frame tidak akan berganti, tapi 75mm pada kamera APS-C. Singkatnya, dengan adanya crop factor, lensa akan menjadi lebih panjang. Lensa sudut ultra lebar akan menjadi lebih lebar, dan lensa sudut lebar akan menjadi wajar . Ini tidak akan terjadi kalau menggunakan full-frame.

4. Menghasilkan bokeh yang lebih halus

Perbandingan antara efek bokeh yang dihasilkan oleh 3 kamera, adalah Canon 5D Mark III (full frame), Fuji X-E2 (APS-C dengan crop factor 1,5x) dan Olympus OM-D E-M1 (Micro Four Thirds/MFT dengan crop factor 2x). Di antara 3 kamera itu, mana yang memiliki bokeh paling halus?

Lalu, menguji coba memotret objek yang serupa dengan focal length & aperture yang serupa. Hasilnya, kamera full frame dari Canon 5D Mark III memperlihatkan imbas bokeh yang lebih halus dibandingkan kamera APS-C & MFT yang punya crop factor. Pertimbangkan kamera full frame kalau Anda ingin bokeh yang lebih smooth.

Baca juga : Jenis Foto yang Tidak Boleh Dibagikan di Internet

 

 

 

 


Bagikan:
close