Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu - KichanHelp

Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu

Bagikan:

Nabi Hanzhalah adalah utusan Allah yang berasal dari Bani Israil. Namanya mungkin terdengar agak gila dibandingkan nama-nama 25 nabi dan rasul.

Secara nasab, ia merupakan keturunan Nabi Yaqub AS dari anak keempat yang bernama Yahuda. Allah mengutusnya untuk berdakwah di kalangan kaum Rass.

Kaum Rass tinggal di kawasan yang sejahtera dan dekat sumber air. Di tengah kemakmuran, mereka terkenal sebagai penyembah berhala.

Baca juga: Anggar: Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Diutus untuk berdakwah terhadap kaum yang menyembah berhala berbentuk pohon

nabi hanzhalah p c - Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu

(foto: pixabay)

Nabi Hanzhalah bin Sifwan diutus untuk berdakwah di tengah kaum Rass yang menetap di Hadramaut. Selain menyembah berhala, kaum Nabi Hanzhalah sebagian juga menyembah api.

Dalam suatu hadist, dijelaskan bahwa kaum Rass ialah penduduk yang menyembah berhala berupa pohon sanaubar yang konon disebut juga dengan raja pohon (syah dirakht).

Orang pertama yang menanam pohon sanaubar yaitu Yafits bin Nuh. Yafits membuatkan 12 bibit pohon ke desa-desa yang ada di tepi sungai.

Penduduk menganggap bila di sentra penanaman pohon ada mata air mengalir itu dan di sana ialah sumber kehidupan dari Tuhan yang turun ke bumi.

Penduduk dan hewan ternak tidak boleh untuk minum air sungai yang ada di sekitar pohon sanaubar karena pohonnya dianggap sebagai kehidupan ketuhanan (hayat al ilahiyat), jadi siapa saja dilarang menganggu.

Di balik kemakmuran penduduk, ada burung besar yang mengancam insan

nabi hanzhalah c v  - Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu

(foto: pixabay)

Untuk kepentingan pemujaan, maka kaum Rass mengadakan perayaan secara rutin tiap bulan. Saat ‘hari raya’, mereka persembahkan seserahan yang berupa daging binatang yang telah dibakar.

Di tengah kemakmuran, sayangnya ada satu binatang yang meresahkan penduduk ialah sejenis burung besar yang ada di gunung.

Dikisahkan oleh Al Kisa’i, kota di mana Nabi Hanzhalah berdomisili terdapat gunung yang tinggi berjulukan Gunung Falaj.

Gunungnya jadi tempat untuk berlindung salah satu burung besar yang berjulukan anqa. Jika burung anqa terbang, sayapnya mampu menutup matahari bagaikan awan besar.

Baca Juga:   10 Ide Dekorasi Tangga Agar Lebih Artistik, Jadi Gak Ngebosenin

Leher burung anqa seperti leher unta yang memiliki dua sayap panjang dan dua sayap pendek.

Bulunya pun warna-warni. Selain mempesona, burung anqa sungguh kuat hingga bisa mengangkat unta, kuda, gajah mati, atau binatang lain dengan cakar untuk kemudian membawa ke Gunung Falaj.

Baca juga: Kisah Nabi Isa, Mendapat Banyak Mukjizat Selama Hidupnya

Setelah membantu kaumnya, Nabi Hanzhalah justru dituduh sesat dan kafir

nabi hanzhalah pi - Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu

(foto: muslimahdaily)

Lama-lama burung anqa membahayakan penduduk, alasannya mampu memangsa manusia sebagai santapan belum dewasa yang baru saja menetas.

Penduduk pun mengadukan dilema tersebut terhadap Nabi Hanzhalah. Saat mendengar info tersebut, Nabi Hanzhalah pun berdoa supaya Allah melenyapkan burung anqa.

“Ya Allah, matikanlah hewan tersebut dan putuskanlah keturunannya.”

Setelah doa dipanjatkan, burung-burung jatuh terbakar bersama anak-anaknya hingga tidak mempunyai wujud lagi.

Setelah itu Nabi Hanzhalah memulai peran dakwah kepada penduduk kaum Rass, namun yang terjadi lalu, mereka justru menawarkan kontradiksi saat diajak beriman pada Allah. Mereka bahkan menyampaikan Nabi Hanzhalah sesat dan kafir.

Penduduk Rass melakukan perbuatan keji dan akibatnya diazab menjadi watu

nabi hanzhalah kompas - Kisah Nabi Hanzhalah, Diutus untuk Kaum yang Diazab Jadi Batu

(foto: kompas)

Menyadari bahwa dakwahnya sukar diterima, ia pun berdoa kepada Allah semoga pohon sanaubar layu dan tidak lagi disembah.

Benar saja, pohon sanaubar menjadi layu dan kemudian mati. Kaum Rass pun marah besar dan menyampaikan hal yang bernada tuduhan.

“Sesungguhnya pria ini sudah menyihir Tuhan kita!”

Bahkan mereka bermaksud membunuh Nabi Hanzhalah dan menyiksanya lebih dulu. Maka dibuatlah sebuah sumur yang dalam, dengan maksud untuk menjadi tempat pembuangan Nabi Hanzhalah.

Penangkapan pun dilakukan, dan Nabi Hanzhalah dilemparkan ke sumur yang telah dibangun, kemudian ditutup kerikil besar. Saat itu ada seorang budak beriman yang menyaksikan insiden keji tersebut.

Seorang budak yang beriman tidak bisa mengeluarkan badan Nabi Hanzhalah dari dalam sumur, namun hanya memperlihatkan makan secara diam-diam dan dilaksanakan setiap hari agar tidak kelaparan.

Di dalam sumur, Nabi Hanzalah tetap memohon terhadap Allah biar kaum Rass diberi balasan setimpal atas perbuatannya.

Baca Juga:   17 Manfaat Bayam beserta Efek Sampingnya

Alhasil kaum Rass dijatuhi azab yang pedih oleh Allah dan diubah menjadi batu bersama seluruh harta bendanya.


Bagikan:
close