May 17, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Saham

Mengenal Fraksi Harga Saham: Pergantian Aturan Dan Dampaknya

Aspek likuiditas adalah salah satu aspek penting dalam saham dan pasar modal. Semakin likuid suatu saham dan pasar modal, maka semakin bagus pula saham tersebut. Oleh alasannya itu, untuk mengembangkan hal ini, Bursa Efek Indonesia memperbolehkan berbagai transaksi salah satunya yakni kebijakan penentuan fraksi harga. 

Fraksi harga saham di Bursa Efek Indonesia dikelola dalam II-A-Kep-00023/BEI/04-2016. Dalam peraturan tersebut jumlah kalangan fraksi saham ditambah dari yang sebelumnya hanya ada tiga golongan, sekarang jadi ada 5 kelompok. 

Tapi, apakah bahu-membahu fraksi saham itu? Dan bagaimana efek kebijakan tersebut kepada transaksi jual beli yang dikerjakan oleh penanam modal dan trader? Simak postingan berikut ini. 

Pengertian Fraksi Harga Saham

Fraksi harga saham ialah tutorial pergantian harga saham yang mampu ditawar dan dibeli oleh penanam modal.

Dilansir dari IDX Channel, saat ini ada 5 kalangan fraksi saham di pasar modal Indonesia, yaitu:

  1. Fraksi 2 untuk saham yang harganya 200-500 rupiah per lembar dengan optimal perubahan dalam 1 kali transaksi sebesar 20 rupiah.
  2. Fraksi 5 untuk saham yang harganya 500-2000 rupiah per lembar dengan optimal pergeseran dalam 1 kali transaksi sebesar 50 rupiah.
  3. Fraksi 10 untuk saham yang harganya 2000-5000 per lembar dengan optimal pergantian dalam 1 kali transaksi sebesar 100 rupiah.
  4. Fraksi 25 untuk harga saham yang harganya lebih dari 5000 per lembar dengan optimal pergantian dalam 1 kali transaksi sebesar 250 rupiah. 

Kelompok fraksi harga ini telah ditetapkan sedemikian rupa oleh BEI sehingga bila ada penanam modal atau trader yang membeli lembar saham dengan menyalahi peraturan ini, sistem akan secara otomatis membatalkan pesanan mereka. Dalam Bahasa Inggris, perumpamaan ini disebut dengan tick price. Fraksi 1 untuk saham yang harganya kurang dari 200 rupiah per lembar dengan maksimal pergantian dalam 1 kali transaksi sebesar 10 rupiah. 

Baca Juga:   Bullish Dan Bearish Divergence Pada Trading

Hal ini  memiliki arti untuk menawar saham yang memiliki harga 200 rupiah, penanam modal hanya bisa menawar mulai dari 201 rupiah dan tidak bisa eksklusif menawar ke harga 300 rupiah secara pribadi. 

Fungsi Fraksi Harga Saham

Dilansir dari laman poems.co.id, tujuan BEI menerapkan kebijakan ini yaitu untuk mempertahankan stabilitas harga, menjaga pasar dari tindakan spekulasi dan melindungi penanam modal dan trader. Selain itu, fraksi harga saham juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal.  Mari kita diskusikan fungsi ini satu per satu. 

1. Menjaga Stabilitas Harga 

Dengan harga yang naik sedikit demi sedikit dan perlahan lahan, harga saham akan naik secara perlahan-lahan dan turun pelan-pelan. Kaprikornus kalau ada saham yang harganya naik atau turun tajam, memang banyak orang yang berbelanja atau menjual instrumen tersebut dan bukan alasannya ulah spekulan. 

2. Menjaga Pasar Modal Dari Tindakan Spekulasi

Tindakan spekulasi atau yang juga sering disebut penggorengan saham ialah tindakan segelintir investor tertentu yang berbelanja saham dengan harga tinggi biar penanam modal lain mengira jikalau instrumen tersebut sedang disenangi. 

Setelah banyak pembeli gres dan harga saham yang digoreng naik sesuai yang dikehendaki spekulan, maka spekulan tersebut akan memasarkan saham itu dan menawan laba. Makara, bila perubahan harga saham dibatasi dengan kebijakan ini, para spekulan tidak akan bisa menawar harga saham langsung di atas batas normal. 

3. Melindungi Investor Ritel

Investor ritel atau penanam modal individu adalah penanam modal BEI yang bukan berasal dari institusi. Umumnya, investor jenis ini memiliki modal minim  dan waktu investasi yang terbatas sehingga mereka tidak mampu berbelanja banyak saham, utamanya saham-saham yang harganya mahal. 

Biasanya, jumlah penanam modal ritel yang berinvestasi di bursa sangat jauh lebih banyak dibandingkan dengan penanam modal institusi. Oleh alasannya adalah itu, semoga suatu pasar modal bisa berjalan sebagaimana semestinya, penanam modal ini mesti dilindungi. 

Salah satu caranya yaitu dengan kebijakan fraksi harga ini. Seperti yang disebut sebelumnya, dengan kebijakan ini, spekulan tidak mampu serta merta mengembangkan harga. Dengan demikian, harga saham tersebut masih bisa dibeli oleh penanam modal ritel. 

Baca Juga:   4 Tipe Trader, Mana Yang Terbaik?

4. Meningkatkan Likuiditas Pasar Modal

Likuiditas pasar modal ialah jumlah transaksi baik transaksi jual ataupun beli yang terjadi saban hari di sebuah pasar modal atau khusus terperinci untuk saham perusahaan tertentu. Likuiditas ini penting alasannya, kian tinggi likuiditas pasar modal, itu artinya makin ramai orang yang mengunjungi pasar modal tersebut. 

Kebijakan fraksi saham yang melindungi penanam modal ritel dan menghalangi kenaikan harga pada setiap penawaran akan mengundang investor ritel lebih banyak lagi untuk masuk dan mulai berinvestasi di pasar modal. 

Akibatnya, pasar modal tersebut semakin likuid (ramai) dan terlihat mempesona. Likuiditas pasar modal yang berkembangjuga akan meningkatkan nilai kapitalisasi pasar modal tersebut. Tentu Anda akan lebih melirik pasar yang ramai daripada pasar yang sepi bukan?

Contoh Penerapan Fraksi Harga Saham

Contoh penerapan kebijakan ini adalah apabila harga per lembar saham perusahaan ABC yakni sebesar 3150. Ini artinya, saham perusahaan ABC masuk ke dalam golongan fraksi 10. 

Maka dari itu, kalau Anda ingin berbelanja instrumen ini, Anda hanya mampu membeli dengan harga mulai dari 3160, 3170, 3180 dan seterusnya. Apabila Anda nekat membelinya dengan harga 3175, maka penawaran yang Anda lakukan akan digagalkan secara otomatis oleh metode. 

Dampak Kebijakan Fraksi Harga Saham Untuk Trader dan Investor

Perlu Anda ketahui, sebelum tahun 2016 BEI menerapkan 1 lot saham sama dengan 500 lembar gres kemudian di tahun tersebut BEI mengeluarkan kebijakan fraksi saham dengan memperkecil 1 lot saham sama dengan 100 lembar. 

Ini artinya, sebelum tahun 2016, Anda perlu merogoh kocek 500.000 rupiah untuk membeli 1 lot saham yang harga per lembarnya 1000 rupiah. Dengan memperkecil jumlah lembar dalam 1 lot ini, tentu BEI bisa menggaet lebih banyak penanam modal ritel. 

Dampak fraksi harga saham terhadap penanam modal relatif tidak akan terasa. Sebab, penanam modal cenderung memakai instrumen investasi untuk keperluan dan keuntungan di kurun depan. Lain ketimbang itu, penanam modal juga tidak hanya akan mendapatkan laba dari capital gain, tetapi juga dari dividend. 

Baca Juga:   Cara Membaca Pola dan Candlestick Saham Untuk Pemula

Lain halnya dengan trader. Kebijakan ini menciptakan trader tidak mampu secara pribadi menawar saham dengan harga tertinggi. Selain itu, kebijakan ini juga membuat para trader mau tidak mau harus melaksanakan transaksi harian lebih sering supaya keuntungan yang mereka peroleh mampu optimal. 

Masalah dampak kebijakan ini kepada trader sepertinya tidak butuhdipermasalahkan lagi. Sebab, ketika ini sudah ada teknologi robot trading yang mampu membantu trader berjual beli saham dan instrumen yang lain 24 jam dalam 7 hari. 

Kebijakan fraksi harga saham ialah kebijakan penting yang dipraktekkan oleh BEI demi terciptanya pasar modal Indonesia yang transparan, bersih dan patut dipercaya.