Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri - KichanHelp

Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

Bagikan:

Ada beberapa nabi yang diutus untuk Bani Israil, salah satunya Nabi Sya’ya. Tidak dimengerti secara pasti kapan waktu pengutusannya di dunia.

Diperkirakan Nabi Sya’ya diutus sesudah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Ia ialah seseorang yang sungguh dipercaya oleh raja, namun justru tidak dihargai oleh kaumnya.

Bahkan kaumnya terus mengancamnya dengan banyak sekali cara. Inilah dongeng Nabi Sya’ya.

Baca juga: Aksara Hieroglif, Sistem Penulisan Paling Tua yang Dipakai Bangsa Mesir

Selama hidup di Baitul Maqdis, beliau menjadi orang doktrin raja

syaya factsandtrends c - Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

(foto: factsandtrends)

Dalam kitab  Qashasul Anbiya’ oleh Ibnu Katsir, Nabi Sya’ya berdomisili di Baitul Maqdis. Semasa hidupnya, daerahnya dipimpin oleh Raja Hizqiya.

Raja sungguh patuh padanya, selalu berpegang teguh pada perintah dan berusaha menjauhi larangan-larangannya.

Pada suatu hari, Raja Hizqiya mendapat musibah sakit yang ditandai dengan banyaknya jerawat di tubuh hingga kaki.

Pada ketika bersama-sama, ada kabar ihwal kedatangan Raja Babylonia menuju ke Baitul Maqdis bersama pasukan yang lebih dari 6.000 orang.

Kabar penyerangan menimbulkan rakyat sungguh terkejut dan cemas. Raja Hizqiya pun bertanya ke Nabi Sya’ya tentang hal yang mesti dijalankan.

Nabi Sya’ya berdoa dengan sabar untuk meminta petunjuk perihal Bani Israil

nabi syaya com - Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

(foto: pixabay)

Nabi Sya’ya menjawab bahwa Allah belum mendatangkan wahyu berhubungan dengan cara penyelesaikan dilema dengan Raja Babylonia. Raja Hizqiya mendapat peringatan untuk turun tahta.

Nabi Sya’ya berdoa sambil menghadap ke arah kiblat, menyebut nama Allah dan bercucuran air mata. Sambil menundukkan kepala dan memasrahkan diri pada Allah, beliau berdoa dengan sabar.

“Ya Allah, Engkau Tuhan yang Maha Pengasih dan Maya Penyayang, Tuhan yang tidak mengantuk dan tidak tidur. Ingatkan aku terhadap amal dan perbuatanku, serta kebaikan keputusan untuk Bani Israil. Semua berasal dari-Mu. Engkau lebih mengenali semuanya daripada diriku sendiri. Segala sesuatu yang faktual dan rahasia padaku adalah milik-Mu.”

 

Raja Hizqiya diberi kesembuhan dan terhindar dari bahaya Raja Babylonia

syaya beliefnet c 800x600 - Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

(foto: beliefnet)

Tidak usang kemudian, kabar gembira pun datang. Allah pun merahmati dan mengabulkan doanya. Allah turunkan wahyu semoga Nabi Sya’ya mengabarkan berita beberapa bangga.

Baca Juga:   Ngakak! 10 Potret Lucu Nama Tempat Usaha Ini Bikin Mikir Dua Kali

Yang pertama adalah tentang hilangnya penyakit Raja Hizqiya. Yang kedua yaitu perihal ajal Raja Hizqiya yang ditunda hingga 15 tahun lalu.

Yang niscaya, wilayah Baitul Maqdis juga dihindarkan dari ancaman Raja Babylonia.

Kaki Raja Hizqiya yang sakit diusap dengan daun Ara kemudian sembuh atas kehendak Allah. Sementara itu, prajurit Babylonia di pagi harinya bergelimpangan tanpa kekuatan untuk melanjutkan serangan.

Raja Hizqiya sungguh-sungguh mendapat umur panjang hingga 15 tahun lalu.

Baca juga: Mengenal Lubna, Budak Wanita yang Jadi Tokoh Penting di Istana Cordoba

Kondisi umat Bani Israil semakin memburuk sesudah Raja Hizqiya meninggal

syaya pathwaystogod - Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

(foto: pathwaytogod)

Sepeninggal Raja Hizqiya, Baitul Maqdis porak poranda. Kondisi umat Bani Israil memburuk. Nabi Sya’ya masih diberi jatah hidup dan terus berdakwah terhadap Bani Israil.

Nabi Sya’ya memperingatkan biar Bani Israil tetap beribadah meskipun keadaan bangsa sedang carut marut. Tapi memang sifat dari Bani Israil adalah penentang nabi.

Meskipun Nabi Sya’ya menjadi seorang wali mereka, Bani Israil justru memperlihatkan amarah.

Tidak cuma menentang dan murka dikala diberi hikmah, Bani Israil makin memusuhi dan punya planning untuk membunuh nabinya sendiri.

Nabi Sya’ya memasuki pohon ajaib dan digergaji oleh umatnya sendiri

syaya gildeddunya c - Nabi Sya’ya, Orang Kepercayaan Raja yang Digergaji Kaumnya Sendiri

(foto: gildeddunya)

Sampai suatu ketika, Nabi Sya’ya sedang melalui di dekat pohon, sedangkan Bani Israil di belakangnya. Ajaibnya, sebuah pohon yang sedang dilewatinya terbuka.

Untuk mencari perlindungan, ia masuk ke dalam pohon. Konon ada iblis yang melihatnya memasuki pohon.

Iblis menciptakan jubahnya terjepit dan tampakoleh beberapa kaum Bani Israil yang mengejar. Kaum Bani Israil mengambil suatu gergaji tajam untuk menggergaji suatu pohon yang dimasukinya.

Nabi Sya’ya pun meninggal digergaji oleh kaumnya sendiri.


Bagikan:
close