counter create hit

[Review Film] Spider-Man: Far From Home

Bagikan:

spider man far from home - [Review Film] Spider-Man: Far From Home

Sinopsis: Waktu bermalas-malasan Peter Parker dikala berlibur ke Eropa bermetamorfosis sesuatu yang mengejutkan saat Nick Fury datang-tiba timbul di kamar hotelnya. Parker  segera mendapati dirinya mengenakan busana Spider-Man untuk membantu Fury menghentikan sosok penjahat yang mengacau di sepanjang benua itu.

Video Trailer

Review

4.5/5

Spider-Man: Far From Home dikatakan selaku epilog dari fase ketiga Marvel Cinematic Universe (MCU). Tapi film ini memiliki nuansa yang berbeda dengan Avengers: Endgame. 

Benang merah yang menjadi penghubung di antara dua film itu yakni Tony Stark/ Iron Man. Selain itu, kita juga melihat sekilas rasa sedih yang dialami dunia sesudah akhir hayat Tony dan beberapa anggota Avenger lainnya. 

Rupanya, Spider-Man mendapatkan tekanan yang cukup berat dari penduduk . Mereka menyaksikan dan merasa kalau si manusia laba-laba ini ialah penerus dari Iron Man. Tapi Peter Parker selaku seorang anak dewasa, merasa bingung dan berat dengan ekspektasi masyarakat. Jadi dikala sekolahnya mengadakan perjalanan rekreasi ke Eropa, Peter merasa bahagia alasannya adalah menilai momen itu sebagai pelarian. Juga selaku sarana untuk mendekati MJ. 

Yang menawan dari Spider-Man: Far From Home yakni bagaimana Marvel mengemas film ini. Berbeda dengan Avengers: Endgame dan Captain Marvel, Far From Home yakni film cukup umur dengan tema percintaan dan nuansa komedi yang kental. Tanpa suplemen Spider-Man dan Avengers, manusia super dan lain-lain, maka yang kita lihat adalah film cukup umur kebanyakan.

Tapi perbedaannya ialah film ini tetap menciptakan para penonton merasa relate dengan apa yang ada di dalamnya. Konflik batin Peter, dongeng cintanya, kelucuan-kelucuan khas anak Sekolah Menengan Atas. Sepertinya film ini memang ditujukan untuk para penggemar muda Avengers yang masih sampaumur. Tapi mereka yang sudah sampaumur mungkin mampu bernostalgia dengan kurun SMA mereka dikala menyaksikan film ini.

Ada keseimbangan antara komponen komedi, romantisme dan petualangan yang ada di film ini. Jadi tidak lebay atau naif seperti film-film remaja kebanyakan. Sepanjang menonton film ini, saya sendiri merasa terhibur. Film ini bisa menciptakan penonton tertawa, terkejut, berduka dan merasa tegang. Semuanya dalam takaran yang pas. 

Baca Juga:   Review Xiaomi Mi Note 10: Kelebihan, Kekurangan, Dan Harga Terbaru

Sayangnya, kita gres mampu menyaksikan Spider-Man benar-benar beraksi all out pada pertengahan sampai selesai film. Jadi para penggemar yang menanti untuk melihat aksi-agresi seberat yang ada pada Avengers: Endgame mungkin merasa kecewa. Tapi yah, Marvel mungkin ingin mengendorkan hati para penggemar yang masih terbawa oleh nuansa dalam film sebelumnya.

Spider-Man: Far From Home menjawab sejumlah pertanyaan yang ada dalam hati penggemar. Tapi film ini juga menyisihkan pertanyaan gres. Misalnya, seperti apa paras gres MCU pada Fase ke-4 ini? Kita masih belum mampu menjawabnya dari film ini.

Secara keseluruhan, Far From Home yaitu epilog yang sempurna untuk Fase ke-3 ini. Sepertinya kita akan mempunyai generasi Avenger dengan kepribadian yang gres dan berlawanan bila dibandingkan para pendahulunya. 


Bagikan:
close