May 17, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Saham

Right Issue Saham: Pengertian, Untung Rugi, Dan Dampaknya

Selain dengan meminjam duit, perusahaan mampu mengumpulkan dana lewat right issue saham. Investor diberi opsi (tetapi tidak wajib) untuk berbelanja saham yang baru diterbitkan.

Artikel ini akan membicarakan apa itu right issue, cara kerjanya, serta dampaknya bagi penanam modal.

Pengertian Right Issue Saham

Right Issue saham ialah hak yang diberikan oleh emiten terhadap investor sebuah perusahan untuk mebaru yang dirilis oleh perusahaan tersebut pada harga dan rentang waktu yang telah diputuskan.

Tujuan dari penerbitan right issue selain untuk memenuhi peraturan BAPEPAM perihal hak-hak investor juga supaya emiten mendapatkan dana segar gres yang bisa dimanfaatkan untuk operasi atau mengeluarkan uang utang perusahaan dengan lebih singkat. Maka dari itu, umumnya harga saham dalam prosedur right issue condong lebih murah daripada harga saham di pasar sekunder

Cara Kerja Right Issue

Umumnya perusahaan menunjukkan right issue terhadap penanam modal lamanya dengan memakai rasio. Misalnya, rasio right issue 1:2. Ini artinya, penanam modal lama berhak berbelanja saham baru sebanyak dua kali lipat dibandingkan jumlah saham yang ia miliki ketika ini. 

Katakanlah D, founder dari PT. Maju Jaya Tunggal Semesta memiliki saham perusahaan tersebut sebanyak 1000 lembar. Maka, ketika PT. Maju Jaya Tunggal Semesta menerbitkan saham baru, D berhak berbelanja 2000 lembar begitupun seterusnya. 

Harga saham baru yang disediakan lewat mekanisme HMETD ini lazimnya juga lebih hemat biaya dibandingkan harganya ketika telah dirilis ke investor publik. Dengan demikian, investor usang mampu berbelanja efek gres sampai menyamai atau melebihi persentase kepemilikan lamanya. 

Biasanya perusahaan memberikan right issue kepada penanam modal dengan denah rasio. Artinya, kalau denah rasio yang ditetapkan ialah 1:2, maka investor yang punya saham usang di perusahaan tersebut akan ditawari 2 lembar saham pemanis. 

Baca Juga:   Rebound Saham: Pemahaman, Cara Mengetahui, Tips

Jadi semisal A punya saham sebanyak 1000 lembar di perusahaan X sementara perusahaan X akan memasarkan saham seri gres. Maka, A mampu membeli 2000 saham perhiasan dari seri baru tersebut. 

Right Issue mampu dijalankan oleh perusahaan apapun tergolong perusahaan yang gres akan IPO. Sebab, tentu saja perusahaan yang gres akan IPO tersebut telah memiliki investor entah itu penanam modal perorangan maupun investor institusi sebelumnya. 

Apabila Anda ditawari right issue saham oleh sebuah perusahaan, maka Anda berhak untuk berbelanja keseluruhan saham yang ditawarkan kepada Anda tersebut atau tidak membelinya sama sekali. Anda juga bisa memasarkan hak right issue tersebut kepada investor lain kecuali kalau ada maklumat dari perusahaan bahwa right issue yang dirilis tidak bisa diperjualbelikan (non-renounceable rights).

Untung dan Rugi Right Issue

Bagi perusahaan, right issue akan mempermudah mereka untuk memasarkan saham sehingga ada kemungkinan saham yang mereka jual akan lebih cepat laku dan dana dari instrumen tersebut bisa segera digunakan untuk tujuan mereka. 

Sesuai dengan aturan ekonomi, saham yang cepat laku atau overbooked harganya cenderung akan meningkat dikala dijual di pasar sekunder. Akibatnya investasi di perusahaan tersebut juga akan tampak menguntungkan. Investasi yang terlihat menguntungkan ini sekaligus mampu menjadi exposure perusahaan yang gres IPO kepada calon penanam modal-penanam modal gres. 

Sementara itu, bagi investor usang right issue ialah potensi bagi penanam modal tersebut untuk berbelanja saham tambahan dengan harga yang lebih murah. Seperti yang tertulis di atas, saham yang dijual saat right issue cenderung lebih hemat biaya biar bisa menarik minat investor lama. 

Namun kelemahan right issue ialah bila penanam modal lama berbelanja saham saat ditawari hak ini, maka nilai saham Anda akan terdilusi. Misalnya, A berbelanja saham perusahaan X dengan harga 1000 per lembar dan dia mempunyai 1000 lembar. Lalu, dikala right issue, dia membeli 2000 lembar harga masing-masing 800 per lembar. 

Maka, rata-rata harga saham yang dimiliki A menurun dari yang awalnya 1000 per lembar (1.000.000:1000) menjadi 866 per lembar dengan perkiraan selaku berikut:

Baca Juga:   Nasehat Software Analisis Teknikal Saham Gratis (2022)
Waktu pembelian Harga Jumlah Biaya yang Dikeluarkan
Awal 1,000 1000 1000000
Saat Right Issue 800 2000 1600000
Total 2600000
Harga saham terdilusi 866.6666667

Apabila perusahaan yang merilis right issue merupakan perusahaan yang baru IPO, risiko lain yang harus dihadapi oleh penanam modal yakni ketidakpastian apakah harga saham perusahaan tersebut akan naik sehabis dirilis di pasar sekunder atau bahkan akan turun. 

Dalam beberapa perkara tergolong kasus Bukalapak, harga saham sebuah perusahaan tinggi ketika IPO karena overbooked tetapi setelah sementara waktu dirilis di pasar sekunder harga saham tersebut merosot. Tentu hal seperti ini tidak dikehendaki oleh penanam modal usang yang berbelanja saham lewat right issue. 

Dampak Right Issue

Right issue mirip pedang bermata dua, memiliki efek aktual maupun negatif.

Dampak Positif

Berikut efek konkret dari right issue:

1. Perusahaan menerima dana segar dengan lebih cepat

Tujuan perusahaan mempublikasikan saham gres yaitu semoga perusahaan tersebut mendapatkan suplemen dana dari penanam modal. Dana ini lalu bisa dipakai untuk berekspansi atau membayar utang. 

Dengan mempublikasikan right issue, perusahaan bisa mendapatkan dana investasi lebih singkat sebab yang berbelanja saham tersebut yakni penanam modal-investor lama yang notabene telah tahu kekurangan dan kelebihan perusahaan.

Untuk perusahaan yang gres saja IPO, penerbitan right issue mampu menjadi exposure perhiasan untuk perusahaan. Exposure ini bertujuan untuk memperkenalkan perusahaan yang gres IPO tersebut terhadap calon investor gres sehingga penanam modal gres menduga bahwa investasi di perusahaan yang gres IPO tersebut mempunyai potensi laba alasannya adalah banyak peminat. 

2. Potensi keuntungan yang diperoleh investor meningkat

Dengan jumlah kepemilikan saham yang lebih banyak dan ongkos yang dikeluarkan lebih hemat biaya daripada yang semestinya, maka potensi laba yang diperoleh oleh investor juga akan meningkat. 

Ambil acuan Hybe Corporation. Perusahaan agensi yang menaungi BTS tersebut mulai masuk bursa efek (IPO) dengan harga 160.000 won per lembar saham dan saat ini, harga saham perusahaan tersebut menembus 330.000 won per lembar. 

Baca Juga:   1 Lot Saham Berapa Lembar dan Tujuan Penetapan Lot Oleh Bursa Efek

Apabila Y yaitu penanam modal lama perusahaan tersebut dan beliau saat ini memiliki 3000 lembar saham. Anggap saja Y ketika Hybe Corporation IPO dia mempunyai saham sebanyak 1000 lembar dengan total investasi 160 juta won dan ditawari right issue dengan membeli 2000 lembar saham dengan harga 150.000 per lembar. Maka, ketika ini laba yang dimiliki Y yakni:

Modal permulaan Y= 160.000 x 1000 = 160.000.000 won.

Modal Y untuk right issue = 150.000 x 2000= 300.000.000 won.

Nilai saham Y saat ini= 330.000 x 3000= 990.000.000 won. 

Maka, laba yang dimiliki Y yakni sebesar= 990.000.000- (160.000.000+300.000.000)= 530.000.000

Jika saat ditawari right issue Y menolak dan menentukan membeli saham dengan harga normal, maka keuntungan Y saat ini dengan asumsi jumlah saham yang serupa ialah sebesar 510 juta won saja. 

Dampak Negatif

Membeli saham dari right issue tidak melulu bermakna laba. Tidak jarang perusahaan merilis right issue dengan tujuan membayar utang dan tidak jarang juga harga saham perusahaan sehabis IPO justru melorot. 

Akibatnya, saham perusahaan tersebut condong susah dijual saat sudah rilis di pasar sekunder dan harganya kian turun. Oleh alasannya adalah itu, sebelum membeli saham lewat prosedur ini, pastikan Anda mengenali benar-benar keadaan mendasar dan teknikal perusahaan tersebut. 

Right issue memang hak yang berpeluang menguntungkan penanam modal usang sebuah perusahaan. Namun, keputusan untuk berbelanja saham melalui prosedur ini tetap harus melalui usulandan analisis yang matang