May 18, 2022
Jl. Raya Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Investasi

Safe Haven Dalam Investasi Dan Jenis-Jenisnya

KichanHelp.com – Banyak orang mengira bahwa investasi harus diposisikan di aset yang berisiko tinggi. Padahal ada beberapa aset investasi yang boleh dibilang kekal dan tahan kerugian dalam era waktu yang usang. Aset investasi inilah yang disebut dengan safe haven.

Kenali apa itu save haven, jenis, laba, dan kerugiannya di artikel ini.

Pengertian Safe Haven

Safe haven yaitu aset investasi yang dianggap kondusif alasannya adalah harganya tidak akan berubah atau akan naik dalam kurun waktu tertentu terlepas dari keadaan pasar.

Maka dari itu, tak heran aset berjenis safe haven banyak dibeli oleh banyak sekali tipe investor untuk menyingkir dari kerugian balasan naik dan turunnya harga aset yang lain di pasaran.

Namun demikian, bagaimana suatu aset mampu disebut safe haven tetap tergantung dengan kondisi supply dan demand terhadap aset tersebut sehingga penanam modal tetap diminta untuk menganalisisnya dengan hati-hati.

Jenis Aset Safe Haven

Umumnya, safe haven ialah aset yang jumlah supply-nya terbatas tapi, punya demand yang terus tinggi. Oleh alasannya adalah itu, aset-aset berikut ini mampu disebut sebagai safe haven:

1. Properti dan tanah

Thomas Robert Malthus pada periode ke-16 pernah mencetuskan sebuah pepatah yang berbunyi kurang lebih sebagai berikut:

Pertumbuhan manusia mirip deret geometri sementara kemajuan sumber daya alam bergerak seperti deret aritmatika”.

Ini artinya, manusia terus berkembang secara eksponensial atau cepat sedangkan sumber daya alam meningkat perlahan-lahan satu demi satu. Hal ini menjadikan sumber daya alam termasuk tanah akan menjadi kian langka.

Padahal tanah dan hunian ialah keperluan utama umat insan. Oleh alasannya adalah itu, tidak aneh kalau harga tanah dan rumah makin meroket terlepas dari kondisi ekonomi suatu negara. Membeli tanah dan bangunan lazimnya dianggap selaku investasi yang cukup aman.

Baca Juga:   Apa Itu Cash Flow Dan Cara Membuatnya

Investor yang berinvestasi ke tanah dan hunian (entah itu rumah, apartemen atau kost) mempergunakan kondisi alamiah ini dengan berharap akan menerima keuntungan di era depan.

2. Emas dan perak

Emas dan perak ialah dua sumber daya alam tidak mampu diperbarui yang sejak zaman prasejarah dinilai selaku logam yang indah sehingga banyak digunakan untuk tambahan, mahkota, uang dan bahkan ada saatnya dimana patokan moneter dunia bergantung pada supply emas dan perak ini.

Karena karakteristiknya yang tidak mampu diperbarui dan tingkat permintaannya tidak surut, jumlah cadangan emas di dunia terus menurun. Akibatnya, harga emas cenderung naik terus terlepas dari inflasi dan lain-lain. Karenanya emas merupakan salah satu investasi paling aman.

Meskipun demikian daripada tanah dan rumah, harga emas cenderung lebih volatile karena sangat bergantung pada jumlah supply dan demand di pasaran. Seperti ketika panemi ini contohnya, harga emas cenderung tidak berubah dibandingkan tahun lalu alasannya adalah argumentasi yang sama.

3. Treasury bond

Treasury bond secara khusus diartikan selaku surat berharga yang dirilis oleh pemerintah federal Amerika Serikat atau surat berguna yang dirilis oleh institusi moneter negeri paman sam tersebut, The Fed. Namun, secara umum treasury bonds mampu dimaknai sebagai obligasi yang dirilis oleh pemerintah suatu negara tertentu tergolong Indonesia.

Alasan mengapa instrumen ini masuk ke dalam safe haven yakni sebab pemerintah sebuah negara niscaya membayar obligasi ini kecuali jika pemerintah dan negara tersebut dinyatakan melarat yang mana hal ini cukup jarang terjadi.

4. Dolar Amerika Serikat

Jenis safe haven yang lain yakni dolar Amerika Serikat. Jumlah supply duit ini terbatas karena tentu saja niscaya dikendalikan oleh The Fed sementara ajakan mata duit ini tinggi karena:

  1. Amerika Serikat yaitu salah satu negara dengan kekuatan ekonomi dan efek politik yang besar di dunia sehingga kemungkinan negeri ini untuk melarat mirip Yunani bertahun-tahun silam jauh lebih kecil. Maka tak heran jika banyak orang berbelanja dolar untuk tujuan investasi.
  2. Karena dampak politiknya, dolar sekarang menjadi mata duit yang banyak digunakan dalam transaksi internasional mirip, ekspor impor, dana hibah internasional entah itu dari IMF atau institusi yang lain dan lain sebagainya. Sehingga mau tak inginseluruh negara di dunia harus menerima mata duit ini selaku alat tukar. Hal ini menciptakan ajakan terhadap dolar Amerika Serikat semakin tinggi.
Baca Juga:   7 Faedah Investasi Bagi Mahasiswa

Saat ini pesaing utama dolar AS ialah Euro yang juga di backup oleh negara-negara Eropa dengan kekuatan ekonomi besar. Mata uang lain yang mampu disebut selaku safe haven yaitu mata uang Franc dari Swiss. Hal ini berkaitan dengan kualitas pemerintahan negara di bawah pegunungan Alpen tersebut dari zaman perang dunia kedua hingga ketika ini.

Anda tinggal memilih apakah menggunakan Dolar, Euro atau Franc selaku aset safe haven Anda.

Keuntungan Investasi di Safe Haven

1. Harga cenderung naik

Keuntungan yang pertama adalah harga yang condong naik. Seperti yang sudah disebutkan di atas, aset safe haven lazimnya yaitu sumber daya yang tidak mampu diperbaharui sehingga supply nya terbatas namun permintaannya tinggi. Tingkat ajakan inilah yang lantas membuat harga aset tersebut naik (demand pull inflation).

2. Risiko kerugian rendah

Harga tanah dan properti akan turun kalau pertumbuhan manusia menurun, harga emas dan perak akan turun bila stoknya habis atau jika manusia sudah tidak menganggap emas dan perak selaku logam mulia lagi.

Disisi lain, treasury bonds dan Dolar Amerika Serikat akan sepi peminat jika negara yang merilis surat utang dan mata uang tersebut gulung tikar. Dalam kenangan penulis, sepanjang 100 tahun terakhir hal ini “cuma” terjadi 2 kali ialah ketika The Great Depression 1929 dan The Great Recession 2008.

Kerugian Investasi di Safe Haven

1. Peluang keuntungan rendah

Kerugian pertama investasi di safe haven ialah potensi laba investasi yang rendah. Hal ini alasannya adalah, walaupun harganya cenderung naik umumnya kenaikan harga aset safe haven tidak tajam dan secara perlahan-lahan. Kaprikornus, untuk menerima laba besar juga perlu modal yang besar juga.

2. Beberapa aset kurang likuid

Dolar atau mata duit lainnya dan emas dan perak memang mampu diperdagangkan di pasar sekunder sehingga cukup likuid untuk dicairkan ketika-waktu jika penanam modal sedang memerlukan uang.

Lain halnya dengan obligasi pemerintah dan tanah. Tidak semua obligasi bisa dipindah tangankan sementara tanah, rumah atau apartemen pasti perlu beberapa waktu untuk mampu terjual. Bahkan dikala ini di beberapa tempat banyak rumah dan tanah yang tidak terjual balasan harga yang ditawarkan pedagang tidak cocok dengan harga yang diminta kandidat pembeli.

Baca Juga:   7 Investasi Menguntungkan Dengan Modal 10 Juta, Memutar Uang Agar Untung

Meskipun namanya safe haven, tetapi harga aset-aset di atas masih dipengaruhi oleh usul dan penawaran pasar serta keadaan ekonomi nasional dan global. Oleh alasannya adalah itu, penanam modal tetap diminta untuk bijaksana sebelum membeli aset-aset tersebut.

Additional source: Investopedia.