counter create hit

Sejarah Musik Gambus, Dari Timur Tengah untuk Berdakwah ke Nusantara

Bagikan:

Gambus adalah salah satu jenis musik yang terkenal di tanah air. Musiknya sering terdengar dalam alunan lagu religi. Musik yang bersejarah ini mampu bertahan walau industri musik modern kian meningkat .

Selain sebab musiknya yang menenangkan saat didengar, lirik lagunya juga mengajak untuk lebih ingat akhirat. Untuk mengiringi lagunya, dalam musik gambus juga disertai istrumen musik modern.

Baca juga: Kisah Nabi Yaqub, Pelajaran Bagi Orangtua Mendidik Anak

Gambus di Indonesia dibawa oleh bangsa Arab dan meningkat di Semenanjung Melayu

gambus wikip c - Sejarah Musik Gambus, Dari Timur Tengah untuk Berdakwah ke Nusantara

(foto: wikipedia)

Datangnya musik gambus di Indonesia pada awalnya dibawa bangsa Arab serempak dengan penyebaran agama Islam di pada masa ke-15.

Instrumen musiknya yang seperti gitar klasik dimainkan di kapal-kapal penjelajah Arab sebagai hiburan dikala melakukan perjalanan bahari yang cukup panjang.

Berdasarkan istilahnya, gambus diambil dari bahasa Arab qupus yang lalu berubah jadi gabbus di daerah Zanzibar dan Filipina Selatan yang masyarakatnya beragama Islam.

Di Indonesia sendiri, istilah gabbus mengalami adaptasi menjadi gambus.

Gambus di Indonesia lebih dulu berkembang di Semenanjung Melayu dan berlanjut di Pulau Jawa. Pada tradisi Melayu, gambus dimainkan dalam pertunjukan musik ghazal dan zapin.

Dahulu gambus ialah sarana dakwah Islam di wilayah Nusantara

gambusa pint - Sejarah Musik Gambus, Dari Timur Tengah untuk Berdakwah ke Nusantara

(foto: pinterest)

Meski popularitasnya condong redup dan penikmatnya berkurang, sejak tahun 2011-an, gambus mulai dikenal kembali di Indonesia.

Bukan hanya keturunan Arab, tapi sudah mampu menjamah semua kalangan. Salah satu saat-saat yang penting yaitu munculnya grup Sabyan Gambus yang memberi warna tersendiri di blantika musik Indonesia.

Selain alasannya adalah musiknya yang bikin damai ketika didengar, bunyi penyanyinya juga merdu. Yang lebih penting yakni liriknya yang bernuansa islami seperti selawat nabi yang mampu menjadi pengingat pada akhirat.

Memang sejak dahulu gambus diciptakan dengan syair-syair religius, dan mengajak orang untuk mendekatkan diri terhadap Allah dan meneladani Nabi Muhammad.

Itulah mengapa musik yang satu ini pernah dipakai oleh imigran Arab untuk sarana berdakwah di daerah Nusantara.

Baca juga: Kisah Hidup Ibu Sud, Sang Maestro Lagu Anak Indonesia

Baca Juga:   Kain Tenun Sengkang Sulawesi Selatan, Penuh Warna dan Berbahan Sutera

Sempat populer alasannya adalah musisi Syekh Albar, walau lalu meredup lagi

musik gambus saran - Sejarah Musik Gambus, Dari Timur Tengah untuk Berdakwah ke Nusantara

(foto: saran)

Musik gambus semakin populer di Indonesia karena Syekh Albar, seorang musisi populer di Indonesia pada tahun 1920-an. Syekh Albar ialah keturunan Indonesia-Arab yang lahir di Surabaya yang juga pemain gambus handal.

Lagu dari Syekh Albar telah berhasil masuk ke dapur rekaman oleh perusahaan piringan hitam yang populer pada masanya, ialah His Master Voice.

Suaranya dan petikan gambusnya tidak cuma diminati di Indonesia, melainkan di Timur Tengah juga.

Setelah Syekh Albar, musisi gambus penerusnya yaitu Segaf Assegaf yang juga sering memperlihatkan lagu-lagu Abdallah Rwaished dan Abu Bakar Bilfaqih, musisi gambus dari negeri Yaman.

Tapi lama kelamaan gambus mulai jarang ditampilkan, kecuali oleh keturunan Arab atau penduduk di Sumatra dalam momen tertentu.

Menjadi salah satu cikal bakal musik dangdut yang juga bercampur dengan musik Melayu

Musik Gambus helloindonesia co - Sejarah Musik Gambus, Dari Timur Tengah untuk Berdakwah ke Nusantara

(foto: helloindonesia)

Seiring berjalannya waktu, musik gambus justru bercampur dengan pedoman musik lainnya.

Pada tahun 1940-1970 sebelum musik Melayu dan musik dangdut booming di penduduk , gambus sudah usang menjadi kesenian yang banyak ditampilkan di pesta perkawinan atau khitanan.

Ternyata gambus adalah salah satu cikal bakal dari irama musik dangdut yang hingga sekarang banyak didengarkan oleh masyarakat Indonesia. Saat itu, musik gambus terpengaruh oleh komponen musik Melayu.

Warna musiknya ada kemiripan dengan musik Melayu. Beberapa kelompok orkes gambus pun diketahui masyarakat setempat selaku Orkes Melayu (OM) yang diminati penduduk , bahkan di luar Melayu.

Ada beberapa OM terkenal zaman dahulu, misalnya; OM. Bukit Singuntang, OM. Sinar Kemala, dan OM. Kenangan.

Itulah sekilas sejarah musik gambus yang sempat populer di Indonesia, bukan cuma sebagai hiburan, tapi juga selaku sarana dakwah.


Bagikan:
close