counter create hit

Sinopsis dan Review Film Korea E.X.I.T

Bagikan:

Film ini dimulai dengan Yong-nam (Jo Jung-suk), pecundang muda yang kesulitan mencari pekerjaan alasannya adalah tidak mempunyai skill yang memasarkan. Saat ulang tahun ke-70 ibunya, beliau berjumpa Ui-ju (Im Yoon-ah), seorang gadis dari klub panjat tebing di kampus yang dia sukai. Dia bekerja di ruang perjamuan di mana pesta ulang tahun ibunya digelar.

Sebuah serangan teroris di akrab bangunan itu membuat gas beracun menyanggupi jalanan. Saat gas mulai naik, Yong-nam berusaha membawa keluarganya ke tempat aman.

Awalnya, film ini dianggap akan menjadi film gagal. Sutradara pemula, bintang film utama laki-laki yang sebelumnya memilih peran mencurigai, dan mantan bintang K-pop selaku aktor utama wanita. Selain itu, film-film tragedi di Korea Selatan lazimnya tidak laku.

Untungnya sang sutradara tahu apa yang ia kerjakan dalam film ini. Film ini ternyata bukanlah film peristiwa, tetapi lebih ke arah aksi komedi. Dan komedinya berhasil, walau perbedaan bahasa dan budaya di Korea dan Indonesia akan menghalangi pesona film ini. 

e.x.i.t 2 - Sinopsis dan Review Film Korea E.X.I.T

Jo memerankan tugas yang sepertinya dibuat khusus untuk dirinya. Sekalipun sangat berbakat, Jo bukanlah pemain film yang memiliki kesanggupan berakting yang luas. Tapi ketika dia berada di zona tenteram, ia sungguh-sungguh bersinar. Contohnya yaitu dalam film Architecture 101 atau The Face Reader, tulis Korea Herald.

Sedangkan Yoona, sekalipun tidak berakting buruk, selama ini ia dianggap tidak memperlihatkan sesuatu yang Istimewa. Tapi, di sini, wanita cantik itu membuat karakternya hidup dan menawan. Chemistrynya dengan Jo juga anggun. 

Sang sutradara sendiri cukup berilmu mengontrol kecepatan alur cerita. Yoona tidaklah jelek, tetapi aktingnya terbatas, khususnya karena ini ialah pertama kalinya beliau menjadi pemain drama utama dalam sebuah film. 

e.x.i.t 1 - Sinopsis dan Review Film Korea E.X.I.T

Makara sutradara Lee Sang-geun bergantung pada Jo dan para pemain drama veteran seperti Go Doo-shim dan Park In-hwan untuk secara perlahan-lahan membangun drama ini. Ui-ju baru masuk ke dalam dongeng setelah para penonton tenteram dengan abjad-huruf yang ada. Dan reaksi Jo yang luar biasa dalam adegan mereka menciptakan relasi di antara keduanya terasa sahih. 

Baca Juga:   Sutradara Spider-Man: Far From Home Bahas Soal Multiverse

Film ini juga tidak terlalu berlebihan dalam menggunakan momen sinpa, yakni momen dramatis dan sangat emosional dalam drama dan film Korea. Paling tidak dalam sebagian besar bagiannya. 

Selain itu, konsentrasi film ini patut disanjung. EXIT tidak membanjiri penonton dengan sub kisah atau terlampau banyak karakter. Lee tahu cerita apa yang sesuai untuk dua abjad utama kita dan dia cuma fokus pada mereka berdua. 

Aksi dalam film juga menegangkan dan menyenangkan, khususnya cara film ini mengeksploitasi gedung tinggi di kota untuk menyebar tantangan dan momen lucu di sepanjang film.

Ada beberapa momen yang terkesan murahan, khususnya menjelang klimaks dengan beberapa karakter yang tidak penting dan obrolan yang malas serta keganjilan dalam dongeng. Film ini juga kadang mengulang cara yang sama untuk membangun ketegangan. 

Tapi untuk setiap cacat dalam film, ada lebih banyak unsur yang lebih bisa dirasakan, dan menawarkan potensi bila film ini akan menjadi blockbuster animo panas tahun ini.

EXIT tayang di bioskop Indonesia semenjak 14 Agustus 2019.


Bagikan:
close