counter create hit

Teknik Analisis Chart Pattern: Pengertian, Jenis, Dan Contoh

Bagikan:

KichanHelp.com – Salah satu unsur penting dalam trading ialah chart pattern. Alasannya ialah laba dan kerugian yang didapatkan trader sangat tergantung dengan kemampuannya membaca chart pattern.

Selain mampu memakai banyak sekali indikator teknis trading dengan baik dan benar, seorang trader ahli dan terlatih juga mampu menemukan sinyal jual dan beli dari membaca chart ini sehingga dia bisa memilih keputusan yang pas di waktu yang sempurna.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan chart pattern itu? Dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi tinggi rendahnya laba dan kerugian yang bisa diperoleh seorang trader? Berikut ini ulasannya.

Apa itu Teknik Analisis Chart Pattern?

Dalam dunia trading dan investasi, harga yang disepakati oleh pedagang dan pembeli digambarkan oleh sebuah titik dan titik-titik harga tersebut kemudian digabung menjadi suatu chart. Chart yang terbentuk dari campuran titik-titik harga dalam abad tertentu tersebut nantinya akan membentuk teladan (chart pattern).

Pola inilah yang nantinya akan menunjukkan sinyal apakah musim pergerakan harga instrumen tersebut akan berlanjut (continuation), membalik (reverse) atau mampu membalik sekaligus berlanjut (bilateral).

Tidak semua isu terkini continuation memiliki makna faktual begitupun sebaliknya, ekspresi dominan reversal juga bukan mempunyai arti negatif. Tugas dari seorang trader ialah sukses mengidentifikasi apakah pola tersebut memberi makna negatif atau positif dan mengambil keputusan yang tepat dari hasil analisis tersebut.

Jenis-Jenis Chart Pattern

Dalam pembahasan di atas tampakbahwasannya ada tiga jenis chart pattern yang perlu diketahui oleh seorang trader khususnya trader forex. 3 Chart pattern tersebut adalah:

1. Continuation Pattern

Continuation pattern yaitu acuan chart yang memperlihatkan trend pergerakan sebuah harga akan terus berlanjut walaupun ada gangguan sedikit. Pola chart ini mampu terjadi baik saat harga sedang naik maupun ketika turun. Berikut ini beberapa “gambar pola” yang sering timbul saat terjadi continuation pattern.

1. Pennant

Pola pennant terjadi dikala musim garis resistance dan garis support bergerak ke arah yang serupa dan berujung runcing alias kalau garis resistance memberikan isu terkini penurunan, maka garis support menawarkan trend peningkatan harga begitupun sebaliknya.

Baca Juga:   Metode Jual Beli Apartemen Second

Biasanya volume penjualan instrumen menurun dikala chart bentuk ini terbentuk dan akan naik kembali dikala harga naik dan terjadi breakout.

2. Flag (bendera)

Sesuai dengan namanya, chart berbentuk bendera atau flag yakni chart pattern yang terjadi saat garis resistance dan support bergerak ke arah yang sama. Berbeda dari bentuk pennant, ujung konferensi kedua garis ini tidak runcing mirip sebuah segi bendera.

Chart pattern bentuk bendera mampu menjadi mengambarkan jika harga akan naik, turun atau akan sideways. Umumnya, bila flag pattern terbentuk dengan garis yang miring ke kanan bawah, maka harga aset tersebut akan mengalami bullish continuation pattern sementara jika garis miring ke kanan atas, itu tandanya bearish continuation pattern.

3. Wedges

Bentuk continuation pattern yang selanjutnya adalah bentuk wedges. Sama mirip dua bentuk sebelumnya, pada pola ini garis resistance dan support juga bergerak ke arah yang serupa. Hanya saja, tingkat kemiringan kedua garis tersebut berbeda.

Rising wedges yaitu teladan chart yang terjadi bila garis support lebih miring dibandingkan garis resistance. Descending wedges yaitu pola chart yang terjadi bila garis resistance lebih miring dibandingkan garis support.

4. Cup and handle pattern

Yup! Benar sekali. Pola chart ini dinamakan demikian alasannya adalah memang bentuknya seperti dengan gambar cangkir dan gagangnya. Namun, contoh ini cukup jarang terjadi karena proses pembentukannya memakan waktu 7 sampai 64 minggu.

2. Reversal pattern

Kebalikan dari continuation pattern ialah reversal pattern. Reversal pattern adalah teladan grafik harga yang menunjukkan bila animo harga aset terkait akan berbalik entah itu dari yang awalnya naik terus menjadi turun atau sebaliknya.

Berikut ini beberapa pola yang masuk ke dalam kategori ini:

1. Head and shoulder

Pola reversal yang pertama ialah dikala grafik harga membentuk contoh berikut:

  1. Diawali dengan harga mencapai titik tinggi pertama (shoulder).
  2. Lalu membentuk harga yang lebih tinggi lagi (head).
  3. Tapi kemudian naik atau turun cukup tajam (tergantung keadaan).
  4. Kemudian harga berhenti di titik yang serupa dengan level head yang pertama.
  5. Terakhir, harga turun lagi pada level shoulder.
Baca Juga:   Syarat Pinjam Uang Di Bank

Pola head and shoulder ini bisa terjadi baik ketika uptrend maupun downtrend. Jika terjadi ketika harga sedang uptrend, maka trend harga tersebut akan berbalik turun begitupun sebaliknya.

2. Double top atau double bottom

Double top dan double bottom yaitu musim reversal yang terjadi dikala harga aset gagal menembus (breakout) garis resistance (top) atau support (bottom) dua kali sehingga membentuk abjad M atau W.

3. Bilateral chart pattern

Jenis chart pattern yang terakhir adalah bilateral chart pattern atau contoh chart yang mampu menawarkan musim keberlanjutan (continuation) atau pembalikan (reversal) sekaligus. Salah satu bentuk pola yang masuk ke dalam kategori ini yaitu teladan triangle.

Garis resistance dan support pada contoh ini juga bergerak ke arah yang serupa. Hanya saja, salah satu dari kedua garis tersebut berbentuk datar atau stabil.  Triangle pattern dibagi lagi menjadi dua adalah ascending triangle, descending triangle dan symmetric triangle.

Tips Menggunakan Chart Pattern dalam Trading

1. Manfaatkan aneka macam kombinasi grafik

Tips pertama ialah Anda mampu memanfaatkan berbagai kombinasi grafik yang tersedia di software trading Anda. Umumnya, software trading yang elok tidak hanya menawarkan satu variasi grafik harga saja melainkan beberapa grafik sekaligus seperti grafik garis, candlestick  dan lain sebagainya.

Masing-masing grafik bisa mempunyai keutamaan sendiri. Candlestick misalnya, dalam satu candlestick mampu mengandung berita mengenai volume, trend kenaikan atau penurunan dalam satu sesi perdagangan dan lain sebagainya. Informasi-isu ini bisa Anda jadikan sumber isu komplemen diluar dari pola chart itu sendiri.

2. Gunakan indikator teknis lainnya

Selain bentuk grafik harga, software trading yang baik biasanya juga menyediakan banyak indikator teknis yang mampu Anda manfaatkan. Gunakan indikator-indikator teknis ini untuk menjadi alat konfirmasi sinyal. Sebab, terkadang gosip dari grafik harga saja belum cukup untuk memilih apakah harga akan naik, turun atau mungkin sideways.

Akan namun, untuk bisa mempergunakan banyak sekali indikator teknis tersebut dengan baik dan benar, Anda harus memahami konsepnya terlebih dahulu dan tahu bagaimana caranya mengambil keputusan dari aneka macam indikator teknis tersebut.

Baca Juga:   Cara Beli Saham

Oleh karena itu, sehabis mengetahui apa itu teknis analisis chart pattern dan jenisnya, Anda bisa lanjut mempelajari aneka jenis indikator teknis dan fundamental dari trading terutama trading forex dan saham di kichanhelp.


Bagikan:
close