counter create hit

Tony Leung Enggan Perankan Sosok Kebapakan dalam Shang-Chi

Bagikan:

Superstar Hong Kong, Tony Leung berada dalam sorotan ketika dia membuat debutnya di Hollywood dalam film Marvel, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Para penggemar menunggu Tony memerankan ayah Shang-Chi yang juga yakni penjahat utama dalam film itu. Sang pemain film baru-gres ini mengungkap bagaimana dia harus menghadapi syok masa kecilnya biar mampu memerankan huruf gres yang menantang itu.

Ditelantarkan ayahnya

Dalam wawancara terbaru, Tony mengingat bagaimana ayahnya menelantarkan keluarganya dikala dia berusia 7 tahun dan itu meninggalkan luka yang dalam bagi aktor itu. “Setelah ayah saya meninggalkan aku, saya tidak tahu bagaimana caranya untuk bersahabat dengan orang lain. Saat kalian masih seorang anak kecil, semua anak lain membahas ayah mereka, keluarga mereka, betapa bahagianya mereka, dan betapa hebatnya ayah mereka. Dari titik itu, aku berhenti berinteraksi dengan orang-orang dan saya menjadi sungguh frustasi,” terang Tony.

Baca juga

Tony menyimpan perasaannya itu selama bertahun-tahun hingga dia mengikuti kelas akting TVB dikala berusia 20 tahun dan memperoleh fasilitas untuk menyalurkan emosinya. “Saya mampu menangis dan tertawa di depan banyak orang dan menunjukkan emosi aku tanpa merasa aib,” terangnya.

Aktor itu memerankan berbagai peran ikonik selama karirnya, tetapi dia senantiasa menyingkir dari memerankan karakter dengan jiwa kebapakan. “Saya pernah diminta memerankan sosok ayah yang gagal, tapi saya menolaknya. Saya tak ingin diingatkan akan apa yang ayah saya pernah kerjakan pada diri saya,” lanjutnya.

Menerima tugas Marvel

Baru hingga saat ia menerima panggilan audisi dari Marvel, Tony merasa percaya diri. “Awalnya, seorang manager Amerika memberi tahu aku jikalau Marvel ingin aku membintangi suatu film superhero gres dan aku melaksanakan panggilan video dengan sang sutradara sebelum saya memutuskan mendapatkan peran itu,” katanya.

Awalnya Tony tidak mendapatkan banyak info dari pertemuan awal dengan Marvel. Dia tersentuh saat tahu sang sutradara Destin Daniel Cretton terinspirasi dari Crouching Tiger, Hidden Dragon dan sang sutradara ingin membuat tribut untuk film-film Hong Kong.

Baca Juga:   Kontroversi The Lion King Tiru Kimba the White Lion Muncul Lagi

“Saat itu, Marvel sungguh menyimpan diam-diam dan tidak bisa mengungkap terlalu banyak. Yang aku tahu jika saya akan memerankan sosok penjahat super yang mempunyai banyak lapisan, dan saya tidak perlu tabrak. Saya pikir sutradara Destin sangat ikhlas dan saya yakin pada intuisi saya. Saya merasa saya bisa mempercayainya, jadi saya oke sekalipun aku hanya punya sedikit informasi,” terangnya.

Tony mengaku beliau mampu mendapatkan pengalaman baru dikala syuting dengan Marvel. “Saya tidak sama dengan diri saya sebelumnya. Saya terbiasa berada dalam zona tenteram aku. Di era lalu, aku akan bekerja dengan tim atau sutradara yang sama selama 20 tahun, dan saya tidak akan syuting dengan orang lain yang tidak saya kenal. Hal itu akan menciptakan aku merasa sungguh tidak aman, dan susah untuk mengakrabkan diri dengan orang lain dengan cepat. Tapi, mungkin alasannya adalah usia aku dan tahap dalam hidup aku, saya ingin melangkah keluar dari zona tenteram,” lanjut Tony.

Apakah sukar baginya untuk syuting film dalam Bahasa Inggris dan Mandarin? Tony mengungkap,” Saya pernah syuting film mirip ini sebelumnya. Semua orang bisa melakukannya dan hal itu cuma memerlukan latihan. Sebenarnya, saya terkejut (dengan adegan aksinya), alasannya aku tidak tahu bila akan ada terlalu banyak. Jika aku tahu ini sebelumnya, aku akan melatih badan saya.”

Tony juga ditanya wacana pengalaman syuting dengan pemain film istrinya dalam film itu, Fala Chen dan jika dia merasa lebih nyaman syuting dengan bintang Hong Kong yang lain. Tony menjawab,” Saya tidak merasa kalau tenteram itu ada kaitannya dengan syuting bersama pemain drama Hong Kong lainnya. Tapi lebih ke arah apakah kami punya pengalaman yang serupa sebelumnya. Fala terang belum memilikinya, tetapi ia melakukan pekerjaan sungguh keras. Saya melihatnya berlatih dengan keras setiap harinya jadi itulah kenapa proses syutingnya berlangsung begitu lancar.”

Sumber: jaynestars.com


Bagikan:
close