fbpx

Watchlist: Pengertian, Jenis, Teladan, Tips

Bagikan:

KichanHelp.com – Salah satu fitur penting yang mesti dimiliki oleh suatu aplikasi trading adalah fitur watchlist. Fitur watchlist mampu menolong penanam modal dan trader untuk mengamati dan membeli beberapa saham opsi. Tanpa adanya fitur ini, kemungkinan besar investor dan trader akan bingung mana aset terbaik yang mampu mereka beli saat itu juga.

Akan tetapi, apakah yang dimaksud dengan watchlist itu? Dan mengapa fitur ini penting? Simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Watchlist dalam Trading

Watchlist adalah daftar saham yang menurut seorang investor menarik untuk dibeli dan perlu diperhatikan pergerakan harganya. Menarik di sini bisa mempunyai arti kondisi finansial perusahaannya manis, pergerakan harganya bagus, atau menunggu harga turun untuk dibeli.

Dengan adanya watchlist,, Anda tidak perlu lagi mengamati pergerakan harga suatu aset satu per satu secara manual atau membeli saham dengan asal pilih. Anda tinggal lihat saja kondisi grafik dan data-data di bab watchlist ini lalu pastikan apakah dikala itu ialah dikala yang sempurna untuk membeli saham terkait atau bukan.

Adanya watchlist ini seperti dengan catatan belanja yang Anda bawa saat sedang belanja di swalayan. Dengan catatan ini, Anda bisa tahu barang-barang apa saja yang harus dibeli dan mampu terhindar dari berbelanja barang yang tidak dibutuhkan.

Tujuan Menggunakan Watchlist

1. Mengawasi pergerakan harga saham

Tujuan utama memakai fitur watchlist yaitu semoga trader atau investor bisa memantau pergerakan harga saham mempesona di dalam satu layar saja.

Dengan demikian, trader dan investor mampu membeli dan menjual saham pada harga dan waktu yang sempurna dan terhindar dari pemborosan atau kehilangan kesempatan. Maka dari itu, tak aneh jika fitur ini menjadi salah satu fitur penting dalam aplikasi trading.

Baca Juga:   Rekening Dana Nasabah (Rdn): Pengertian Dan Fungsi

2. Untuk menampung rencana trading dan investasi

Tujuan kedua yaitu untuk memuat rencana trading dan investasi. Seorang penanam modal dan trader yang baik pastinya telah melaksanakan analisis dan menuliskan trading plan terlebih dahulu sebelum membuka posisi.

Nah, hasil dari analisis dan rangkuman trading plan ini mampu ditulis langsung di fitur watchlist. Alasannya, tidak jarang trader menulis trading plan di aplikasi terpisah. Kaprikornus daripada mesti bolak-balik aplikasi, rangkuman trading plan ini bisa dimasukkan ke dalam watchlist terlebih dulu. Baru nanti kalau harga aset meraih nilai yang diinginkan, trader atau penanam modal bisa pribadi buka posisi.

Jenis-Jenis Watchlist

Jenis watchlist bekerjsama cuma ada satu. Namun demikian, watchlist ini mampu dibagi menurut banyak produk yang tersedia dalam sebuah aplikasi trading.

Misalnya, seorang investor menggunakan aplikasi trading yang menawarkan saham saja. Maka, watchlist yang tersedia juga hanya bisa dimasuki data surat berguna tersebut. Sebaliknya, perusahaan broker yang menawarkan saham, obligasi dan cryptocurrency sekaligus juga mempunyai watchlist yang mampu diisi saham, obligasi dan cryptocurrency.

Beberapa aplikasi trading terbaik memungkinkan penggunanya untuk memasang setting komplemen di fitur watchlist-nya. Setting perhiasan ini seperti, pemberitahuan kalau harga saham tertentu meraih harga yang diharapkan dan lain sebagainya. Dengan demikian, trader mampu pribadi tahu dan mengambil keputusan trading secara cepat.

Contoh Watchlist

Screenshot 2022 04 01 20.31.48 - Watchlist: Pengertian, Jenis, Teladan, Tips
Gambar 1: Contoh stock watchlist

Gambar 1 di atas adalah salah satu teladan watchlist dari daftar watchlist yang ditawarkan oleh Yahoo Finance. Pada gambar di atas tertera 30 perusahaan Amerika Serikat dengan nilai kapitalisasi pasar kecil namun memiliki volume trading harian besar.

Selain kategori tersebut, Yahoo Finance juga menyediakan watchlist untuk beberapa klasifikasi yang lain mirip:

  1. Saham berharga murah yang memiliki volume trading harian tertinggi.
  2. Perusahaan teknologi asal Tiongkok dengan performa terbaik harian.
  3. Saham-saham e-commerce terbaik.
  4. Cryptocurrency terbaik.
  5. Saham-saham perusahaan di industri hiburan terbaik dan lain sebagainya.

Tips Membangun Watchlist dalam Trading dan Investasi

1. Masukkan saham-saham berkapitalisasi pasar besar terlebih dahulu

Kelompok saham pertama yang mampu Anda masukkan kedalam watchlist ialah saham-saham blue chip atau saham dari perusahaan yang jadi market leader di dalam industrinya. Anda bisa melihat daftar saham blue chip Indonesia melalui data konstituen indeks IDX30.

Baca Juga:   Review Bni Sekuritas: Cara Daftar, Kelebihan, Dan Kelemahan

Kelompok saham lain yang bisa Anda masukkan kedalam watchlist pertama kali ialah saham-saham yang kemungkinan harganya turun. Saham jenis ini mampu Anda masukkan dengan catatan kalau Anda ingin melakukan transaksi short selling.

2. Masukkan saham perusahaan favorit Anda

Saham perusahaan favorit ini bisa berbentuksaham perusahaan-perusahaan yang sudah Anda analisis sebelumnya atau sekadar saham perusahaan-perusahaan yang industrinya menurut Anda mempesona.

3. Baca semua data keuangan saham-saham di atas

Jika saham market leader dan saham favorit sudah masuk, kini saatnya Anda membaca data keuangan perusahaan tersebut. Tidak perlu cukup detail membacanya. Cukup baca sekilas saja hingga Anda mampu memilih mana saham yang sekiranya mesti dibuang dan mana saham yang mampu dijaga di dalam stock watchlist.

Hal ini penting alasannya Anda harus menjaga jumlah instrumen yang masuk kedalam watchlist Anda supaya Anda mampu mengamatinya dengan teliti. Saran penulis, cukup masukkan 10 hingga 15 saham saja ke dalam fitur ini.

Untuk menerapkan kiat ini Anda tidak perlu gundah alasannya lazimnya aplikasi trading terbaik telah dilengkapi dengan data-data keuangan perusahaan baik yang menyangkut pergerakan harga maupun yang telah termasuk keadaan fundamental mirip, pembukuan keuangan maupun laporan tahunan perusahaan.

4. Mulai scanning

Langkah terakhir untuk menyusun stock watchlist yang anggun yaitu dengan melaksanakan scanning saham-saham yang lolos langkah ketiga di atas. Dalam melaksanakan scanning ini, Anda mampu memasukkan berbagai indikator teknis seperti, level harga yang diharapkan, moving average dan lain sebagainya.

Namun semestinya Anda tidak memasang indikator teknis yang terlalu spesifik. Karena jikalau terlalu spesifik bisa jadi aplikasi justru tidak akan memperlihatkan saham-saham terbaik sebab pada waktu itu, tidak ada saham yang menyanggupi standar Anda.

Sebagaimana disebutkan di atas, beberapa aplikasi trading terbaik sudah dilengkapi dengan fitur scanning built-in yang bisa pribadi digunakan di watchlist Anda. Akan tetapi, Anda mampu juga menggunakan aplikasi stock screener atau planning trading terpisah untuk menuliskan rencana trading yang lebih rinci.

Baca Juga:   Teknik Analisis Chart Pattern: Pengertian, Jenis, Dan Contoh

5. Jangan lupa aktifkan pemberitahuan

Tips yang terakhir yakni jangan lupa aktifkan informasiaplikasi trading. Tujuannya supaya jika saham yang ada di stock watchlist Anda meraih harga yang dikehendaki, Anda mampu segera tahu dan mengambil keputusan.

Nah, itu tadi pembahasan mengenai fitur stock watchlist dan cara membuat watchlist saham yang bagus. Anda mampu mempergunakan fitur ini untuk trading yang lebih sukses.


Bagikan: